3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setelah berpuasa selama sebulan penuh, umat muslim di seluruh dunia merayakan kemenangannya menahan segala jenis godaan baik godaan makanan, minuman, dan amarah di bulan suci Ramadan. Perayaan lebaran di Indonesia selalu identik dengan makan bersama sanak keluarga. Bagaimana caranya untuk lebaran sehat?

Menu tradisional khas Indonesia yang penuh rempah dan kaya bumbu, seperti ketupat, opor ayam, rendang, semur daging, dan sambal goreng ati menjadi menu wajib yang tidak pernah hilang dalam perayaan Idul Fitri.

Namun, di balik kelezatan hidangan hari raya, ada bahaya yang mengancam bagi kesehatan. Hal ini disebabkan berbagai menu hidangan tersebut cenderung tinggi karbohidrat dan lemak yang dapat memicu penyakit paska Lebaran. Namun, jangan khawatir kita tetap bisa berlebaran dengan sehat. Bagaimana caranya? Ikuti “3 Rumus Sehat” berikut ini.

Sehat 1 – Kendalikan nafsu makan Anda agar sehat saat lebaran

Walaupun kita baru saja melewati Ramadan di mana kita diwajibkan menahan lapar dan haus, bukan berarti saat Lebaran kita dapat memuaskan diri dengan berbagai makanan. Tetap kendalikan nafsu makan Anda dan makanlah sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda. Cara menghitung kalori harian cukup mudah, yaitu:

  • Pria : 30 kkal x berat badan
  • Wanita : 25 kkal x berat badan

Untuk mengatasi nafsu makan yang berlebih, Anda dapat memakan makanan pembuka sebelum berkunjung. Ini pun sesuai dengan sunnah Rasul, bahwa sebaiknya kita makan dahulu sebelum berangkat salat Ied. Anda bisa makan satu buah apel beserta kulitnya, karena kulit apel dapat mengendalikan nafsu makan, sehingga Anda tidak kalap ketika melihat banyaknya sajian hari raya. Jika Anda kurang suka apel, Anda bisa memakan buah-buahan kaya air lainnya, seperti semangka, melon, atau pepaya.  Buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk juga dapat mampu menetralisir lemak yang dikonsumsi.

Sehat 2 – Makan dengan “3 Tepat”

Makan seimbang kadang kala menjadi tantangan sendiri di momen hari raya. Makanan yang tersedia cenderung kurang baik bagi kesehatan. Tapi, bukan berarti Anda harus menghindari santapan khas Lebaran, yang perlu Anda lakukan adalah memilih dengan “3 Tepat”, yaitu:

1. Tepat jadwal

Makanlah sesuai jadwal makan seperti di hari-hari lain. Makan besar tetap 3x sehari (sarapan, makan siang, makan malam) dan boleh diselingi snack 2x yaitu di jam 11 dan 5 sore. Ada baiknya snack yang dimakan mengandung serat tinggi misalnya buah-buahan dan sayuran.

Fungsi makanan snack alias camilan adalah untuk mengondisikan perut dalam keadaan yang tidak terlalu kosong. Hal ini mencegah makan dalam porsi banyak pada saat jadwal makan besar. Tidak lupa pula, jangan biasakan selalu makan di setiap rumah, bila berkunjung untuk silaturahmi. Berkomitmenlah untuk mematuhi, maka Anda bisa merayakan Lebaran dengan sehat dan aman.

2. Tepat jumlah

Jumlah makanan yang kita makan juga perlu kita perhitungkan. Jumlah makanan yang direkomendasikan oleh para ahli gizi adalah sebagi berikut :

    • Karbohidrat : 45% – 60% dari total kalori harian
    • Lemak : 20% – 25% dari total kalori harian
    • Protein : 10% – 20% dari total kalori harian
    • Serat : > 25 gram/ hari
    • Garam : maksimal 3.000 gram

Bila Anda kesulitan untuk menghitung dengan cara di atas, cara mengatasinya mudah. Cukup ambil makanan yang bervariasi dengan komposisi seimbang dan menggunakan piring kecil. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah Anda makan dalam porsi besar. Lebih baik, makan porsi sedikit dan sering dibandingkan makan dalam porsi besar dalam satu waktu.

3. Tepat jenis

Jenis makanan pada hari raya sangat beragam. Pilihlah makanan yang Anda suka dengan mempertimbangkan kandungan gizi dari makanan tersebut. Hindarilah makanan yang terlalu pedas dan terlalu asam karena dapat meningkatkan kadar asam lambung. Begitu pun sebaiknya pilih makanan yang direbus atau dipanggang daripada makanan yang digoreng dan penuh santan. Makanan yang digoreng dan penuh santan dapat menaikkan kadar kolesterol Anda yang akan menimbulkan gejala mual, pusing, nyeri tengkuk atau nyeri perut.

Batasi pula konsumsi makanan asin dan minuman manis dalam jumlah banyak. Kafein dan alkohol harus dihindari, begitu pun aneka jeroan yang mampu menaikkan asam urat Anda. Perbanyak minum air putih.

Sehat 3 – Silaturahmi sehat saat lebaran

Lebaran adalah momen yang tepat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Bersilaturahmilah dengan sehat. Biasakan untuk berjalan kaki menuju rumah kerabat yang tidak terlalu jauh atau sengaja memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi silaturahmi. Selain itu, perbanyaklah senyum, karena mampu merangsang keluarnya hormon endorfin, sebuah hormon yang mampu menciptakaan perasaan bahagia.

Jangan lupa kenali kemampuan tubuh Anda. Segeralah beristirahat bila mulai kelelahan dengan waktu tidur yang cukup.
3 Rumus Sehat ini mudah untuk diikuti dan menjamin Anda dapat berlebaran dengan senang namun tetap sehat. Tanpa khawatir akan masalah kesehatan yang mengintai paska lebaran. Selamat mencoba.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

    Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Alergi Makanan

    Alergi makanan adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi suatu zat makanan tertentu. Makanan apa saya yang menyebabkan reaksi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Diet Gagal Ginjal: Seberapa Penting dan Bagaimana Caranya?

    Selain menjalani perawatan, pasien gagal ginjal ternyata juga perlu melakukan diet khusus. Apa saja hal yang perlu dipersiapkan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Ginjal 31 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

    Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

    Bagi Anda yang ketagihan mie instan, sekadar diingatkan apa bahaya kebanyakan mie instan saja tak akan mempan. Lebih baik coba pakai cara ampuh ini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan untuk kolesterol, serat menurunkan kolesterol

    Makanan yang Membantu Menurunkan Kolesterol, Plus Cara Memasak yang Tepat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    beras merah lebih sehat

    Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan yang dapat menyembuhkan kanker otak

    Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    Makanan setelah operasi

    Jenis Makanan Setelah Operasi yang Dapat Membantu Pemulihan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit