Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hati-hati, Ini Bahayanya Kalau Sembarangan Pijat Perut Bukan Dengan Ahlinya

    Hati-hati, Ini Bahayanya Kalau Sembarangan Pijat Perut Bukan Dengan Ahlinya

    Pijat perut dikenal sebagai salah satu terapi relaksasi untuk memanjakan tubuh, bahkan meredakan sakit perut. Tapi, tahukah Anda bahwa ada bahaya pijat perut di balik segudang khasiatnya?

    Ada alasan mengapa pijat perut tidak disarankan, terutama bila dilakukan asal-asalan di rumah atau praktik pijat yang tidak profesional.

    Alih-alih bermanfaat untuk kesehatan, pijat perut yang dilakukan dengan salah justru dapat berakibat fatal untuk kondisi organ tubuh Anda.

    Simak yuk sederet bahaya pijat perut yang perlu Anda waspadai!

    Bahaya pijat perut untuk kesehatan

    Sebagaimana pijat tradisional lainnya, pijat perut memang dapat melenturkan otot-otot kaku terutama di area sekitar perut.

    American Massage Therapy Association menyebutkan bahwa terapi pijat memang bermanfaat tak hanya untuk kesehatan fisik, tapi juga efek positif untuk mental.

    Terlebih bila terapi komplementer (terapi di luar standar medis) ini dipadukan dengan lulur tradisional yang memberikan efek menenangkan dan bermanfaat untuk kesehatan kulit.

    Namun, Anda juga tidak boleh meremehkan bahaya pijat perut yang mengintai akibat tekanan berlebihan dan teknik pemijatan yang tidak tepat.

    Berikut ini bahaya pijat perut untuk kesehatan.

    1. Bekas pijat terasa sakit

    bahaya pijat perut; risiko pijat perut

    Bahaya pijat perut yang pertama adalah rasa tidak nyaman yang membekas setelah perut Anda diurut.

    Jenis pijat apa pun biasanya melibatkan berbagai tekanan, baik lembut dan kuat. Teknik pijat ini bertujuan untuk mengobati gangguan pada organ di perut atau jaringan otot.

    Tapi tak jarang dari kita yang justru merasakan badan ngilu dan sakit-sakit sehari setelah dipijat.

    Dalam dunia medis, ini dikenal sebagai post-massage soreness and malaise (PMSM). Kondisi ini ditandai dengan memar dan cedera pada otot-otot perut.

    Jika tekanan pada pijat perut dirasa menyakitkan, segera beritahu terapis pijat Anda agar menyesuaikan tekanan pijat dengan batas toleransi tubuh Anda.

    2. Masalah pencernaan

    Banyak orang yang percaya bahwa pijat perut dapat mengatasi sembelit dan membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh sistem pencernaan.

    Pijat perut digemari karena dapat menjadi cara alternatif untuk mengatasi masalah pencernaan tanpa perlu mengonsumsi obat sakit perut alami maupun medis.

    Sebuah penelitian dalam jurnal Gastroenterology Nursing (2016) memuat bukti efektivitas pijat perut untuk konstipasi. Penelitian ini dilakukan selama 2 tahun dengan melibatkan 30 pasien di Istanbul.

    Hasilnya, sistem pencernaan pasien tersebut lebih lancar sehingga secara tak langsung dapat menghilangkan racun dari tubuh.

    Namun tekanan pijat perut yang berlebihan justru dapat menimbulkan efek sebaliknya.

    Menurut situs Clinical Trials Amerika, bahaya pijat perut pada sistem pencernaan meliputi perut kembung, kram perut, sakit perut, mual, diare, dan dispnea.

    3. Membahayakan organ vital

    Badan ngilu setelah dipijat hanyalah konsekuensi ringan dari pijat perut tradisional yang seringnya tidak bisa terhindari.

    Namun untuk beberapa orang yang lebih rentan, bahaya pijat perut bisa memengaruhi organ vital di bagian perut dan menyebabkan peritonitis, rhabdomyolysis maupun masalah usus.

    Seorang terapis pijat profesional bisa mengenali keberadaan usus yang terasa seperti sosis berongga, sehingga pasti bisa membedakan mana usus dan mana otot-otot perut lainnya.

    Tekanan besar dari pijat perut dapat menyebabkan usus tersumbat sehingga makanan dan cairan tidak bisa melewati sistem pencernaan untuk dibuang menjadi kotoran.

    Ini dapat menyebabkan dinding usus berlubang (perforasi) dan infeksi yang membutuhkan tindakan pembedahan sesegera mungkin.

    4. Meningkatkan risiko masalah kesehatan pada bayi

    manfaat pijat perut

    Dengan teknik pijat bayi yang benar dan dilakukan oleh terapis bersertifikat resmi, pijat perut bayi dapat membantu meredakan gejala kolik dan sembelit.

    Namun, mengutip dari British Journal of Midwifery, kulit bayi yang berusia di bawah 12 bulan masih cenderung lebih rentan dan lebih tipis daripada kulit orang dewasa.

    Kondisi ini mengakibatkan kulit bayi lebih sensitif sehingga sangat tidak dianjurkan untuk menerima tekanan pijat yang tidak dikhususkan untuk bayi.

    Terlebih, organ tubuh bayi masih belum sempurna dan terus berkembang membuatnya lebih rentan terhadap risiko masalah kesehatan hingga sindrom kematian mendadak.

    Sebaiknya pijat bayi dilakukan oleh terapis profesional untuk mencegah risiko bahaya pijat perut bayi.

    5. Menyebabkan keguguran dan komplikasi kehamilan

    Terapi pijat selama kehamilan telah terbukti memberikan banyak manfaat, termasuk tubuh jadi lebih segar dan meningkatkan kualitas tidur.

    Tetapi teknik dan titik pemicu tertentu dalam tubuh dapat menyebabkan kontraksi dan persalinan prematur, termasuk pijat pada bagian perut.

    Selain itu, risiko bahaya pijat perut bagi ibu hamil dapat meningkat di trimester pertama dan memiliki riwayat komplikasi seperti preeklamsia.

    Menurut situs UT Southwestern Medical Center, trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan peningkatan aliran darah selama pemijatan yang berbahaya untuk janin.

    Sebaiknya, pilihlah terapis pijat prenatal yang memiliki sertifikasi khusus dan menerima pendidikan lanjutan dalam teknik yang aman untuk ibu hamil.

    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Massage and Medical Treatments | AMTA. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://www.amtamassage.org/resources/massage-and-health/medical-treatments/

    The Effects of Abdominal Massage on Functional (Primary) Chronic Constipation – Full Text View – ClinicalTrials.gov. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://www.clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT03764995

    Never had a massage? What you should know. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/massage/art-20045743

    Self-abdominal Massage. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://www.wchc.nhs.uk/content/uploads/2019/12/Self-abdominal-massage.pdf

    Everything You Need to Know About Massage Therapy. (2021). Retrieved 12 August 2022, from https://health.clevelandclinic.org/benefits-of-massage/

    Cooke, A. (2022). Infant massage: The practice and evidence-base to support it. British Journal Of Midwifery. Retrieved from https://www.magonlinelibrary.com/doi/full/10.12968/bjom.2015.23.3.166

    Is massage safe during pregnancy? | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (2022). Retrieved 12 August 2022, from https://utswmed.org/medblog/massage-pregnancy-guidelines/

    (Karaman) Turan, Nuray & Aşt, Türkinaz. (2016). The Effect of Abdominal Massage on Constipation and Quality of Life. Gastroenterology Nursing. 39. 48-59. 10.1097/SGA.0000000000000202. 

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 7 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan