Kondisi Gigi yang Bisa Diveneer dan Tidak Menurut Ahli

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Veneer menjadi salah satu tren yang sedang banyak diminati. Apakah Anda termasuk salah satu yang berencana menjalankan prosedur yang satu ini? Tunggu dulu. Pasalnya tidak semua gigi bisa diveneer. Sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan ini, yuk cari tahu dulu syarat gigi yang bisa dan tidak bisa melakukan veneer.

Apa itu veneer?

veneer gigi

Banyak orang tertarik untuk melakukan veneer karena prosedur ini bisa mempercantik tampilan diri terutama saat tersenyum. Menurut seorang dokter gigi estetika, drg. Astrid Khatalia, Sp. Pros, sekarang ini veneer menjadi sebuah tren yang justru dikenal untuk memutihkan gigi.

“Sebenarnya veneer bertujuan untuk memperbaiki tampilan gigi yang rusak atau tidak proporsional plus memperbaiki warnanya. Namun sekarang, justru banyak diminati untuk memutihkan gigi,” ucap drg. Astrid Khatalia, Sp. Pros., dalam acara Dental Expert Forum 2019 di Graha Unilever, BSD, Senin (8/4).

Dalam dunia kedokteran gigi, drg. Astrid menyatakan bahwa veneer merupakan salah satu prosedur perbaikan gigi yang ditujukan untuk gigi bagian depan. Tujuannya untuk memperbaiki bentuk dan susunan gigi secara instan dengan hasil yang lebih proporsional.

Veneer merupakan cangkang yang dibuat menyerupai gigi untuk kemudian ditempelkan pada permukaan luarnya atau email gigi. Dengan begitu, tampilan gigi yang tadinya kurang proporsional menjadi lebih baik.

Namun, perlu diketahui tidak semua orang dapat melakukan veneer untuk giginya, ada syarat-syarat yang boleh dan tidak boleh melakukan prosedur satu ini.

Syarat gigi yang bisa dan tidak bisa menjalani veneer

gigi patah

Jangan keliru, ternyata tidak semua orang boleh melakukan veneer. Ada beberapa syarat atau kondisi untuk gigi agar bisa melakukan veneer.

Menurut drg. Astrid, bentuk dan ukuran gigi menjadi salah satu masalah paling umum yang membuat seseorang perlu melakukan prosedur ini.

“Gigi yang terlalu kecil, terlalu besar, dan susunan gigi yang tidak proporsional inilah yang kerap menjadi permasalahan,” ucap drg. Astrid dalam seminar Dental Expert Forum 2019.

Selain itu, dilansir dari laman American College of Prostodhontists, prosedur ini juga menjadi solusi untuk orang dengan gigi depan yang memiliki kondisi seperti:

  • Berubah warna
  • Patah
  • Besar sebelah
  • Sedikit bercelah
  • Tidak rata

Di luar syarat-syarat kondisi gigi yang telah disebutkan, ada beberapa kondisi yang membuat prosedur veneer sebaiknya tidak dilakukan. Dalam paparannya, drg. Astrid menyatakan bahwa ada beberapa masalah yang membuat prosedur ini tidak bisa dilakukan seperti:

  • Gigi yang jaraknya terlalu renggang
  • Gigi yang susunannya terlalu bertumpuk
  • Gigi yang terlalu maju
  • Gigi yang rusak seperti mengalami pembusukan

Prosedur yang dilakukan sebelum veneer gigi

gigi tidur

Prosedur pelapisan gigi ini tidak bisa asal dilakukan. Selain harus memerhatikan berbagai syarat kondisi gigi untuk veneer, masih ada beberapa tahapan lagi agar prosedur ini berjalan baik.

Sebab, salah-salah, bukannya semakin bagus yang terjadi justru bisa sebaliknya jika tidak dilakukan dengan hati-hati oleh ahlinya.

Oleh karena itu, drg. Astrid menyatakan ada beberapa hal yang biasanya dilakukan dokter gigi sebelum proses veneer dilakukan, antara lain:

  1. Menyeleksi kasus, termasuk apakah pasien memenuhi syarat gigi yang bisa melakukan veneer atau tidak.
  2. Melakukan foto gigi untuk membantu mendiagnosis masalah.
  3. Melakukan pemeriksaan dengan sinar X jika diperlukan untuk mencegah risiko infeksi di kemudian hari.

Setelah menentukan bahwa Anda termasuk kategori yang bisa melakukan veneer, dokter gigi akan membuat beberapa rencana. Salah satunya termasuk menentukan warna dan bentuk yang cocok dengan permasalahan Anda.

Selain itu, dokter juga akan membuat perhitungan mengenai seberapa banyak gigi yang perlu diasah atau dikikir. Dalam proses ini, dokter gigi akan melakukan penuh perhitungan sebab pengasahan yang terlalu banyak bisa membuat gigi menjadi sensitif setelah prosedur.

Anda juga tak perlu khawatir akan rasa sakit atau ngilu yang mungkin muncul selama prosedur. Pasalnya, dokter gigi yang berpengalaman biasanya akan memberikan anestesi untuk membuat Anda tetap nyaman selama prosedur.

“Biasanya saya juga akan memberikan anestesi di awal dan sebelum pencetakan dimulai. Tak hanya itu, saya juga akan memberikan obat penghilang nyeri di tengah perawatan agar pasien tidak merasa sakit,” tutur drg. Astrid.

Menurutnya, kunci penting dalam veneer adalah mencari dokter yang berpengalaman di bidangnya. Tujuannya agar Anda tak hanya dapat hasil yang maksimal tetapi juga tetap mendapatkan kenyamanan saat prosedur berlangsung.

Perawatan setelah veneer gigi

penyebab bau mulut

Dengan pengerjaan yang benar dan seluruh syarat dipenuhi, veneer bisa bekerja seperti gigi normal.  Selain itu menurut drg. Astrid, veneer juga tidak akan mengalami perubahan warna seperti pada gigi biasa. Pasalnya lapisan veneer tidak bisa menyerap warna makanan atau minuman, seperti kopi.

Anda hanya perlu melakukan perawatan gigi pada umumnya, seperti menyikat gigi, berkumur, dan melakukan flossing. Selain itu, hindari menggigit sesuatu yang terlalu keras, yang bisa mematahkan veneer, menggigit es batu misalnya. Intinya, semua hal yang bisa merusak gigi asli juga bisa merusak veneer.

Hal yang paling penting, lakukan pemeriksaan ke dokter selama enam bulan sekali. Dengan pemeriksaan rutin, dokter akan memastikan bahwa kondisi veneer dan gigi Anda tetap baik dan sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Maloklusi (Gigi Berantakan)

Maloklusi adalah gangguan pada tulang rahang yang menyebabkan gigi berantakan,entah itu jadi tumpang tindih, bengkok, atau gigi tonggos (overbite).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Sakit Gigi

Sakit gigi adalah penyakit sejuta umat. Cari tahu inof lengkap dari gejala, penyebab, serta cara mencegah dan mengobati gigi ngilu di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Perawatan gigi melalui prosedur medis dengan dokter dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi. Pelajari jenisnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Gigi Sensitif

Gigi sensitif menyebabkan Anda susah mengonsumsi yang terlalu dingin, panas, atau asam. Cari tahu penyebab, pengobatan, dan cara mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

scaling gigi

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
pulpotomi adalah

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gigi goyang

Gigi Goyang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi

Baking Soda untuk Gigi Lebih Putih? Begini Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit