4 Sehat 5 Sempurna, Panduan Gizi yang Sudah Ketinggalan Zaman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apa arti makanan sehat untuk Anda? Apakah yang memenuhi syarat 4 sehat 5 sempurna? Ya, slogan tersebut mungkin masih terngiang-ngiang dalam ingatan Anda. Dan Anda mungkin juga bisa menyebutkan dengan jelas apa arti 4 sehat 5 sempurna itu. Tapi, tahukah Anda jika slogan tersebut sudah usang dan tidak digunakan lagi saat ini? Mengapa? Jadi makanan sehat harus seperti apa?

Kenapa slogan 4 sehat 5 sempurna sudah tidak bisa jadi acuan?

Slogan ini awalnya muncul pada tahun 1952 dan sejak periode tersebut, 4 sehat 5 sempurna selalu menjadi prinsip utama bila ingin hidup sehat. Sebenarnya, prinsip tersebut terinspirasi dari prinsip Basic Four  yang popular di Amerika pada era 1940-an. Namun seiring berjalannya waktu, slogan ini tidak lagi sesuai dengan kehidupan di zaman sekarang.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan penggantinya, yaitu prinsip gizi seimbang. Prinsip ini memang baru dikeluarkan dan disahkan pada tahun 2014 lalu, sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa 4 sehat 5 sempurna tidak berlaku lagi. Berikut adalah alasan mengapa slogan 4 sehat 5 sempurna sudah usang dan digantikan dengan pedoman gizi seimbang:

1. Pesan kesehatan yang tak beragam

Dari dulu, Anda mungkin berpikir jika ingin hidup sehat maka harus memenuhi prinsip 4 sehat 5 sempurna, yang di dalam piring makannya terdapat makanan pokok, lauk yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati, sayur, buah, dan susu sebagai penyempurnanya. Sementara, makanan bukan satu-satunya penentu status kesehatan Anda.

Dalam slogan gizi seimbang yang baru ini, disebutkan beberapa anjuran lain bila Anda ingin hidup sehat, seperti berolahraga rutin, mengatur porsi, memantau berat badan secara teratur, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

2. Susu tidak wajib jadi pelengkap

Bila Anda beranggapan bahwa makanan Anda baru sempurna jika ada kehadiran susu, maka anggapan itu salah. Susu tidak lagi harus ada di dalam menu Anda, sebab susu memiliki kandungan yang sama seperti lauk protein hewani. Sedangkan kandungan lain yang ada di susu seperti kalsium, fosfor, dan zat besi, juga bisa Anda temukan dalam berbagai protein hewani lainnya. Jadi jangan khawatir Anda menjadi tidak sehat karena selama ini tidak minum susu.

3. Tidak ada ketentuan porsi

Di dalam slogan kesehatan yang lama, tidak ada ketentuan dan aturan seberapa banyak porsi makan dalam sehari. Padahal, ketentuan porsi makan sangatlah penting untuk mencegah Anda mengalami kegemukan dan terserang berbagai penyakit kronis. Pada pedoman gizi seimbang Anda juga bisa mendapatkan pembagian porsi makanan di dalam piring makan Anda.

4. Fokus pada variasi bahan makanan

Semakin banyak bahan makanan yang Anda makan, semakin baik kandungan gizinya. Dalam prinsip gizi seimbang, ditekankan juga untuk mengonsumsi beragam jenis bahan makanan. Tidak hanya bergantung dengan satu jenis makanan saja, seperti makanan pokok yang bisa diganti dengan jagung, mie, ubi, atau kentang – tak melulu harus nasi. Sedangkan di dalam slogan yang terdahulu tidak ada pesan tersebut.

5. Konsumsi air mineral yang terlewatkan

Dalam 4 sehat 5 sempurna tidak disebutkan bahwa Anda harus mengonsumsi air mineral. Padahal pemenuhan cairan sangat penting untuk menjaga status hidrasi. Cairan yang paling baik untuk memenuhi kebutuhan Anda hanyalah air mineral. Oleh karena itu, pada pedoman gizi seimbang, Anda dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 8 gelas per hari atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit