4 Manfaat Herbal Kava Kava dan Bahaya Efek Samping yang Mungkin Timbul

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kava kava (juga dikenal sebagai kava) adalah salah satu jenis obat herbal yang sudah cukup dikenal khasiatnya. Tanaman yang berasal dari kepulauan di Pasifik Selatan ini diambil akarnya kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Setelah dihancurkan, serbuknya bisa dicampur dengan air atau teh untuk diminum.

Akan tetapi, efek samping dan bahaya dari herbal ini juga sudah banyak dikenal masyarakat. Jadi, apakah kava kava berkhasiat buat kesehatan atau justru membahayakan? Berikut jawabannya.

Manfaat kava kava

Sejak dahulu kala, kava kava sudah digunakan oleh masyarakat di Fiji, Selandia Baru, Papua Nugini, dan negara-negara Pasifik Selatan lainnya. Ini dia beragam kegunaan dan manfaatnya.

1. Pereda nyeri

Herbal yang satu ini diketahui dapat membantu redakan nyeri otot atau kram. Pasalnya, senyawa kavalakton yang terkandung pada akar tanaman ini mampu melemaskan otot-otot yang kaku atau kram.

2. Mengurangi kecemasan

Menurut berbagai penelitian, salah satunya dalam Canadian Medical Association Journal, tanaman herbal ini mampu mengurangi kecemasan, membuat Anda merasa lebih tenang, dan memperbaiki suasana hati (mood).

Bahkan sebuah penelitian dalam jurnal Psychopharmacology menunjukkan kalau tanaman ini bisa membantu mengendalikan berbagai gejala gangguan cemas atau generalized anxiety disorder (GAD).

3. Obat insomnia

Kava kava dipercaya mampu mengatasi insomnia atau susah tidur karena efeknya yang menenangkan pikiran. Mengonsumsi herbal ini akan membuat Anda lebih tenang dan rileks sehingga lebih mudah terlelap. Terutama kalau Anda susah tidur karena stres atau cemas.

4. Mencegah kanker

Selain meredakan nyeri dan menenangkan pikiran, kava diyakini mampu mencegah pertumbuhan kanker dalam tubuh. Ini karena kandungan bernama flavokavain yang diduga bisa menghentikan proses pembentukan sel kanker.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan efek tanaman herbal ini dalam melawan kanker.  

Efek samping kava kava

Meskipun kava kava tampaknya menawarkan manfaat yang baik bagi tubuh, tanaman herbal ini sering mengundang kontroversi. Inilah dua risiko utama konsumsi kava.

1. Dapat menyebabkan kerusakan hati

Pada awal tahun 2000-an, muncul sebuah penelitian dari Eropa yang menguak bahwa herbal unik ini mungkin menimbulkan efek samping yaitu kerusakan organ hati (liver) hingga kematian. Pasalnya, kava diduga bisa membunuh sel-sel pada liver.

Namun menurut laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2007, hanya jenis herbal kava yang sudah dicampur dengan zat kimia bernama etanol dan aseton yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Maka sampai saat ini belum ada kepastian dari para ahli apakah kava kava sendiri berbahaya bagi liver.

2. Mengandung psikotropika

Di Indonesia sendiri belum ada dasar hukum yang mengatur kava kava. Pasalnya, penelitian seputar efeknya bagi otak masih sangat terbatas. Namun para ahli telah melihat adanya potensi kandungan psikotropika yang bisa memberikan efek psikoaktif pada tanaman ini.

Meskipun tidak bisa menyebabkan kecanduan, biasanya efek kava akan memudar kalau Anda sering mengonsumsinya. Anda jadi harus mengonsumsi lebih banyak untuk mendapatkan efek yang cukup kuat. Inilah mengapa herbal ini jadi rentan disalahgunakan.

Jadi, amankah mengonsumsi kava kava?

Karena secara medis belum ada kesimpulan yang bulat seputar manfaat, efek samping, dan dosis aman jenis herbal ini, para ahli tidak menganjurkan konsumsinya, apalagi untuk penggunaan dalam jangka panjang. Lebih bahaya lagi kalau Anda tidak yakin dengan keamanan produk yang Anda beli. Bisa saja kandungannya sudah dicampur dengan zat kimia berbahaya atau produknya ternyata palsu.  

Bila Anda memang punya gangguan kecemasan, depresi, insomnia, atau gangguan nyeri kronis, lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter. Dibandingkan dengan pengobatan herbal yang belum pasti efek sampingnya, pengobatan atau terapi dari dokter sudah teruji klinis dan terbukti aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Banyak orang mengira sebelum dan setelah haid bukan menjadi masa subur wanita. Tapi apakah berhubungan seks setelah haid bisa menyebabkan kehamilan?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit