Tolong Pencerahan Nya Dok
Hallo dok, Saya sudah lama menyadari bahwa perjalanan hidup saya tidak pernah bisa membuat saya menjalani hidup dengan baik dan benar. Saya selalu merasa terperangkap, tidak bisa lepas, bahkan untuk mencari tempat untuk melarikan diri saja saya tidak mampu. Bahkan hanya 1 yang terfikir dalam benak saya untuk lepas, yaitu dengan meninggalkan dunia ini selamanya, namun itupun sangat sulit untuk saya lakukan, bukan 1x bahkan sudah berkali kali terfikirkan untuk mengakhiri hidup namun karna saya anak yang lemah selalu saja saya merasa takut padahal saya merasa tak ada di dunia ini yang saya takut untuk tinggalkan. Dan akhir akhir ini tekad itu semakin kuat saya rasakan, bahkan beberapa hari yang lalu saya sudah pernah meneguk obat nyamuk yang saya haluskan, tapi ternyata menghilangkan nyawa sendiri yg tidak berhargapun ternyata sesulit itu.
Setelah saya shareching semua hal yang saya rasakan saat ini, mungkinkan saya sudah mengalami abusive dalam keluarga?
Berawal dari kecil saya dibesarkan dengan kurangnya kasih sayang, bukan karna orang tua saya tidak lengkap, bukan karna adanya perceraian atau pertengkaran orang tua yang ada di dalam rumah.
Tapi dari kecil saya tumbuh besar dengan sendirinya tanpa diberi ajaran dan kebiasaan yang baik, sejak kecil (kelas 2 SD) saya tumbuh kembang bersama 3 saudara laki2 saya yang lainya, dan orang tua saya lebih sering diluar kota untuk bekerja, yang saya sayangkan bukan karna saya ditinggalkan, namun disaat ada waktu bagi orang tua perempuan saya untuk menetap dirumah untuk beberapa waktu yang saya dapatkan selalu perlakuan yang tidak mengenakan, seperti saya harus begini, gak boleh melakukan ini, jangan berteman dengan ini, sedangkan saudara laki2 saya bebas melakukan semuanya, pernah saya melakukan kenakalan yg mungkin semua anak kecil pernah lakukan dimasanya seperti bermain lupa waktu, bukan hanya dimarahi dengan mulut saja bahkan saya pernah beberapa x menerima pukulan, disaat orang tua perempuan saya sedang bekerja diluar kota saya tinggal dengan saudara laki2 dirumah, saya memiliki abg yg berjarak 5 tahun dari usia saya, entah dia yang mengurus saya entah saya yang mengurus dia yg lebih dewasa dari saya, karna semua pekerjaan yang ada dirumah saya yang mengerjakan semua, bahkan mncuci baju ke 3 saudara saya itupun saya yang melakukan, diumur yang masih kecil wajar rasanya saya keteteran dengan semua pekerjaan2 tersebut tapi apa mau dikata di otak saya selalu tertanamam bahwa itu memang pekerjaan yang harus dilakukan oleh permpuan, dan disaat hanya tinggal ber 4 dirumah, pergaulan saya terhalang abg saya, saya juga sering mendapat kekerasan fisik dimasa kecil oleh abg saya. Saat ini kekerasan fisik yg saya alami sewaktu kecil mungkin bisa saya lupakan begitu saja, tapi yang sulit untuk saya hadapi dimasa sekarang ini sulitnya saya bersosialisasi dan berbaur dengan masyarakat, karna seperti doktrin yg selama ini saya terima, sudah seperti kewajiban yg harus saya patuhi. SD, SMP, SMK, jangankan pertemanan disekolah di dalam satu kampung bertetangga saja saya tidak punya yang namanya teman akrab, Andaikan dulu sosilisasi saya tidak dibatasi mungkin mudah bagi saya untuk sekedar mencari kenyamanan diluar rumah, namun seolah semua jalan yang bisa untuk saya lalui sudah dirusak secara paksa dari dulu, Lalu jalan yg mana yang tersisa untuk bisa saya tempuh? Bahkan memilih jalan yang salah pun saya tidak berani, takut mempermalukan, takut mengecewakan, takut menyusahkan, Kenapa hanya saya yang selalu memikirkan perasaan orang lain ?
Maaf dok berbelit belit jujur saya sudah terlalu lama memendam saya bingung mau bercerita seperti apa🙏
























Halo, terima kasih atas pertanyaan anda
Kami memahami kebingungan dan ketidaknyamanan yang anda alami.
Permasalahan yang hadir dalam hidup terkadang membuat seseorang merasa kesulitan untuk berpikir jernih, apalagi mencari solusi terbaik untuk permasalahan tersebut.
Perlu diketahui bahwa untuk mendiagnosa kondisi mental seseorang diperlukan pemeriksaan mendalam oleh profesional sehingga ditemukan intervensi yang tepat.
Bagaimanapun kondisi anda, anda tetap berharga. Anda perlu memperbanyak
waktu berdialog dengan diri sendiri. Dengan melakukan introspeksi secara berkala, maka anda lebih mudah menyadari dan menerima kelebihan dan kelemahan yang anda miliki, serta lebih mudah menemukan tujuan hidup dan kebutuhan diri anda. Adapun yang dapat anda lakukan lainnya, yaitu menuliskan seluruh isi pikiran dan perasaan anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran dan perasaan tersebut tidak hanya menumpuk dalam diri anda, serta dapat membantu mengenali kondisi anda yang sebenarnya. Terkadang kita memunculkan pikiran otomatis yang seolah-olah jauh lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.
Anda juga dapat menuliskan minimal 3 hal yang dapat disyukuri setiap hari (tidak harus hal yang besar, tetapi hal kecil juga termasuk), sehingga dapat membantu anda untuk lebih memaknai hidup dan memiliki pandangan dari sudut pandang lainnya. Anda dapat menggunakan energi yang anda miliki untuk mengendalikan hal yang dapat dikontrol, seperti mengendalikan respon (pikiran, perasaan, perilaku, dan sebagainya) terhadap stimulus/ kondisi yang tidak menyenangkan yang anda peroleh dari lingkungan.
Selain itu, anda juga perlu mengembangkan sikap memaafkan dan berterima kasih bagi diri sendiri. Anda telah berupaya menjadi yang terbaik. Anda tidak perlu malu untuk menceritakan permasalahan anda kepada orang terdekat yang anda percaya agar tidak merasa sendirian dan terasingkan.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya adalah AI dan bukan seorang dokter. Namun, saya dapat memberikan beberapa informasi umum yang mungkin dapat membantu Anda.:Dari cerita yang Anda bagikan, terlihat bahwa Anda telah mengalami banyak kesulitan dan trauma dalam hidup Anda. Pengalaman Anda dengan keluarga dan lingkungan yang tidak mendukung dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional Anda.
Penting untuk diingat bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini. Ada banyak sumber bantuan dan dukungan yang tersedia untuk Anda. Pertama, penting untuk mencari bantuan profesional dari seorang psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantu Anda dalam mengatasi trauma dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional Anda.
Selain itu, Anda juga dapat mencari dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat. Berbagi pengalaman Anda dengan orang-orang yang Anda percaya dapat memberikan Anda dukungan emosional yang sangat dibutuhkan.
Jika Anda merasa dalam bahaya atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan darurat. Anda dapat menghubungi hotline krisis atau pergi ke unit gawat darurat terdekat.
Terakhir, penting untuk diingat bahwa Anda memiliki nilai dan hak untuk hidup dengan bahagia dan sehat. Anda tidak sendirian dalam perjuangan ini, dan ada orang-orang yang peduli dan siap membantu Anda. Jangan ragu untuk mencari bantuan dan dukungan yang Anda butuhkan.
Semoga Anda dapat menemukan jalan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Anda.
Related content