home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Jenis Lulur Tradisional dan Manfaatnya Bagi Kulit

5 Jenis Lulur Tradisional dan Manfaatnya Bagi Kulit

Bagi Anda yang sering melakukan perawatan kecantikan, tentu Anda tak asing dengan luluran. Jenis perawatan yang satu ini bisa dilakukan sendiri di rumah maupun di salon. Nah, ternyata ada beberapa jenis lulur tradisional Indonesia yang dapat memberikan khasiat yang berbeda-beda pula, lho.

Manfaat luluran untuk kecantikan kulit

Siapa di sini yang tidak suka luluran? Luluran merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit. Tak hanya untuk wanita, beberapa kaum pria pun suka melakukan luluran. Di samping untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat, luluran juga dapat membuat tubuh kita lebih rileks dan segar.

Sama seperti kulit pada wajah, kulit pada tubuh secara rutin selalu berganti dengan sel yang baru, dengan lapisan sel yang lebih sehat yang ada di bawah sel yang sudah lebih tua.

Proses pergantian sel ini melambat seiring bertambahnya usia, nah di sini lulur dapat memberikan dorongan untuk kulit melakukan pergantian sel.

Lulur bekerja dalam beberapa cara. Pada saat lulur dipijatkan di tubuh Anda, butiran kasarnya membantu untuk mengelupaskan sel kulit mati.

Selain itu, menggosok lulur pada tubuh juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aliran darah ke permukaan kulit, serta dapat melembapkan kulit Anda.

Jenis-jenis lulur di Indonesia

Di Indonesia, tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan terus diturunkan dari nenek moyang. Tak heran, banyak jenis lulur yang khas dari Indonesia dan juga disenangi oleh para wisatawan dari luar negeri.

1. Lulur kuning jawa

Lulur kuning jawa terbuat dari campuran bahan-bahan alami khas jawa, seperti tepung beras, kunyit, temu giring, dan daun pandan. Bahan-bahan tersebut berguna untuk menghilangkan sel kulit mati, mendinginkan kulit, melembabkan, menghaluskan, dan mencerahkan kulit.

Selain itu, tepung beras juga mengandung asam ferulat dan allantoin yang juga dapat melindungi kulit dari sinar matahari.Keduanya membantu memperbaiki dan mendinginkan kulit dari sengatan matahari.

Kandungan kunyit dalam lulur kuning jawa juga bermanfaat untuk kulit. Kunyit merupakan agen antibakteri dan antipenuaan.

Kunyit mengandung banyak sekali antioksidan yang baik untuk membuat kulit tampak awet muda dan segar. Selain itu, kunyit juga membantu merangsang pertumbuhan sel baru dan menjaga elastisitas kulit.

2. Lulur bengkuang

Bengkuang mengandung banyak vitamin dan mineral. Salah satu vitamin yang banyak terkandung dalam bengkuang adalah vitamin C. Karena kandungan vitamin C-nya yang tinggi ini, bengkuang sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit.

Vitamin C ditemukan dalam lapisan luar (epidermis) dan dalam (dermis) kulit Anda. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat membantu memproduksi kolagen agar kulit tetap sehat.

Keberadaannya berkhasiat untuk menghilangkan tanda-tanda penuaan karena berperan dalam sintesis kolagen dalam tubuh. Vitamin C juga dapat membantu memperbaiki dan mencegah kulit kering, serta melindungi kulit dari sinar matahari.

3. Lulur susu

Susu dapat menjadi pembersih dan pelembab kulit Anda. Susu mengandung air, lemak, dan protein yang dapat menjadi faktor pelembab alami yang hilang pada kulit kering.

Lulur susu memiliki kemampuan untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam minyak dengan bantuan enzim lipase yang larut dalam lemak, menghilangkan kotoran yang mengandung protein dengan bantuan protease, dan menghilangkan sel kulit mati dengan bantuan asam laktat.

Selain itu, susu dapat mencerahkan kulit Anda dengan mendukung pengelupasan sel-sel kulit mati. Juga, susu sebagai agen antipenuaan yang dapat membantu mengurangi kulit keriput. Hal ini karena kandungan enzim, protein, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam susu.

4. Lulur kopi

Lulur kopi dapat memberikan manfaat bagi kulit, misalnya dapat meningkatkan tekstur kulit supaya lebih halus dan lembut.

Kopi juga dapat membantu pengelupasan sel-sel kulit mati sehingga mendorong terbentuknya sel-sel kulit yang baru, yang ada di bawahnya.

Pengelupasan kimia atau pengangkatan sel kulit mati terjadi dengan bantuan enzim dan sifat asam dari kopi. Pengangkatan sel kulit mati ini membuat kulit terlihat lebih cerah berseri.

5. Lulur cokelat

Selain untuk dinikmati karena rasanya yang menggoda, coklat juga menjadi pilihan jenis lulur favorit karena khasiatnya yang dapat meningkatkan kesehatan kulit. Ya, lulur cokelat dapat membantu melembabkan kulit, mencerahkan kulit, dan melindungi kulit dari sinar matahari.

Dalam cokelat terkandung vitamin A dan vitamin E yang dapat memperbaiki sel kulit dan meremajakan kulit. Cokelat juga mengandung antioksidan yang dapat mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas.

Dark chocolate mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan elastisitas kulit dan menghambat tanda-tanda penuaan pada kulit.

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lin, F., Lin, J., Gupta, R., Tournas, J., Burch, J., Angelica Selim, M., Monteiro-Riviere, N., Grichnik, J., Zielinski, J. and Pinnell, S., 2005. Ferulic Acid Stabilizes a Solution of Vitamins C and E and Doubles its Photoprotection of Skin. Journal of Investigative Dermatology, 125(4), pp.826-832. Retrieved 9 June 2021.

Kumar, N. and Pruthi, V., 2014. Potential applications of ferulic acid from natural sources. Biotechnology Reports, 4, pp.86-93. Retrieved 9 June 2021.

Vitamin C and Skin Health. (2011). Oregon State University. Retrieved 9 June 2021, from https://lpi.oregonstate.edu/mic/health-disease/skin-health/vitamin-C

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 20/01/2017
x