home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lidah Geografik

Lidah Geografik

Pernahkah Anda mengalami kondisi di mana lidah Anda dipenuhi oleh bercak-bercak yang terlihat seperti kumpulan pulau di peta? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami peradangan lidah yang dinamakan lidah geografis.

Apa itu lidah geografis?

Lidah geografis adalah peradangan lidah yang menyebabkan munculnya area yang tidak teratur, halus, dan berwarna merah pada lidah.

Kondisi ini muncul pada bagian atas dan samping lidah, dan kadang di bawah permukaan. Biasanya bercak disertai dengan batas putih pada bagian tepiannya.

Anda dapat menyadari dalam beberapa minggu atau bulan, posisi garis-garis dan area merah akan berubah.

Bercak-bercak (lesi) ini membuat lidah berpola seperti peta. Lesi sering sembuh di satu area, kemudian pindah (bermigrasi) ke bagian lain di lidah Anda.

Kondisi ini terkadang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan membuat lidah lebih sensitif terhadap makanan tertentu, seperti rempah-rempah, garam, atau permen.

Meski demikian, lidah geografis seringnya tidak menyebabkan masalah kesehatan dan tidak terkait dengan infeksi atau kanker.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Lidah geografis adalah kondisi yang umum. Kondisi ini dapat terjadi kapan saja dalam hidup, termasuk masa kanak-kanak.

Dilansir dari DermNet NZ, kondisi ini diduga menyerang 1 – 3% orang di seluruh dunia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak.

Lidah dengan bercak tak beraturan ini juga lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki.

Pada individu yang terkena, lidah geografis cenderung bervariasi dalam warna, bentuk, dan ukuran. Kondisi ini tidak menular, sehingga tidak dapat disebarkan dari orang ke orang.

Apa saja tanda-tanda lidah geografis?

Penyakit ini tidak selalu menimbulkan gejala, penderitanya tak selalu menyadari perubahan yang terjadi pada lidahnya. Namun, umumnya tanda-tanda lidah geografis dapat meliputi:

  • munculnya lesi merah yang terasa halus, berbentuk pulau yang tidak beraturan,
  • perubahan lokasi, ukuran dan bentuk luka dalam hitungan hari atau minggu,
  • munculnya warna putih pada tepian bercak merah,
  • munculnya pola seperti retakan pada permukaan lidah, serta
  • rasa tidak nyaman, nyeri atau sensasi terbakar, seringkali terkait dengan makanan panas, pedas, asin atau asam.

Gejala bisa berlangsung selama satu tahun tanpa terdeteksi dan jarang terasa sakit. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter gigi?

Lidah geografis adalah kondisi yang tidak berbahaya, walau kadang terasa tidak nyaman. Namun, luka pada lidah dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius pada lidah atau penyakit yang mempengaruhi tubuh secara umum.

Jika Anda memiliki luka pada lidah yang tidak membaik dalam 7 – 10 hari, kunjungi dokter atau dokter gigi.

Apa penyebab lidah geografis?

Dikutip dari situs Oral Health Foundation, kondisi ini terjadi ketika permukaan lidah yang lama mengalami pergantian ke lapisan yang baru.

Namun, pergantian ini tidak muncul secara merata, sehingga ada beberapa bagian yang muncul terlalu awal dan meninggalkan bekas berwarna merah dan terasa perih. Sedangkan bagian kulit lain yang berada terlalu lama jadi berwarna keputihan.

Tipisnya area yang berwarna merah itu rentan terinfeksi dan mengalami sariawan (candida).

Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti. Beberapa peneliti menghubungkan kondisi ini dengan kondisi lain seperti psoariasis, tapi hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Kendati demikian, terdapat dua faktor potensial yang bisa menjadi penyebab terjadinya peradangan lidah ini. Pertama adalah fissured tongue, di mana lidah memilki alur di sepanjang permukaannya. Kedua adalah faktor genetik, karena kondisi ini dapat menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Komplikasi apa yang mungkin saya alami dengan kondisi ini?

Umumnya, lidah geografis tidak menimbulkan komplikasi serius dan tidak terhubung dengan kanker.

Efek samping yang mungkin terjadi lebih mengarah kepada kondisi psikologis pasien. Sebab, pasien bisa saja cemas dan takut terhadap penilaian buruk orang lain mengenai tampilan lidah yang tidak biasa.

Pemeriksaan dan pengobatan lidah geografis

Dokter gigi biasanya akan membuat diagnosis kondisi ini berdasarkan pemeriksaan pada lidah Anda dan melihat tanda-tanda serta gejalanya.

Beberapa cara yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini adalah:

  • memeriksa lidah, mulut, dan tenggorokan Anda dengan bantuan senter atau lampu khusus,
  • meminta Anda untuk menggerakkan lidah Anda di berbagai posisi selama pemeriksaan,
  • menyentuh lembut lidah Anda untuk memeriksa kemungkinan perubahan tekstur, dan
  • memeriksa tanda-tanda infeksi, seperti demam atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Lidah geografis umumnya tidak memerlukan perawatan medis dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau sensitif, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan, seperti:

  • obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek seperti ibuprofen atau naproxen sodium,
  • obat kumur antihistamin untuk mengurangi peradangan,
  • salep atau bilasan kortikosteroid, serta
  • suplemen vitamin B, dalam beberapa kasus.

Karena perawatan ini belum diteliti lebih rinci, manfaat yang dihasilkan tidak pasti. Seperti yang telah dijelaskan, kondisi ini bisa sembuh sendiri dan memiliki jalan yang tidak dapat diprediksi.

Lidah geografis tidak akan berubah menjadi kanker, tapi Anda tetap perlu untuk belajar mengatasinya. Cari tahu makanan apa yang memperburuk kondisi serta menghindarinya.

Apa kebiasaan yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengatasi kondisi ini?

Anda tetap bisa beraktivitas seperti biasa meski memiliki kondisi lidah geografis. Hanya saja, mungkin akan ada rasa tidak nyaman saat mengecap rasa makanan tertentu atau saat dilihat oleh orang lain.

Tidak ada perubahan gaya hidup yang perlu Anda lakukan jika mengalami kondisi ini, karena tidak ada yang akan mencegah kondisi tersebut kembali muncul di kemudian hari.

Untungnya, Anda dapat mengurangi rasa tidak nyaman yang terkait dengan lidah geografis dengan menghindari atau membatasi zat yang umumnya memperparah sensitivitas jaringan mulut, seperti:

  • makanan panas, pedas, asam atau asin,
  • produk tembakau, dan
  • pasta gigi yang mengandung zat aditif tartar-control, perasa atau pemutih yang berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Geographic Tongue. (2020). DermNet NZ. Retrieved 20 September 2021, from https://dermnetnz.org/topics/geographic-tongue/

Geographic Tongue. (2015). The American Academy of Oral Medicine. Retrieved 20 September 2021, from https://www.aaom.com/geographic-tongue

Geographic tongue. (n.d.). Oral Health Foundation. Retrieved 20 September 2021, from https://www.dentalhealth.org/geographic-tongue

Geographic Tongue. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 20 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/geographic-tongue/diagnosis-treatment/drc-20354401

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 2 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x