Tidak Ingin Nyeri Badan Saat Puasa? Ikuti 5 Tips Mencegahnya Berikut Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/02/2020
Bagikan sekarang

Nyeri otot dan sendi atau badan pegal bisa muncul kapan saja, bahkan, saat menjalani puasa Ramadan. Bukan hanya mengganggu aktivitas, rasa nyeri yang Ada rasakan di sekujur tubuh bisa mendorong Anda membatalkan puasa demi minum obat. Nah, agar terbebas dari pegal-pegal, berikut adalah cara mencegah nyeri badan saat bulan puasa.

Tips mencegah nyeri badan saat puasa

Sakit badan saat menjalani puasa Ramadan menjadi keluhan banyak orang. Ini bisa terjadi pada orang yang sehat maupun orang yang memang memiliki masalah pada otot maupun sendi.

Bila tidak ingin terganggu dengan rasa nyeri badan saat puasa, Anda bisa menyontek beberapa tips berikut:

1. Cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

cara diet air putih

Salah satu tips mencegah munculnya rasa nyeri dan badan pegal-pegal saat puasa adalah dengan menjaga kebutuhan cairan.

Selama berpuasa, asupan air dan makanan menjadi berkurang. Kondisi ini menyebabkan elektrolit dalam tubuh menjadi tidak seimbang sehingga membuat badan terasa nyeri saat puasa.

Untuk mencegah sakit badan saat puasa ini, Anda perlu menjaga kestabilan elektrolit dalam tubuh. Caranya cukup mudah, yaitu memenuhi kebutuhan cairan Anda di waktu sahur dan berbuka.

Sempatkan untuk banyak minum, baik itu air putih, jus buah, atau minuman elektrolit saat sahur dan berbuka.

Selain minum, penuhi juga kebutuhan mineral dan vitamin Anda dari makanan yang sehat, terutama sayur dan buah.

2. Jaga postur tubuh dan lakukan peregangan saat bekerja

postur tubuh ideal

Postur tubuh yang buruk bisa menjadi penyebab Anda mengalami nyeri badan saat puasa. Oleh karena itu, biasakan diri untuk berdiri, berjalan, dan duduk dengan tegak.

Jangan terlalu bungkuk ke depan, terlalu tegak, atau miring. Hal ini bisa membuat otot Anda menjadi tegang.

Supaya dapat duduk tegak dengan nyaman, Anda bisa menyisipkan bantal yang empuk di belakang punggung sebagai penahan tubuh.

Lakukan pula latihan peregangan di sela-sela waktu bekerja untuk merelaksasi otot dan saraf yang kaku.

3. Olahraga ringan

Jika Anda memiliki masalah sendi dan otot, olahraga merupakan pilihan terbaik untuk mencegah kambuhnya nyeri badan saat puasa.

Anda bisa melakukan olahraga ringan, seperti jalan santai, bersepeda, atau yoga di sore hari.

Olahraga tidak hanya memperkuat tulang, otot, dan sendi saja. Gerakan latihan tertentu, seperti yoga, ternyata juga dapat dijadikan cara untuk memperbaiki postur tubuh sehingga sakit badan bisa dihindari.

Selain itu, olahraga juga bisa mengurangi stres. Stres bisa memicu kambuhnya rasa sakit pada tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa tubuh dapat mengatasi stres saat puasa. Meski begitu, kombinasi puasa dengan olahraga tentu akan jadi lebih efektif dalam mencegah nyeri tubuh.

4. Perbaiki posisi tidur

Sumber: Bustle

Selain postur tubuh yang buruk, posisi tidur yang salah juga bisa menyebabkan badan Anda pegal dan sakit. Untuk itu, memperbaiki posisi tidur Anda juga menjadi salah satu cara untuk mencegah nyeri badan saat puasa.

Hindari tidur dengan bantal yang terlalu tinggi karena bisa menyebabkan sakit leher. Jangan pula tidur dengan posisi tengkurap dengan menumpu tangan karena dapat menimbulkan sakit leher dan tangan pegal.

Baiknya, Anda tidur dengan posisi telentang dengan bantal yang nyaman. Anda juga bisa tidur menghadap samping kanan atau kiri secara bergantian.

Jika Anda pakai kipas angin, aturlah besar angin jika langsung mengarah ke tubuh Anda. Kenapa? Angin yang terlalu besar bisa membuat otot kaku dan menyebabkan badan pegal esok harinya.

5. Minum obat dan konsultasi ke dokter

minum aspirin meningkatkan peluang hamil

Bagi Anda yang memiliki masalah otot dan sendi, lakukanlah cek rutin sebelum berpuasa. Jangan lupa untuk minum obat yang sudah diresepkan dokter, pada waktu berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur.

Pasang pengingat di ponsel atau notes di kulkas untuk minum obat. Jangan sampai, lupa minum obat yang menyebabkan badan nyeri kembali kambuh saat puasa.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
bolehkah suntik kb saat puasa

Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
minum jus saat puasa

Langsung Minum Jus Buah Saat Berbuka Puasa, Boleh atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020