Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mengenal Purin, Senyawa yang Jadi Musuh Penderita Asam Urat

Mengenal Purin, Senyawa yang Jadi Musuh Penderita Asam Urat

Purin adalah salah satu zat dalam makanan yang wajib dihindari oleh pengidap asam urat dan radang sendi. Konsumsinya secara berlebihan dapat memicu dan memperparah gejala.

Apa itu purin dan apa saja makanan yang mengandung senyawa ini?

Apa itu purin?

tes kadar asam urat normal tinggi

Purin adalah senyawa yang bermanfaat untuk proses metabolisme, menyediakan energi, dan mengontrol pertumbuhan sel. Senyawa ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu purin endogen dan eksogen.

Purin endogen merupakan purin yang diproduksi oleh tubuh Anda sendiri. Sekitar dua pertiga purin yang ada dalam tubuh Anda bersifat endogen.

Sementara itu, purin eksogen didapatkan tubuh melalui makanan dan minuman. Jenis purin ini diuraikan dan diproses oleh tubuh sebagai bagian dari proses pencernaan.

Saat purin endogen dan eksogen diproses dalam tubuh, keduanya dipecah menjadi asam urat. Umumnya, sebanyak 90% asam urat diserap tubuh, sedangkan sisanya dibuang lewat urine atau feses.

Meski punya banyak manfaat, asupan purin yang berlebihan dapat memicu penyakit asam urat. Maka dari itu, pengidap asam urat sering direkomendasikan untuk melakukan diet rendah purin.

Menurut UCSF Health, kadar asam urat yang normal berkisar antara 3,5 hingga 7,2 mg/dl. Jika melebihi batas normal, kondisi tersebut menjadi pertanda hiperurisemia.

Berapa kadar asam urat yang normal?

Efek purin terhadap kesehatan

gejala asam urat tidak umum

Jumlah purin yang berlebihan dalam tubuh dapat memberi dampak buruk untuk kesehatan. Dalam sistem pencernaan, purin akan dipecah menjadi asam urat atau uric acid.

Saat melebihi batas normal, kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan asam urat pada aliran darah atau hiperurisemia.

Lama kelamaan, asam urat akan mengkristal dan memicu sejumlah penyakit. Berikut sejumlah penyakit yang bisa disebabkan oleh hiperurisemia.

1. Penyakit asam urat (gout)

Gout merupakan sejenis peradangan sendi yang disebabkan oleh penumpukan asam urat dalam aliran darah. Asam urat yang berlebih lalu membentuk kristal dalam persendian.

Kristal yang terbentuk umumnya memiliki bentuk seperti jarum. Kumpulan kristal tersebutlah yang kemudian membuat sendi menjadi bengkak dan nyeri.

2. Batu ginjal

Penyakit batu ginjal terjadi ketika ditemukan endapan keras pada organ yang berfungsi untuk menyaring darah tersebut. Endapan ini bisa terbentuk oleh asam urat berlebih dalam aliran darah.

Jika asupan purin tidak dibatasi, asam urat akan mengkristal dan menumpuk dalam ginjal. Batu ginjal dapat menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil hingga bercampurnya urine dengan darah.

3. Diabetes

Studi yang dirilis dalam jurnal Scientific Reports (2016) menemukan bahwa asam urat berlebih meningkatkan risiko diabetes. Ini terjadi karena penumpukan asam urat dapat memperparah resistensi insulin.

Resistensi insulin membuat sel-sel tubuh tidak bisa memanfaatkan glukosa dengan baik. Hasilnya, gula darah menjadi tidak terkendali dan risiko diabetes pun semakin meningkat.

Melihat dampak yang dapat ditimbulkan, penting untuk menjaga kadar purin tetap dalam batas normal. Cara sederhana yang bisa dilakukan yaitu membatasi konsumsi makanan yang mengandung purin.

Makanan tinggi purin yang sebaiknya dihindari

jeroan

Makanan tinggi purin meningkatkan risiko penumpukan asam urat dalam aliran dalam darah. Oleh sebab itu, konsumsinya sebaiknya dibatasi untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.

Berikut makanan tinggi purin yang menjadi pantangan pengidap asam urat.

  • Makanan dan minuman manis.
  • Minuman beralkohol.
  • Jeroan seperti hati, otak, dan ginjal.
  • Seafood seperti ikan sarden, kerang scallop, kepiting, lobster, udang, dan oyster.
  • Daging merah, termasuk daging sapi dan babi.
  • Daging unggas seperti kalkun, ayam, dan bebek.
  • Sayuran tinggi purin, antara lain jamur, bayam, brokoli, dan kembang kol.

Makanan-makanan di atas bukan berarti tidak boleh dikonsumsi sama sekali, melainkan jumlahnya dibatasi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui batasan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Diet rendah purin untuk pengidap asam urat

Purin adalah musuh utama bagi pengidap asam urat karena bisa memicu kekambuhan gejala. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh makan makanan yang mengandung purin sama sekali.

Pada pengidap asam urat, Anda bisa menerapkan diet rendah purin untuk mengurangi risiko kekambuhan. Di bawah ini merupakan beberapa makanan dan minuman yang bisa dijadikan pilihan.

1. Susu rendah lemak

Susu rendah lemak dapat membantu meredakan asam urat. Minuman ini mempercepat pengeluaran asam urat dalam urine serta mengurangi peradangan pada persendian.

2. Buah Ceri

Ceri merupakan buah yang memiliki sifat antiperadangan. Selain itu, konsumsi buah ini diketahui juga dapat mengurangi kadar asam urat berlebih dalam tubuh.

3. Kopi

Minum kopi dapat memperlambat pemecahan purin menjadi asam urat. Minuman ini juga mempercepat pembuangan sisa asam urat dalam tubuh.

4. Air putih

Minum air putih yang cukup setiap hari membantu mengurangi gejala penyakit asam urat. Pasalnya, air putih membantu ginjal untuk mempercepat pengeluaran asam urat melalui urine.

Selain konsumsi makanan untuk asam urat di atas, pola hidup sehat turut membantu mengurangi risiko kekambuhan gejala. Tidak lupa, konsultasikan ke dokter jika gejala asam urat mulai mengganggu Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gout (Low Purine) Diet: Best Foods to Eat & What to Avoid. (2022). Retrieved 8 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22548-gout-low-purine-diet

Can the foods you eat help to control gout?. (2022). Retrieved 8 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524

Which Foods are Safe for Gout?. (2022). Retrieved 8 September 2022, from https://www.arthritis.org/health-wellness/healthy-living/nutrition/healthy-eating/which-foods-are-safe-for-gout

Uric Acid (Blood) – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2022). Retrieved 8 September 2022, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=uric_acid_blood

Uric Acid. (2022). Retrieved 8 September 2022, from https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/uric-acid—-blood-#:~:text=Normal%20Results,deciliter%20(mg%2FdL).

Fumagalli, M., Lecca, D., Abbracchio, M., & Ceruti, S. (2017). Pathophysiological Role of Purines and Pyrimidines in Neurodevelopment: Unveiling New Pharmacological Approaches to Congenital Brain Diseases. Frontiers In Pharmacology, 8. doi: 10.3389/fphar.2017.00941

Pan, A., Teng, G., Yuan, J., & Koh, W. (2016). Bidirectional Association between Diabetes and Gout: the Singapore Chinese Health Study. Scientific Reports, 6(1). doi: 10.1038/srep25766

El Ridi, R., & Tallima, H. (2017). Physiological functions and pathogenic potential of uric acid: A review. Journal Of Advanced Research, 8(5), 487-493. doi: 10.1016/j.jare.2017.03.003

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Bayu Galih Permana Diperbarui 3 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Next article: