home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gigi Tetap Rapuh Walaupun Sudah Rajin Sikat Gigi, Kok Bisa?

Gigi Tetap Rapuh Walaupun Sudah Rajin Sikat Gigi, Kok Bisa?

Menyikat gigi secara rutin merupakan cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan dan kekuatan gigi. Kendati efektif bagi banyak orang, ternyata ada pula beberapa orang yang masih bermasalah dengan gigi rapuh meski sudah rajin menerapkan cara ini. Lantas, apa saja faktor-faktor lain yang menjadi penyebab gigi rapuh?

Beragam faktor yang menyebabkan gigi rapuh

Menjaga kebersihan gigi dan mulut memengaruhi kesehatan serta kekuatannya. Akan tetapi, ini bukanlah satu-satunya faktor penentu.

Ada sejumlah kondisi lain yang bisa mengurangi kekuatan gigi dan membuatnya rentan terhadap kerusakan. Berikut di antaranya:

1. Sering melakukan kebiasaan yang merusak gigi

menggigit kuku

Beberapa kebiasaan tanpa disadari dapat menjadi penyebab gigi rapuh.

Melansir laman American Dental Association, kebiasaan yang paling sering dilakukan antara lain mengunyah sesuatu yang keras, menggigit kuku, membuka kemasan dengan gigi, dan menggertakkan gigi.

Meski tidak menimbulkan dampak langsung, berbagai kebiasaan ini akan memberikan tekanan berlebih yang akhirnya mengurangi kekuatan gigi.

Seiring waktu, gigi menjadi semakin rapuh, retak, bahkan bisa pecah dan mengalami kerusakan permanen.

2. Gigi berlubang yang tidak lekas ditangani

oral fistula akibat gigi berlubang

Lubang pada gigi yang tidak segera ditangani bisa bertambah besar dan menyebabkan gigi membusuk.

Pembusukan kemudian dapat menyebar ke seluruh permukaan gigi dan mengurangi kekuatannya. Dampaknya, gigi pun menjadi rapuh dan mudah patah.

Masalah gigi berlubang adalah salah satu penyebab gigi rapuh yang paling umum, tapi begitu sulit ditangani.

Pasalnya, banyak orang baru menyadari adanya lubang pada gigi begitu lubang sudah tampak atau gigi mulai terasa nyeri.

3. Dampak perawatan saluran akar gigi

perawatan saluran akar gigi

Bila kondisi gigi berlubang sudah parah, saraf di dalamnya bisa rusak atau mati sehingga perlu dibersihkan melalui perawatan saluran akar gigi.

Dokter gigi akan mengangkat bagian dalam gigi yang rusak, lalu menambal lubang dengan bahan khusus.

Perawatan saluran akar gigi sebenarnya berguna untuk mencegah penyebaran infeksi.

Namun, prosedur ini juga bisa memicu infeksi apabila masih ada sisa akar yang tertinggal di saluran gigi. Infeksi lambat laun akan merusak gigi dan membuatnya menjadi rapuh.

Akibatnya, perawatan ini justru jadi salah satu penyebab gigi menjadi rapuh.

4. Kebiasaan menyikat gigi yang keliru

sering sikat gigi

Penyebab gigi rapuh yang satu ini jarang disadari. Padahal, kebiasaan menyikat gigi yang salah bisa merusak gigi, melukai gusi, bahkan meningkatkan risiko infeksi.

Berikut beberapa kesalahan yang perlu Anda hindari dalam menyikat gigi:

  • Tidak menggunakan sikat gigi yang lembut.
  • Tidak menyikat gigi sebelum tidur.
  • Tidak mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali.
  • Tidak membersihkan lidah setelah menyikat gigi.
  • Menyikat gigi terlalu keras, terlalu sebentar, atau terlalu lama.
  • Memegang sikat gigi terlalu kuat.
  • Selalu menyimpan sikat gigi dengan ditutup.

5. Penyakit dentinogenesis imperfecta (DI)

kerusakan gigi anak

Dentinogenesis imperfecta adalah penyakit genetik yang menyebabkan terganggunya perkembangan gigi sekaligus jadi penyebab gigi rapuh.

Penyakit ini mengubah warna gigi menjadi kekuningan, kelabu, atau tembus cahaya. Gigi penderita DI juga lebih rapuh dibandingkan gigi normal.

DI disebabkan oleh mutasi pada gen DSPP. Gen ini mengatur pembentukan dua protein penting yang menyusun mahkota gigi.

Mutasi menyebabkan pembentukan mahkota gigi yang lebih lunak sehingga gigi menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Bila Anda bermasalah dengan gigi rapuh walaupun sudah rajin menyikat gigi, coba lihat kembali kebiasaan yang mungkin menjadi penyebabnya.

Masalah gigi rapuh sering kali sukar ditangani, tapi Anda dapat melindungi gigi dengan cara sederhana.

Misalnya, menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara yang tepat, serta tidak melakukan kebiasaan yang dapat merusak gigi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cracked Teeth. https://www.toothclub.gov.hk/en/en_adu_01_05_13.html Diakses pada 29 Oktober 2019.

Chipped Tooth. https://www.healthline.com/health/chipped-tooth#causes Diakses pada 29 Oktober 2019.

6 Habits That Harm Your Teeth (And How to Break Them). https://www.mouthhealthy.org/en/bad-habits Diakses pada 29 Oktober 2019.

Slideshow: 19 Habits That Wreck Your Teeth. https://www.webmd.com/oral-health/ss/slideshow-teeth-wreckers Diakses pada 29 Oktober 2019.

What to Do for Pain and a Broken Tooth. https://www.healthline.com/health/toothache-broken-tooth Diakses pada 29 Oktober 2019.

Root Canal. https://www.healthline.com/health/root-canal Diakses pada 29 Oktober 2019.

14 Ways You Might Be Brushing Your Teeth Wrong. https://www.self.com/story/ways-brushing-your-teeth-wrong Diakses pada 29 Oktober 2019.

Dentinogenesis imperfecta. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/dentinogenesis-imperfecta#genes Diakses pada 29 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x