6 Manfaat Daun Ubi Jalar, Dari Kesehatan Mata Hingga Jantung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Daun ubi jalar adalah daun yang terdapat pada tanaman umbi-umbian yang buahnya berwarna keunguan, atau yang sering disebut dengan ketela. Selain fungsi ketela yang bermanfaat sebagai bahan pangan alternatif, ternyata daun dari ubi ketela ini memiliki banyak manfaat. Biasanya daun ini dikonsumsi dengan cara dimasak melalui tumisan atau sebagai lalapan. Apa aja sih manfaat daun ubi jalar ini bagi kesehatan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Manfaat daun ubi jalar yang baik bagi kesehatan

1. Dapat mengurangi risiko penyakit jantung

Daun ubi jalar ini tidak disangka ternyata memiliki khasiat yang sangat luar biasa. Daun ini mengandung vitamin B6 yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kandungan nutrisi dalam daun ubi jalar terbukti 3 kali lipat lebih besar dari sayuran hijau lainnya, 5 kali lipat jumlah vitamin C, dan juga riboflavin sebanyak 10 kali lipat.

2. Membantu kepadatan tulang

Vitamin K pada daun ubi jalar nyatanya membantu tubuh mempertahankan kalsium pada tulang dan mengurangi kemungkinan terserang osteoporosis. Studi menunjukkan, bahwa asupan tinggi vitamin K dapat mencegah kehilangan tulang pada pasien osteoporosis. Vitamin K sangat penting untuk pertambahan kalsium saat membentuk tulang. Vitamin K pada daun ubi jalar ini dapat meningkatkan kesehatan tulang dan menurunkan kemungkinan patah tulang pada wanita pasca menopause.

Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa vitamin D dan vitamin K bekerja sama untuk meningkatkan kepadatan tulang. Vitamin K memiliki efek positif pada keseimbangan kalsium. Konsumsi makanan kaya vitamin K saat ada luka atau cedera tubuh dapat membantu mencegah pemulihan patah tulang.

3. Meredakan sakit pada saat haid

Dari banyaknya vitamin K pada daun ubi jalar, hal ini sangat berfungsi mengatur fungsi hormon saat meredakan nyeri haid. Vitamin K juga berguna membekukan darah dan mencegah perdarahan yang berlebihan saat menstruasi. Nah, terlebih jika tubuh kekurangan vitamin K, nyeri kram saat haid akan lebih sakit daripada orang yang tidak kekurangan vitamin K.

4. Membantu pembekuan darah

Manfaat daun ubi jalar yang ini baik bagi Anda yang memiliki konidsi tubuh hemofilia. Mengapa daun ketela ini dikatakan baik? Karena pada daun ubi jalar membantu proses pembekuan darah dengan didukung oleh 12  protein vitamin, salah satunya vitamin K. Vitamin K membantu pembekuan darah untuk memulihkan luka dan memar di kulit dengan cepat.

Ketika pembekuan darah tidak terjadi dengan benar maka orang bisa mengalami penyakit hemoragik saat baru lahir. Tak jarang bayi yang baru lahir haru segera disuntik HDN (Haemorrhagic Disease of the Newborn), agar tidak terjadi pendarahan.

5. Membantu meningkatkan kekuatan penglihatan

Selain vitamin K dengaan fungsi yang melimpah pada manfaat daun ubi jalar, ternyata terdapat pula kandungan vitamin A yang tak kalah bermanfaatnya. Vitamin A membantu mencegah degenerasi makula yang merupakan penyebab utama terjadinya kebutaan. Sebuah studi menunjukkan, bahwa asupan vitamin C, Vitamin A, zat besi, vitamin E, dan tembaga pada daun ubi jalar membantu mengurangi kemungkinan degenerasi makula sebesar 25%.

6. Membuat kulit dan rambut lebih sehat

Vitamin A pada daun ubi jalar penting untuk pertumbuhan regenerasi kulit dan untuk penyembuhan luka. Selanjutnya kandungan daun ubi ini, membantu dalam pembentukan glikoprotein yang merupakan kombinasi dari protein dan gula yang berguna mengikat sel pembentukan jaringan lunak di kulit Anda. Daun umbi-umbian ini juga menghasilkan produksi kolagen yang membantu memberikan kau dan kilau sehat dan kuat pada rambut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit