Sudah Tahu Buruk untuk Kesehatan, Kenapa Masih Saja Merokok?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Lebih dari sepertiga atau 36,3 persen penduduk Indonesia saat ini adalah perokok. Jika mau dibandingkan, angka ini 10 kali lipat dari total penduduk Singapura! Kebiasaan merokok di Indonesia pun telah merenggut setidaknya 235 ribu jiwa per tahun. Ironisnya meski kini setiap bungkus rokok telah disertakan gambar seram peringatan bahaya merokok, hal ini tidak lantas membuat para perokok berhenti merokok. Sebenarnya, apa sih, yang membuat seseorang sulit berhenti merokok?

Mengapa seseorang sulit berhenti merokok?

Jawaban utamanya adalah nikotin. Nikotin adalah zat yang secara alami ditemukan pada tembakau, yang efek candunya sama kuat seperti heroin atau kokain. Saat Anda merokok, nikotin masuk ke dalam paru-paru dan kemudian diserap ke dalam aliran darah bersama dengan karbon monoksida dan racun lainnya, mengalir ke seluruh tubuh.

Nikotin bekerja mengalihkan emosi dan perasaan negatif, menggantinya dengan pemikiran yang membuat Anda bahagia. Pasalnya, nikotin berkaitan dengan peningkatan dopamin, senyawa kimia dalam otak yang bertanggung jawab untuk meningkatkan suasana hati dan menimbulkan perasaan bahagia. Faktanya, nikotin yang dihirup dari asap rokok bisa mencapai otak lebih cepat ketimbang obat-obatan yang diberikan melalui pembuluh darah. Nikotin juga berperan sebagai depresan dengan memengaruhi aliran antara sel saraf.

Kenapa masih saja merokok, kalau sudah tahu tak baik untuk kesehatan?

Ketika Anda sudah kecanduan merokok, Anda tak lagi bisa mengendalikan hasrat terhadap apa yang Anda lakukan sehingga Anda akan menghalalkan segala cara demi menuruti kecanduan itu. 

Seiring dengan semakin banyaknya batang rokok yang Anda isap, sistem saraf otak akan semakin terbiasa dengan paparan nikotin. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar nikotin pada darah perokok. Lambat laun, tubuh Anda akan membangun toleransi terhadap nikotin.

Artinya, Anda butuh makin banyak batang rokok dan makin sering merokok untuk bisa mendapatkan efek membahagiakan yang setara waktu pertama kali merokok dulu. Hal ini membuat perokok ingin terus merokok kembali. Itu sebabnya seorang perokok bisa dengan cepat dan mudah menjadi kecanduan terhadap nikotin.

Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan bahwa efek kecanduan ini membuat Anda sulit berhenti merokok. Tak peduli apa risiko yang mungkin menggerogoti Anda nantinya, bagaimanapun Anda harus terus merokok supaya menghindari gejala sakau yang mungkin muncul ketika berhenti merokok — misalnya, mulut asam, sakit kepala, batuk-batuk, sulit tidur, hingga perubahan mood drastis (frustrasi, mudah marah, tidak sabar, bahkan depresi).

Kecanduan bikin Anda tidak peduli kesehatan

Teori di atas diamini oleh sebuah penelitian dari Standford University yang mengamati tiga kelompok partisipan: perokok aktif, mantan perokok, dan orang-orang yang tidak merokok, selama tiga tahun lamanya. Selama rentang penelitian, masing-masing orang diberikan kuesioner berjangka yang berkaitan dengan kebiasaan merokok terhadap peningkatan risiko kanker paru.

Kuesioner ini menjadi dasar bagi peneliti untuk mengetahui seperti apa dan sejauh mana persepsi para partisipan terhadap bahaya rokok: apakah akan memengaruhi keputusan mereka untuk tetap merokok, berhenti merokok, atau justru ingin mencoba merokok.

Setelah hasil kuesioner dikumpulkan, seluruh partisipan dibagi dalam 3 kelompok berdasarkan persepsi mereka terhadap risiko merokok: Absolut, seberapa besar peluang seorang perokok terkena kanker paru; Kaitan, seberapa besar peluang seorang perokok terkena kanker paru jika dibandingkan dengan non-perokok; dan Relatif, seberapa besar peningkatan risiko kanker paru dari kebiasaan merokok. Peneliti menemukan bahwa kebanyakan partisipan meremehkan risiko relatif dari bahaya merokok.

Sederhananya, orang-orang ini cenderung lebih tidak peduli mengenai bahaya rokok bagi kesehatan karena menganggap bahwa “merokok tidak merokok pun sama saja, karena toh saya sudah terlanjur tidak sehat.” Sementara itu, ada juga orang-orang yang memutuskan untuk mencoba merokok karena yakin bahwa “Ini adalah kali pertama saya merokok, pasti tidak akan terkena risiko yang sama”. Padahal, kebiasaan merokok dapat berkembang menjadi sebuah candu, yang kemudian dapat meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai penyakit. Ini berarti orang-orang tersebut tidak sepenuhnya menyadari adanya perbedaan besar antara risiko merokok daripada manfaat tidak merokok sama sekali.

Itu sebabnya bungkus rokok bergambar seram dan baliho-baliho raksasa di jalanan yang berisi nasehat bahaya merokok di jalanan sekalipun tidak akan banyak menggoyahkan keputusan seorang perokok untuk segera berhenti merokok. Tidak mengherankan meskipun kampanye anti merokok gencar dilakukan, jumlah perokok tidak pernah berkurang.

Bukan berarti berhenti merokok itu mustahil

Tidak dipungkiri bahwa memang kebanyakan orang yang sulit berhenti merokok, terlebih jika sebelumnya merupakan perokok berat. Meskipun sulit, berhenti merokok bukanlah suatu hal yang mustahil. Manfaatnya bahkan sudah bisa Anda nikmati 30 menit setelah batang rokok terakhir Anda.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mulai berhenti merokok. Berikut adalah kompilasi beragam artikel seputar cara berhenti merokok yang ada di laman HelloSehat:

Semoga membantu!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Macam-Macam Jenis Vape (Rokok Elektrik) Plus Risiko Bahayanya yang Perlu Anda Tahu

Bahaya vape alias rokok elektrik diklaim tidak sebesar rokok tembakau. Namun, bukan berarti tak ada efek samping sama sekali, lho.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 19 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

8 Sebab Mengapa Seseorang Memiliki Wajah yang Tidak Simetris

Bagaimana bentuk wajah Anda saat berkaca? Apakah posisi mata, telinga, dan bagian muka lainnya sudah tepat atau tidak simetris?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Peneliti Dorong Pengurangan Dampak Buruk Tembakau Melalui Produk HPTL

Peneliti farmasi Universitas Brawijaya mencari tahu potensi untuk mengurangi dampak buruk tembakau melalui produk HPTL. Bagaimana hasilnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 9 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Emfisema

Emfisema adalah salah satu jenis penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) paling umum. Kondisi ini terjadi karena kerusakan kantung udara di paru-paru.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Emfisema 8 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mencegah pankreatitis

5 Cara Efektif Mencegah Pankreatitis Agar Tubuh Tetap Sehat dan Aktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara berhenti merokok

12 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit
obat berhenti merokok

4 Jenis Obat di Apotek untuk Membantu Anda Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit