Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda pengguna rutin softlens (lensa kontak), mungkin tahu bahwa softlens bisa memperparah iritasi mata dan keluhan akibat pemakaian jangka panjang. Namun, pada beberapa orang, keluhan tersebut justru disebabkan karena mereka alergi terhadap softlens itu sendiri.

Reaksi alergi dapat muncul pada berbagai bagian tubuh, termasuk mata. Ada banyak hal di sekitar Anda yang dapat memicu reaksi alergi, dan softlens bisa saja menjadi salah satunya. Berikut berbagai tanda, penyebab, dan cara mengatasinya.

Penyebab alergi softlens

aturan pakai softlens lensa kontak

Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat asing yang sebetulnya tidak berbahaya. Meskipun mekanisme dasarnya sama, alergi softlens agak berbeda dengan alergi debu, makanan, ataupun jenis alergi lainnya.

Softlens bersentuhan langsung dengan mata sehingga harus dibuat dari bahan-bahan berstandar medis yang bersifat hipoalergenik. Produk hipoalergenik dibuat sedemikian rupa agar tidak bisa memicu reaksi alergi.

Oleh sebab itu, kebanyakan kasus alergi softlens sebenarnya bukan disebabkan oleh bahan baku softlens itu sendiri, melainkan berbagai zat asing yang menempel pada permukaannya. Alergi yang dipicu oleh bahan pembuat softlens sangatlah langka.

Zat-zat asing pada permukaan softlens dapat memasuki aliran darah melalui kelopak mata, lalu terurai di dalam tubuh. Sistem imun menganggap zat-zat tersebut sebagai bahaya, kemudian menyerang mereka sehingga muncullah reaksi alergi mata.

Tanda dan gejala alergi softlens

mata merah karena softlens

Ciri-ciri alergi softlens terkadang sulit dibedakan dengan mata kering atau infeksi akibat pemakaian softlens jangka panjang. Gejala yang Anda alami kemungkinan akan sama dengan gejala alergi mata, yakni:

Selain gejala umum seperti mata merah dan berair, alergi akibat softlens juga dapat ditandai dengan gejala lain yang kurang umum. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila sering mengalami keluhan tertentu setelah menggunakan softlens.

Ada pula gangguan lain pada mata yang bisa muncul selama pemakaian softlens, tapi bukan disebabkan oleh alergi. Berikut gejala yang tidak berkaitan dengan softlens dan dapat menandakan penyakit lain yang lebih parah.

  • Rasa nyeri hebat pada mata.
  • Pembengkakan parah pada mata atau area di sekitarnya.
  • Keluarnya nanah atau cairan lain dari mata.
  • Pandangan kabur atau hilang sama sekali.
  • Kulit kelopak mata bersisik atau mengelupas.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa tanda di atas, segera periksakan mata Anda ke dokter. Gejala tersebut dapat menandakan infeksi, cedera, atau masalah lain yang perlu ditangani dengan segera.

Cara mengatasi alergi softlens

cairan softlens tetes mata

Cara terbaik mengatasi alergi softlens adalah dengan berhenti menggunakannya. Saat mata mulai terasa tidak nyaman, segera lepaskan softlens yang Anda gunakan. Jika Anda memakai softlens lebih lama lagi, hal ini justru akan memperparah nyeri.

Pertama-tama, periksa tanggal kedaluwarsa softlens Anda untuk memastikan bahwa produk tersebut masih aman digunakan. Apabila softlens yang Anda gunakan ternyata sudah kedaluwarsa, segera buang keduanya.

Bila softlens Anda belum kedaluwarsa, coba lepaskan softlens tersebut dan pakailah kacamata selama beberapa hari untuk melihat apakah gejalanya berkurang. Jika mata Anda membaik, ada kemungkinan masalah memang berasal dari softlens.

Langkah tersebut biasanya sudah cukup untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau nyeri. Akan tetapi, bila nyeri berlangsung lebih dari sehari atau muncul benjolan pada bagian dalam kelopak mata Anda, segera periksakan mata Anda ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan tes alergi untuk memastikan apakah kondisi Anda disebabkan oleh alergi. Jika penyebabnya benar alergi, Anda bisa mengatasinya dengan obat-obatan yang dijual bebas ataupun dengan resep dokter.

Berikut jenis obat yang umum digunakan untuk mengatasi alergi mata:

  • Air mata buatan. Air mata buatan membantu membersihkan alergen yang menempel pada mata serta meredakan keluhan mata gatal, merah, dan berair.
  • Antihistamin. Obat tetes antihistamin bisa mengatasi gatal, mata merah, dan bengkak. Namun, ada risiko efek samping berupa mata kering.
  • Dekongestan. Obat ini berguna untuk mengatasi mata gatal dan merah, tapi sebaiknya tidak digunakan lebih dari tiga hari karena bisa memperparah alergi.
  • Kortikosteroid. Obat tetes ini dapat meredakan gejala alergi parah atau yang berlangsung lama. Pemakaiannya harus dengan resep dokter.

Selama menggunakan obat tetes mata, Anda juga perlu menghindari pemakaian softlens dan beralih memakai kacamata untuk sementara waktu. Anda mungkin memerlukan perawatan tambahan bila alergi terbilang parah.

Bisakah Anda mencegahnya?

masa kedaluwarsa softlens

Alergi mata tidak dapat dicegah, tapi Anda bisa mencegah reaksi alergi akibat softlens dengan beragam langkah sederhana berikut.

  • Selalu membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan softlens.
  • Selalu membuang sisa cairan pada tempat softlens dan menggantinya dengan yang baru.
  • Selalu menutup rapat tempat softlens dan botol cairan softlens.
  • Mengganti merk cairan softlens yang rutin digunakan bila alergi diperparah oleh cairan softlens.
  • Menggunakan softlens dari bahan yang lain.
  • Membersihkan softlens setiap hari dengan menggosoknya pelan menggunakan jari selama 30 detik.
  • Memeriksa apakah ada kotoran di permukaan softlens sebelum memakainya.
  • Mencoba menggunakan softlens sekali pakai untuk mengurangi risiko infeksi dan iritasi.
  • Mengganti tempat softlens setiap tiga bulan sekali.
  • Tidak berbagi softlens dengan orang lain.
  • Tidak terlalu sering menggunakan softlens.

Cara Tepat Mencegah Reaksi Alergi yang Harus Anda Ketahui

Softlens berperan penting bagi orang-orang yang membutuhkannya. Namun, produk ini juga dapat menimbulkan masalah baru bila Anda mengalami mata kering, iritasi, atau bahkan alergi terhadap bahan-bahan di dalam softlens.

Awasi tanda-tanda seperti mata merah, gatal, atau berair setelah memakai softlens. Konsultasikan pada dokter bila gejala tersebut tidak kunjung hilang setelah beberapa hari. Anda mungkin saja memerlukan pengobatan untuk mengatasinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit