Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Asidosis Laktat, Saat Sel Kekurangan Suplai Oksigen

Mengenal Asidosis Laktat, Saat Sel Kekurangan Suplai Oksigen

Penyakit diabetes melitus dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengolah berbagai zat. Jika yang terganggu ialah proses metabolisme asam laktat, hal ini bisa mengakibatkan komplikasi yang dikenal sebagai asidosis laktat (lactic acidosis).

Lactic acidosis merupakan komplikasi diabetes yang terjadi dengan cepat. Efeknya bagi tubuh pun cukup berbahaya sehingga pasien memerlukan penanganan yang tepat.

Namun, sebelum itu, mari kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi kondisi ini.

Apa itu asidosis laktat?

Wanita cek diabetes

Asidosis laktat (lactic acidosis) adalah penumpukan asam laktat dalam darah.

Kondisi ini berawal ketika seseorang memproduksi banyak asam laktat, tapi tubuhnya tidak bisa mengolah asam laktat yang berlebih ini dengan baik.

Asam laktat terbentuk dari pemecahan glukosa dan glikogen dalam sel otot saat tubuh kekurangan oksigen.

Proses pembakaran glukosa dan glikogen menjadi energi membutuhkan oksigen.

Jika suplai oksigen tidak mencukupi, sel otot tidak dapat memecah glukosa dan glikogen dengan baik sehingga terbentuklah asam laktat.

Asam laktat lambat laun menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan asidosis. Asidosis sendiri merupakan kondisi ketika kadar asam dalam tubuh terlalu tinggi.

Ada beberapa jenis asidosis, lactic acidosis merupakan salah satunya.

Penumpukan asam laktat biasanya terjadi pada orang-orang yang mempunyai penyakit hati atau ginjal.

Hati atau ginjal mereka tidak bisa membuang kelebihan asam sehingga tingkat keasaman (pH) tubuh terus menurun (semakin asam).

Hal tersebut amat berbahaya karena pH tubuh yang ideal seharusnya agak basa, yakni sekitar 7,4.

Asidosis yang tidak tertangani dengan baik bisa mengganggu fungsi jantung dan ginjal hingga menyebabkan kegagalan multi organ.

Jenis asidosis laktat

Menurut penyebab dan pengaruhnya terhadap pasokan oksigen menuju jaringan tubuh, lactic acidosis terbagi menjadi berikut.

1. Tipe A

Jaringan mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) karena suplai oksigen ke seluruh tubuh berkurang.

Kondisi ini bisa menjadi gejala dari beberapa penyakit kritis, seperti gagal jantung, gagal pernapasan, atau sepsis.

2. Tipe B

Kurangnya pasokan oksigen mengakibatkan penurunan fungsi sel dan jaringan tubuh.

Penyebabnya bisa berasal dari penyakit ginjal, kanker tertentu, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan penggunaan beberapa jenis obat diabetes tipe 2.

Gejala asidosis laktat

Bau mulut pada penderita diabetes

Beda dengan kebanyakan komplikasi diabetes, gejala lactic acidosis tidak begitu khas dan dapat menyerupai masalah kesehatan lainnya.

Begitu gejala muncul, pasien harus segera mendapatkan bantuan medis untuk mencegah kegagalan organ.

Ada sejumlah gejala yang harus Anda waspadai, terutama bila Anda merupakan pasien diabetes. Segera kunjungi dokter bila Anda mengalami gejala berikut.

  • Napas berbau buah akibat tingginya kadar keton dalam darah pasien diabetes (ketoasidosis diabetik).
  • Perubahan warna kulit atau bagian putih mata menjadi kekuningan (jaundice).
  • Napas menjadi pendek, cepat, atau sesak.
  • Jantung berdebar.
  • Linglung atau kebingungan.

Selain tanda-tanda tersebut, asidosis laktat juga dapat menimbulkan gejala lain seperti:

  • nyeri atau kram otot,
  • badan lemah,
  • nyeri atau tidak nyaman pada perut,
  • rasa lelah yang berlebihan,
  • penurunan nafsu makan,
  • badan terasa tidak nyaman,
  • sakit kepala, dan
  • diare.

Penyebab penumpukan asam laktat

Ada banyak sekali kondisi yang dapat menyebabkan asidosis laktat, mulai dari penyakit medis parah, keracunan karbon monoksida, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Berikut beberapa penyebab asidosis laktat yang paling umum.

1. Penggunaan obat diabetes

Obat diabetes golongan biguanid, seperti metformin, dapat menyebabkan penumpukan asam laktat dalam tubuh.

Namun, risiko terjadinya asidosis umumnya lebih besar bila pasien sebelumnya telah memiliki gangguan fungsi ginjal.

2. Kanker

Sel-sel kanker dapat menghasilkan asam laktat sehingga kadarnya semakin meningkat dalam tubuh.

Produksi asam laktat bahkan bisa bertambah cepat bila Anda mengalami penurunan berat badan atau penyakit bertambah parah.

3. Infeksi parah atau sepsis

Infeksi bakteri atau virus dapat memicu reaksi ekstrem tubuh yang disebut sepsis.

Saat tubuh mengalami sepsis, suplai oksigen akan menurun dan menyebabkan penumpukan asam laktat. Lama-kelamaan, hal ini bisa mengakibatkan asidosis laktat.

4. Olahraga secara berlebihan

Olahraga yang berlebihan bisa membuat otot kehabisan oksigen. Akibatnya, otot tidak mampu memecah glukosa dan terbentuklah asam laktat.

Jadi, mulailah berolahraga dari yang ringan dan baru tingkatkan intensitasnya bila Anda sudah terbiasa.

5. Kondisi medis lainnya

Berbagai kondisi medis yang mengurangi pasokan oksigen menuju sel tubuh dapat menyebabkan lactic acidosis. Kondisi medis tersebut antara lain:

  • gagal jantung parah,
  • penyakit ginjal,
  • penyakit jantung,
  • pengobatan HIV,
  • diabetes melitus, dan
  • ketergantungan alkohol.

Asidosis laktat dan diabetes

Cek diabetes

Menurut laporan dalam Clinical Journal of The American Society of Nephrology, lactic acidosis terjadi pada 3% pasien diabetes tipe 1 dan 2.

Risiko terjadinya asidosis akan semakin tinggi bila penyakit diabetes tidak terkontrol dengan baik.

Para ahli kesehatan belum sepenuhnya memahami bagaimana hal ini terjadi.

Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini berawal dari kerusakan pembuluh darah besar dan kecil serta perubahan metabolisme akibat diabetes.

Kedua faktor tersebut menyebabkan penurunan pasokan darah menuju sel. Sel tubuh lantas kekurangan oksigen dan produksi asam laktat kian meningkat.

Akhirnya, asam laktat menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan asidosis laktat.

Selain itu, beberapa studi terdahulu juga menemukan kaitan antara konsumsi metformin dengan lactic acidosis.

Namun, para ahli masih perlu mengkajinya lebih lanjut karena temuan ini terjadi pada pasien yang mengonsumsi metformin dalam dosis besar.

Cara mengatasi asidosis laktat

Infeksi silang dari infus

Dalam menangani asidosis, dokter harus mengetahui akar masalahnya terlebih dahulu.

Pada pasien diabetes yang mengalami ketoasidosis, pengobatan biasanya terdiri atas pemberian cairan melalui infus dan suntik insulin.

Sementara jika pasien mengalami lactic acidosis, dokter mungkin perlu memberikan cairan, oksigen, antibiotik, atau suplemen bikarbonat untuk menyeimbangkan pH tubuh.

Setiap pasien akan mendapatkan pengobatan sesuai kondisinya.

Banyak orang dapat pulih sepenuhnya dari asidosis laktat, tapi tidak sedikit pula yang mengalami masalah fungsi organ, gagal napas, atau gagal ginjal.

Asidosis yang sangat parah bahkan bisa berakibat fatal. Pemulihan Anda tergantung pada seberapa cepat kondisi ini tertangani.

Oleh sebab itu, upayakan untuk mengontrol diabetes Anda dengan sebaik mungkin dan segera kunjungi dokter bila Anda merasa mengalami gejala komplikasi apa pun.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lactic acidosis: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2021). Retrieved 11 October 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/000391.htm

Acidosis and Alkalosis – Lab Tests Online. (2021). Retrieved 11 October 2021, from https://labtestsonline.org/conditions/acidosis-and-alkalosis

Overview of Acid-Base Balance – Hormonal and Metabolic Disorders – MSD Manual Consumer Version. (2021). Retrieved 11 October 2021, from https://www.merckmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/acid-base-balance/overview-of-acid-base-balance

Scale, T., & Harvey, J. (2011). Diabetes, metformin and lactic acidosis. Clinical Endocrinology, 74(2), 191-196. doi: 10.1111/j.1365-2265.2010.03891.x

Weisberg, L. (2015). Lactic Acidosis in a Patient with Type 2 Diabetes Mellitus. Clinical Journal Of The American Society Of Nephrology, 10(8), 1476-1483. doi: 10.2215/cjn.10871014

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 19/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro