home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yuk, Rapikan Gigi yang Renggang dengan Behel Transparan

Yuk, Rapikan Gigi yang Renggang dengan Behel Transparan

Tidak pede tersenyum karena gigi renggang dan tidak rapi? Jangan khawatir, Anda bisa merapikan gigi yang berantakan ini tanpa perlu cabut gigi atau pasang kawat gigi. Sebagai gantinya, Anda bisa memakai behel transparan untuk merapikan dan meratakan gigi renggang. Apa itu behel transparan? Simak ulasannya berikut ini.

Apa dampaknya punya gigi renggang?

Gigi renggang bisa terjadi karena ukuran gigi yang terlalu kecil atau ukuran tulang rahang yang terlalu besar. Akibatnya, muncul jarak antar gigi yang kemudian menciptakan celah kosong.

Kondisi ini bisa bawaan lahir, bisa juga terbentuk akibat kebiasaan tertentu di masa kecil, seperti mengisap jempol.

Tentu saja, masalah gigi ini kadang membuat Anda tidak percaya diri untuk memamerkan senyum lebar yang Anda miliki. Tak hanya itu, gigi renggang juga bisa membuat Anda kesulitan makan karena ukuran gigi yang kecil.

Behel transparan bisa jadi perawatan gigi renggang

keunggulan behel transparan

Pada kasus ringan, gigi renggang tidak menimbulkan masalah. Namun, tidak ada salahnya jika orang dengan kondisi ini melakukan perawatan untuk merapikan giginya.

Kawat gigi adalah perawatan umum untuk gigi renggang. Gigi Anda akan ditempelkan kawat dan bracket untuk menggeser gigi dan menutup celah.

Pada bayi atau anak yang lebih muda usianya, gigi yang ukurannya kecil akan dicabut untuk memungkinkan gigi baru yang ukurannya normal kembali tumbuh dan gigi tidak lagi renggang.

Namun, cara ini kadang menimbulkan ketakutan tersendiri bagi mereka yang hendak merapikan giginya demi mendapatkan senyum yang indah menawan.

Berbeda dengan kawat gigi biasa, behel transparan tidak mengharuskan seseorang untuk mencabut giginya dahulu untuk meratakan tampilan giginya.

Menurut laporan dokter gigi Paul H. Ling, DDS dalam Journal Canadian Dental Association, behel transparan bisa dijadikan perawatan untuk gigi renggang yang jaraknya 1 hingga 5 mm.

Bila Anda tertarik memakai behel transparan, perhatikan hal ini

cara memilih dokter internis terbaik

Bila Anda tertarik menggunakan behel transparan untuk merapikan gigi, lakukanlah konsultasi pada dokter gigi terlebih dahulu. Anda juga dapat menambah referensi dengan mencari klinik tepercaya melalui internet.

Banyaknya iklan behel transparan di sosial media dengan harga murah di bawah Rp10 juta jangan sampai membuat Anda tergoda. Pasalnya, meski sekilas terlihat sama, kualitasnya pastilah berbeda dan tidak nyaman dipakai.

Bukannya menghasilkan gigi yang rapi, behel transparan yang dipilih secara sembarangan justru bisa menimbulkan masalah pada gigi dan mulut Anda. Akhirnya, Anda pun harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk perawatan. Usaha Anda untuk memiliki senyum sempurna pun jadi sia-sia.

Memang banyak pilihan untuk behel transparan. Agar tak salah pilih, Anda harus cermat menentukan aligners yang tepat untuk Anda.

Pastikan Anda memilih perawatan behel transparan yang diawasi langsung dokter gigi tepercaya dari awal hingga akhir perawatan. Dengan begitu, perawatan bisa berjalan dengan baik dan minim risiko, keinginan Anda memiliki senyum sempurna pun dapat terwujud.

Normalnya, dalam 3-9 bulan Anda sudah bisa mendapatkan gigi yang tertata rapi dan senyum yang sempurna. Apalagi, behel transparan juga dapat dilepas kapan saja, terutama ketika makan, berkumur, dan menggosok gigi.

Meski begitu, hasil perawatan akan optimal jika behel digunakan selama 20-22 jam per hari. Jadi, pastikan Anda tidak terlalu sering melepasnya.

Sebelum menggunakan behel, Anda harus membersihkan gigi lebih dulu dengan berkumur air atau menggosok gigi.

Behel juga perlu dibersihkan dengan cairan pembersih khusus. Tujuannya, agar behel transparan bebas dari penumpukan liur maupun bakteri yang bisa menginfeksi gigi.

Hindari membersihkan behel dengan pasta gigi atau air hangat. Kedua bahan tersebut bersifat korosif sehingga dapat menipiskan lapisan behel dan membuatnya jadi lebih mudah rusak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ask The Dentist. Invisalign: Know Before You Go. Accessed on September 17th, 2019.

Ling, Paul H. and Xiem Phan. 2007. Clinical Limitations of Invisalign. Accessed on September 17th, 2019.

The Happy Tooth. Braces vs Invisalign: From an Orthodontist That Uses Both. Accessed on September 17th, 2019.

Healthline. Diastema. Accessed on January 17th, 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 15/10/2019
x