home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulik 5 Kebaikan Okra untuk Diabetes, Bisakah Jadi Obat Alami?

Mengulik 5 Kebaikan Okra untuk Diabetes, Bisakah Jadi Obat Alami?

Okra, atau bahasa latinnya Abelmoschus esculentus, mulai dianggap sebagai salah satu tumbuhan yang dapat menjadi obat tradisional diabetes. Ini karena okra terbukti mampu mengontrol kadar gula darah pada pengidap diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, ataupun diabetes gestasional.

Lantas, bisakah okra menjadi obat untuk pasien diabetes (diabetesi)? Untuk tahu ulasan selengkapnya, simak penjelasan di bawah ini, ya!

Apakah okra dapat menjadi obat alami untuk diabetes?

manfaat okra

Okra (Abelmoschus esculentus) adalah sayuran sehat yang tersebar di daerah tropis dan subtropis.

Meski tidak seterkenal kangkung atau bayam di Indonesia, okra memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan.

Sayuran yang berasal dari Afrika ini pun kerap dijadikan sebagai salah satu obat alami untuk mengatasi diabetes.

Berikut manfaat okra untuk pengidap diabetes.

1. Menurunkan gula darah

penyebab gula darah tinggi

Okra disebut-sebut mampu menurunkan dan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Inilah yang membuat sayuran berbulu tersebut sering dijadikan obat alami diabetes.

Kemampuan okra dalam menurunkan gula darah terbukti melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan di Asian Pacific Journal of Tropical Medicine tahun 2015.

Penelitian yang dilakukan pada tikus pengidap diabetes menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak okra yang kaya antioksidan dapat menekan stres oksidatif dan resistensi (kebal) insulin.

Dengan begitu, okra dapat membantu memperbaiki kadar glukosa darah. Akan tetapi, studi tentang manfaat okra ini lebih banyak dilakukan pada tikus percobaan.

Oleh karena itu, perlu penelitian lanjutan untuk membuktikan manfaat tersebut pada manusia.

2. Mengandung banyak serat

manfaat okra bagi kesehatan

Okra merupakan salah satu makanan yang mengandung banyak serat. Dalam 100 gram okra, mengandung sekitar 3,6 gram serat.

Makanan kaya serat baik untuk pengidap diabetes karena dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan membuat proses pembentukan gula di dalam tubuh menjadi lebih lambat.

Studi yang tercantum dalam Nutrition Journal menyebutkan bahwa peningkatan asupan serat dapat mencegah lonjakan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.

Tak hanya itu, makanan kaya serat juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler dan ginjal kronis pada pengidap diabetes.

3. Memiliki efek anti-stres

sahabat sejati menjaga kesehatan mental

Stres merupakan salah satu penyebab munculnya hiperglikemia kronis pada pasien diabetes.

Oleh karena itu, mengelola stres adalah hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengobatan diabetes.

Kabar baiknya, okra disebut dapat membantu Anda mengatasi stres. Artinya, okra dapat menjadi pilihan obat alami yang melengkapi pengobatan diabetes dari dokter.

Bukti bahwa okra memiliki efek anti-stres terlihat dalam sebuah penelitian pada tikus percobaan yang dipublikasikan di The Scientific World Journal.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak biji okra memiliki efek antioksidan dan anti-stres di dalam aliran darah tikus.

4. Menurunkan kolesterol

cek kolesterol

Kandungan serat di dalam okra yang cukup banyak dapat berguna untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi yang biasanya dialami pengidap diabetes.

Situs American Heart Association menyatakan bahwa orang yang mengidap diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Kolesterol yang tinggi akan berdampak buruk pada pengidap diabetes karena memberikan efek negatif pada kesehatan jantung.

5. Mencegah kelelahan

penyebab mudah lelah saat olahraga

Manfaat okra lainnya untuk pengidap diabetes adalah mencegah kelelahan. Ini karena sayuran tersebut mengandung sifat anti-kelelahan.

Anda dapat menjadikan okra sebagai obat tambahan diabetes demi menjauhkan diri dari kelelahan berlebih saat menjalani aktivitas.

Dengan mengonsumsi okra secara rutin, Anda mungkin akan merasa lebih leluasa dalam berolahraga karena tidak gampang lelah.

Seperti diketahui, olahraga disarankan untuk para diabetesi sebagai pelengkap rencana pencegahan dan pengobatan.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum makan okra?

okra adalah; manfaat okra; okra untuk diabetes

Okra memang memiliki segudang manfaat yang baik untuk pengidap diabetes. Namun, ingatlah bahwa okra tidak bisa Anda jadikan sebagai satu-satunya obat diabetes.

Pengobatan yang telah dirancang dokter sepatutnya tetap Anda jadikan andalan untuk mengatasi penyakit diabetes.

Diskusikan dengan dokter jika ingin memasukkan okra sebagai menu diet Anda selama mengidap diabetes. Dokter akan memberikan saran terbaik sesuai kondisi Anda.

Anda mungkin tidak disarankan makan okra jika sedang mengonsumsi obat metformin, yakni obat yang digunakan untuk membantu mengatur kadar gula darah.

Pasalnya, okra dapat memblokir penyerapan metformin dalam tubuh. Ini tentu akan berakibat tidak baik bagi penyakit Anda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Durazzo, A., Lucarini, M., Novellino, E., Souto, E., Daliu, P., & Santini, A. (2018). Abelmoschus esculentus (L.): Bioactive Components’ Beneficial Properties—Focused on Antidiabetic Role—For Sustainable Health Applications. Molecules, 24(1), 38. doi: 10.3390/molecules24010038

Xia, F., Zhong, Y., Li, M., Chang, Q., Liao, Y., Liu, X., & Pan, R. (2015). Antioxidant and Anti-Fatigue Constituents of Okra. Nutrients, 7(10), 8846-8858. doi: 10.3390/nu7105435

Fujii, H., Iwase, M., Ohkuma, T., Ogata-Kaizu, S., Ide, H., & Kikuchi, Y. et al. (2013). Impact of dietary fiber intake on glycemic control, cardiovascular risk factors and chronic kidney disease in Japanese patients with type 2 diabetes mellitus: the Fukuoka Diabetes Registry. Nutrition Journal, 12(1). doi: 10.1186/1475-2891-12-159

Khatun, H., Rahman, A., Biswas, M., & Islam, A. (2011). Water-soluble Fraction of Abelmoschus esculentus L Interacts with Glucose and Metformin Hydrochloride and Alters Their Absorption Kinetics after Coadministration in Rats. ISRN Pharmaceutics, 2011, 1-5. doi: 10.5402/2011/260537

Zhang, Y., Jin, L., Chen, Q., Wu, Z., Dong, Y., Han, L., & Wang, T. (2015). Hypoglycemic activity evaluation and chemical study on hollyhock flowers. Fitoterapia, 102, 7-14. doi: 10.1016/j.fitote.2015.02.001

Tian, Z., Miao, F., Zhang, X., Wang, Q., Lei, N., & Guo, L. (2015). Therapeutic effect of okra extract on gestational diabetes mellitus rats induced by streptozotocin. Asian Pacific Journal Of Tropical Medicine, 8(12), 1038-1042. doi: 10.1016/j.apjtm.2015.11.002

Surwit, R., Schneider, M., & Feinglos, M. (1992). Stress and Diabetes Mellitus. Diabetes Care, 15(10), 1413-1422. doi: 10.2337/diacare.15.10.1413

Doreddula, S., Bonam, S., Gaddam, D., Desu, B., Ramarao, N., & Pandy, V. (2014). Phytochemical Analysis, Antioxidant, Antistress, and Nootropic Activities of Aqueous and Methanolic Seed Extracts of Ladies Finger (Abelmoschus esculentusL.) in Mice. The Scientific World Journal, 2014, 1-14. doi: 10.1155/2014/519848

Cholesterol Abnormalities and Diabetes. (2021). Retrieved 14 April 2021, from https://www.heart.org/en/health-topics/diabetes/why-diabetes-matters/cholesterol-abnormalities–diabetes#.Vp6AqvkrLIU

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 29/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x