Sering merasa nyeri di daerah persendian? Hati-hati mungkin itu merupakan tanda-tanda Anda menderita asam urat. Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendian. Penyakit ini disebabkan oleh uric acid alias asam urat, alias produk yang dihasilkan tubuh ketika memecah purin, yang menumpuk di persendian.

Normalnya, asam urat larut dalam darah dan kemudian hilang melalui urin. Tetapi, kadang tubuh menghasilkan asam urat dalam darah, atau ginjal hanya mampu melepaskan asam urat ke dalam urin dalam jumlah sedikit. Akibatnya adalah, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat pada persendian dan mengelilingi jaringan, menyebabkan nyeri, peradangan, dan bengkak.

Asam urat merupakan produk sampingan dari purin. Purin dapat ditemukan di berbagai jenis makanan. Terdapat makanan yang mengandung purin tinggi, dan makanan inilah yang harus dihindari oleh penderita asam urat.

Apa saja makanan yang mengandung tinggi purin?

Bagi Anda penderita asam urat, jangan coba-coba deh untuk makan makanan yang tinggi purin. Dikhawatirkan setelah Anda makan makanan tinggi purin, asam urat Anda akan kambuh. Namun, ada juga beberapa makanan yang hanya dibatasi oleh penderita asam urat. Artinya, Anda masih boleh makan makanan ini tetapi hanya dalam jumlah sedikit dan dalam frekuensi yang jarang.

Makanan yang harus dihindari penderita asam urat

Makanan ini harus benar-benar dihindari oleh penderita asam urat karena mengandung tinggi purin, kadar purin dalam 100 gram makanan ini berkisar antara 150-800 mg. Jumlah yang cukup tinggi, bukan? Bayangkan jika tubuh Anda dipaksa untuk memecah purin sebanyak ini, berapa jumlah asam urat yang akan dihasilkannya dan akan menumpuk di persendian Anda. Berikut ini merupakan makanan yang mengandung tinggi purin.

  • Jeroan, termasuk hati, ginjal, jantung, limpa, otak, babat, usus, dan paru
  • Kaldu daging
  • Sosis atau produk daging lainnya
  • Bebek
  • Burung
  • Ikan sarden dan ikan makerel
  • Makanan laut lainnya, seperti kerang, udang, dan kepiting
  • Ragi
  • Minuman yang mengandung soda
  • Alkohol

Makanan yang harus dibatasi penderita asam urat

Makanan ini masih boleh dimakan oleh penderita asam urat, tetapi dalam jumlah yang sedikit. Makanan-makanan ini mengandung purin tetapi dalam jumlah yang sedang. Makanan ini, yaitu:

  • Daging dan ayam yang harus dibatasi hanya 50 gram/hari
  • Ikan, seperti ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan bawal, ikan bandeng dibatasi hanya 50 gram/hari
  • Kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai dibatasi hanya 25 gram/hari
  • Produk kacang kedelai, seperti tahu dan tempe juga dibatasi hanya 25 gram/hari
  • Beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, asparagus, buncis, daun dan biji melinjo, kapri, kacang polong, dan kembang kol paling banyak hanya 100 gram/hari
  • Jamur juga dibatasi hanya 100 gram/hari

Lalu, bagaimana sebaiknya asupan makan penderita asam urat?

Rekomendasi asupan makan untuk penderita asam urat pada prinsipnya adalah makan makanan dengan gizi seimbang. Yang diperlukan adalah diet sehat yang bisa dilakukan, seperti:

  • Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan gandum. Batasi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih, permen, cake, dan produk minuman manis.
  • Hindari lemak jenuh. Lemak jenuh bisa diperoleh dari daging merah, ayam berlemak, dan produk susu tinggi lemak.
  • Batasi protein. Batasi protein dari produk daging dan ikan. Protein bisa Anda dapatkan dari telur dan produk susu rendah lemak atau bebas lemak, seperti yogurt rendah lemak, susu skim, dan keju.
  • Minum banyak air. Jangan lupa untuk minum yang banyak setelah makan. Minum banyak air dapat mengurangi pembentukan kristal asam urat dalam ginjal. Minum 1500 liter atau sekitar 8 gelas per hari sangat disarankan.
  • Menjaga berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan sebaiknya Anda menurunkan berat badan Anda mencapai normal. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko dari asam urat. Menurunkan berat badan juga dapat membantu mengurangi tekanan pada persendian.

Satu hal lagi. Mengonsumsi vitamin C mungkin dapat membantu Anda mengurangi penyakit asam urat. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi dapat mengurangi asam urat. Vitamin C dapat membantu mengurangi asam urat dalam tubuh melalui ginjal. Mengonsumsi suplemen vitamin C sebanyak 500-1500 mg/hari dapat mengurangi kadar asam urat dalam darah. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda harus berapa banyak Anda mengonsumsi suplemen vitamin C, tiap individu mungkin berbeda. Terlalu tinggi dosis suplemen vitamin C juga tidak baik bagi tubuh.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca