Setelah Lepas Behel, Apakah Perlu Pakai Retainer Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Setelah melepas behel untuk mengatasi gigi berantakan, Anda biasanya dianjurkan untuk menggunakan retainer. Mungkin beberapa orang akan merasa tidak nyaman karena harus menggunakan alat lain lagi di mulutnya. Sebenarnya, seberapa perlu retainer gigi? Kemudian, apa yang harus dipertimbangkan ketika memilih alat tersebut?

Kenapa saya perlu retainer gigi?

cara merawat retainer gigi

Alasan paling umum kenapa Anda perlu memakai retainer adalah demi menjaga posisi gigi yang baru  diperbaiki dengan behel gigi tetap pada posisi seharusnya.

Fungsi retainer gigi sangat penting dalam proses merapikan gigi Anda. Dikutip dari Oral Health Foundation, retainer akan menahan struktur gigi yang sudah diperbaiki behel sementara gusi dan tulang gigi memulai beradaptasi.

Jika langkah ini tidak dilakukan, gigi yang sudah dirapikan dengan behel bisa bergeser lagi. Ini bisa membuat penggunaan behel Anda sebelumnya jadi sia-sia dan menyebabkan sebuah kondisi yang disebut sebagai relapse.

Dokter akan menentukan berapa lama seseorang harus menggunakan retainer ini. Ada yang menggunakannya selama tiga bulan, setahun, atau mungkin lebih. Selain itu, ada juga yang diinstruksikan dokter untuk menggunakan retainer sepanjang hari atau waktu tertentu, tergantung masalah gigi yang Anda alami.

Jenis retainer apa yang cocok bagi saya?

pasang retainer gigi

Terkait jenis retainer yang harus digunakan, sebaiknya diskusikan dahulu dengan dokter. Setiap orang memerlukan retainer yang berbeda-beda dari jenis, lama pemakaian, dan posisi pemakaian. Ada retainer yang digunakan di depan, tapi ada juga yang digunakan di belakang gigi sehingga tak terlalu terlihat. 

1. Retainer yang bisa dilepas pasang sendiri

Salah satu jenis retainer yang banyak Anda jumpai adalah retainer yang bisa dilepas pasang atau  removable. Retainer seperti ini akan lebih mudah dibersihkan setelah makan. Sebab, Anda bisa melepaskannya terlebih dahulu ketika ingin makan dan membersihkannya secara langsung.

Akan tetapi, memang diperlukan kesadaran yang lebih tinggi untuk menggunakannya retainer model ini. Beberapa kekurangan lainnya adalah berikut ini:

  • Bisa hilang jika tidak disimpan dengan baik
  • Mudah rusak jika dibiarkan tergeletak
  • Menyebabkan produksi air liur berlebihan (hipersalivasi)
  • Bakteri lebih rentan tumbuh di atasnya sebab retainer akan sering keluar masuk dari mulut

Meskipun memiliki kekurangan, Anda  jadi lebih mudah untuk menjaga kebersihan retainer jenis ini. Namun, masalah utama penggunaan jenis ini adalah sering lupa atau tidak rutin menggunakannya sehingga bisa membuat gigi yang sudah dirapikan berantakan lagi.

2. Retainer permanen

Retainer permanen terdiri dari kawat padat yang dikepang melengkung agar sesuai dengan bentuk gigi Anda. Retainer ini disebut juga dengan kawat lingual atau retainer terikat. Retainer jenis ini tidak dapat dilepaskan sendiri kecuali oleh dokter gigi Anda.

Menurut para dokter gigi, potensi gigi kembali berantkan akan lebih kecil terjadi jika menggunakan retainer permanen ini. Sebab, retainer ini tidak akan dilepas pasang oleh penggunaannya terlalu sering dan selalu menempel di gigi untuk menjaga posisi gigi.

Apa saja bahan retainer gigi yang umum digunakan?

jenis retainer transparan

Selain mempertimbangkan jenis, Anda juga harus mengenali material dan bahan retainer yang umum digunakan. Konsultasikan dengan dokter gigi atau ortodontis untuk mengetahui tipe yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami.

1. Retainer Hawley

Jenis retainer Hawley disebut juga dengan retainer kawat. Meskipun dari kawat, retainer ini juga tetap bisa dilepas pasang. Retainer ini terbuat dari kawat logam tipis dan ada sedikit campuran plastik dan akrilik. Retainer Hawley ini akan digunakan di sepanjang bagian gigi bawah dan juga di bagian gigi atas.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan retainer Hawley yang perlu Anda pahami sebelum mulai memilihnya.

Kelebihan

  • Dapat disesuaikan lebih detail atau lebih baik dengan posisi gigi dibandingkan jenis retainer lain
  • Lebih tahan lama
  • Bisa bertahan bertahun-tahun jika dirawat dengan benar

Kekurangan 

  • Penggunaan jenis retainer gigi ini sedikit memengaruhi kemampuan Anda berbicara sebab ada benda asing di dalam mulut
  • Kawat dapat mengiritasi bibir dan pipi sehingga perlu pencegahan yang tepat

Sekarang ini juga mulai tersedia retainer Hawley dengan kawat transparan. Ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang tidak mau kawat berwarna.

2. Retainer plastik

Retainer plastik termasuk jenis yang dapat dilepas pasang sendiri. Nama retainer jenis ini sering disebut dengan retainer vakum, atau retainer termoplastik. Retainer ini dicetak agar sesuai dengan posisi baru gigi Anda setelah menggunakan behel.

Dikarenakan bentuk dan warnanya yang transparan, retainer plastik sering disamakan dengan invisalign. Padahal invisalign memiliki fungsi seperti behel dan materialnya lebih lentur ketimbang retainer transparan.

Jika membahas retainer plastik ini, ada tiga merek besar yang paling banyak digunakan, yakni Vivera, Essix, dan Zendura. Retainer plastik ini lama kelamaan jadi lebih populer dan sering digunakan dibanding dengan retainer Hawley.

Tentunya retainer plastik ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, berikut beberapa di antaranya.

Kelebihan 

  • Tidak terlalu terlihat sebab warnanya yang transparan
  • Terasa lebih nyaman daripada jenis Hawley sebab bahannya tidak terlalu tebal
  • Tidak terlalu memengaruhi kondisi berbicara Anda

Kekurangan 

  • Jika rusak, pecah, atau retak, maka tidak bisa diperbaiki lagi dan harus diganti seluruhnya
  • Bisa melengkung jika terkena paparan panas
  • Semakin sering digunakan, warna transparannya bisa berubah

Untuk mengetahui jenis yang bagus dan cocok, diskusikan dengan dokter dan sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Retainer yang dipilih harus tepat, sebab Anda akan menggunakannya dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Selain itu, Anda juga tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi demi mengetahui apakah retainer perlu diperbaiki atau dibuat baru. Jika rusak atau pecah, segera konsultasikan dengan dokter gigi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baking Soda untuk Gigi Lebih Putih? Begini Cara Pakainya

Menggunakan baking soda untuk gigi lebih putih dan bebas noda kini banyak dipraktikkan. Bagaimana cara kerja dan anjuran pemakaiannya agar tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Maloklusi (Gigi Berantakan)

Maloklusi adalah gangguan pada tulang rahang yang menyebabkan gigi berantakan,entah itu jadi tumpang tindih, bengkok, atau gigi tonggos (overbite).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Perawatan gigi melalui prosedur medis dengan dokter dapat membantu mengurangi risiko kerusakan gigi. Pelajari jenisnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Gigi Sensitif

Gigi sensitif menyebabkan Anda susah mengonsumsi yang terlalu dingin, panas, atau asam. Cari tahu penyebab, pengobatan, dan cara mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gigi, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
scaling gigi

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
pulpotomi adalah

Mengenal Perawatan Pulpotomi untuk Gigi, Kapan Sebaiknya Anda Lakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gigi goyang

Gigi Goyang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit