Estrogen dikenal sebagai hormon khas wanita. Hormon ini sebenarnya tidak hanya diproduksi dalam tubuh wanita, tapi juga terdapat dalam tubuh pria. Namun, pada pria kadar estrogen dalam tubuh memiliki kadar yang jauh lebih rendah.

Pada wanita, hormon ini membantu memulai perkembangan seksual, seperti mengatur siklus menstruasi dan mempengaruhi sistem reproduksi. Kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita haruslah seimbang dengan hormon lainnya, tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu rendah.

Kalau diibaratkan, hormon dalam tubuh manusia itu seperti jungkat-jungkit. Saat hormon berada dalam keadaan seimbang, maka tubuh Anda akan bekerja sebagaimana mestinya. Namun saat hormon tidak seimbang, tubuh Anda kemungkinan besar akan mengalami masalah. Nah, itu sebabnya, bagi kaum wanita yang memiliki kelebihan hormon estrogen di dalam tubuhnya akan rentan mengalami kondisi kesehatan tertentu.

Lantas apa yang terjadi jika seseorang memiliki kelebihan hormon estrogen di dalam tubuhnya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa penyebab seseorang kelebihan hormon estrogen?

Secara umum, wanita memang memproduksi hormon estrrogen dalam jumlah yang banyak. Hal ini dikarenakan estrogen memiliki peran yang penting dalam tubuh wanita. Nah, dominasi hormon estrogen bisa terjadi jika kadar estrogen di dalam tubuh tumbuh dalam jumlah yang terlalu banyak.

Pada dasarnya, peningkatan hormon estrogen ini terjadi secara alami dan memang cenderung mudah berubah – naik dan turun. Umumnya hormon estrogen akan meningkat saat menjelang menstruasi dan selama kehamilan. Menjelang menstruasi kadar estrogen akan terus meningkat sampai menjelang fase tengah siklus. Setelah itu hormon ini akan mengalami penurunan secara alami di masa menjelang menstruasi dan setelah melahirkan.

Tingkat estrogen juga akan turun saat seseorang mengalami fase menopause, atau saat wanita berhenti menstruasi. Namun di beberapa orang, hormon estrogen di dalam tubuh tidak menurun sebagaimana mestinya. Nah hal inilah yang menyebabkan seseorang mengalami kelebihan hormon estrogen. Selain itu beberapa bahan kimia dan makanan juga bisa meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh seseorang.

Apa akibatnya jika seseorang kelebihan hormon estrogen?

Meskipun hormon estrogen memiliki banyak manfaat bagi wanita, namun dalam beberapa kasus jika seseorang memiliki kelebihan hormon estrogen tentu akan menjadi hal yang buruk dan berdampak pada kesehatannya. Misalnya meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan PMS, dan munculnya kanker di organ reproduksi. Berikut ini beberapa efek samping kelebihan hormon estrogen yang perlu Anda waspada.

1. Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan adalah salah satu efek samping kadar estrogen tinggi. Pasalnya kadar estrogen yang tinggi bisa memicu peningkatan nafsu makan pada wanita. Nah hal ini yang menyebabkan kenaikan berat badan. Seseorang yang memiliki estrogen tinggi cenderung akan “menumpuk” berat badan di bagian pinggul dan bagian tengah tubuh seperti perut.

2. Gairah seks rendah

Dorongan seks wanita bisa dipengaruhi oleh kadar estrogen yang tinggi. Jika seseorang memiliki kelebihan hormon estrogen maka akan berdampak pada penurunan gairah seksualnya akibat penurunan kepekaan dinding vagina terhadap rangsangan. Tingkat kelebihan estrogen ini juga bisa membatasi kemampuan wanita untuk mencapai orgasme sehingga membuat seks jadi kurang menyenangkan.

3. Penumpukan cairan dalam tubuh

Kelebihan hormon estrogen juga akan membuat tubuh menyimpan lebih banyak air dan garam di dalam tubuh. Kelebihan cairan ini umumnya terjadi di daerah perut, rongga dada, payudara, dan pinggul yang akan membuat bagian tersebut tampak lebih bergelambir.

4. Kanker payudara

Kanker payudara adalah efek samping dari kadar estrogen yang tinggi. BreastCancer.org melaporkan bahwa tingkat estrogen yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Selain itu, hormon estrogen yang tinggi juga berperan dalam perubahan payudara fibrokistik yang menyebabkan penebalan payudara disertai dengan rasa sakit dan ketegangan.

5. Endometriosis

Memiliki hormon estrogen yang tinggi bisa memicu timbulnya endometriosis. Endometriosis adalah penyakit di sistem reproduksi wanita di mana jaringan yang seharusnya melapisi rahim Anda bertumbuh di luar rahim, seperti pada tuba fallopi Anda. Endometriosis umumnya menyerang wanita di usia produktif.

6. Masalah tiroid

Disfungsi tiroid bisa disebabkan akibat tingginya kadar estrogen. Pasalnya kadar estrogen yang tinggi menyebabkan produksi globulin pengikatan tiroid berlebihan oleh hati. Globulin ini bekerja untuk mengikat hormon tiroid dalam darah sehingga tidak bisa masuk dalam sel. Hal ini menurunkan jumlah hormon tiroid yang tersedia untuk sel, yang membutuhkan hormon tiroid untuk metabolisme tubuh, membakar lemak dan gula. Akibatnya sel mengalami penurunan kinerja, dan tubuh kekurangan energi sehingga sering lelah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca