Baru Pertama Kali Terkena Alergi Ketika Sudah Dewasa, Bagaimana Bisa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Alergi biasanya muncul pada masa kanak-kanak, ketika Anda baru pertama kali “berkenalan” dengan sebuah zat atau makanan tertentu lewat kontak kulit, menghirup, atau memakannya yang ternyata memicu reaksi alergi. Lantas, apa penyebabnya jika muncul alergi pada orang dewasa — padahal sedari kecil Anda aman-aman saja?

Apa penyebab munculnya alergi pada orang dewasa?

Sistem kekebalan tubuh bertanggung jawab untuk menjaga tubuh dari serangan bakteri dan virus. Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh Anda akan melawan zat yang biasanya tidak menimbulkan ancaman bagi tubuh manusia. Zat ini dikenal sebagai alergen, dan ketika tubuh Anda bereaksi terhadap mereka, hal ini menyebabkan reaksi alergi.

Hingga saat ini, dunia medis belum sepenuhnya memahami mengapa beberapa orang baru mengalami alergi pertama kali di usia dewasa, sementara sewaktu kecilnya tak pernah ada riwayat reaksi alergi terhadap apapun. Namun, beberapa pakar menduga bahwa munculnya alergi pada orang dewasa bisa dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi polutan debu dan kuman di udara yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

Yang lainnya berpendapat sebaliknya. Mereka percaya bahwa alergi pada orang dewasa bisa muncul terlambat ketika lingkungan tempat Anda beraktivitas harian sedari kecil justru terlalu bersih. Semakin higienis dan steril lingkungan tempat Anda beraktivitas sehari-hari, akan semakin kecil peluangnya bagi tubuh untuk terpapar virus dan bakteri sehingga sistem imun tubuh tidak berkembang dengan baik untuk melawan berbagai macam mikroba (virus, bakteri, jamur, dan parasit) atau keadaan-keadaan lingkungan (polusi, gigitan binatang, atau spora dari jamur) di kehidupan si anak kelak.

Salah satu kasus yang menguatkan teori ini adalah bagaimana penyakit asma yang dipicu alergi lebih sering terjadi pada orang-orang dewasa di banyak negara maju. Negara maju yang lingkungannya secara umum lebih bersih memiliki angka penduduk yang terserang penyakit asma alergi lebih tinggi daripada di negara-negara berkembang yang tipikalnya masih direpotkan masalah polusi udara dan asap knalpot.

Faktor risiko munculnya alergi baru pada usia dewasa

Tak menutup kemungkinan bahwa kebanyakan orang dewasa yang baru pertama kali mengalami alergi di usia ini sebenarnya sudah memiliki riwayat alergi sejak kecil, namun tidak mengingatnya. Reaksi alergi masa kecil juga dapat mereda atau hilang selama usia remaja, namun bisa kembali lagi saat usia dewasa. Hal ini mungkin disebabkan oleh proses penuaan alami yang lama kelamaan dapat memengaruhi daya tubuh.

Faktor risiko lainnya yang berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh adalah:

  • Sedang hamil
  • Mengalami penyakit kronis ataupun infeksi
  • Berpergian jauh atau berpindah tempat tinggal ke tempat dengan karakteristik lingkungan yang sangat berbeda jauh dari yang sebelumnya
  • Memiliki hewan peliharaan baru.

Kemungkinan lainnya adalah pemakaian antibiotik yang terlalu sering, kurangnya populasi bakteri dalam usus, kekurangan vitamin D, alergi musiman, atau alergi yang dipicu oleh makanan yang tak pernah Anda icip sebelumnya.

Berbagai jenis makanan berpotensi menyebabkan reaksi alergi dan sebagian besar alergi menetap dan baru muncul pada orang dewasa dipicu oleh bahan makanan:

  • Telur
  • Kacang
  • Seafood (terutama ikan, udang, lobster, dan berbagai macam kerang)
  • Kacang-kacangan (termasuk kacang kedelai)
  • Gandum
  • Jenis sayuran dan buah tertentu

Apa yang dapat dilakukan?

Pencegahan reaksi alergi yang paling sederhana adalah dengan cara menghindari alergen serta menghindari substansi seperti polutan udara dan makanan pemicu alergi, terutama ketika daya tahan tubuh sedang menurun. Jika alergen tidak dapat Anda hindari, selalu siap sedia obat alergi antihistamin yang dijual bebas untuk meringankan reaksi alergi.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca