Selalu negatif thinking

Kemaren ketika saya luluran di kamar mandi, tiba-tiba ayah saya buka pintu kamar mandi yg kebetulan di kamar mandi itu tidak ada kuncinya. Saya langsung teriak dan ayah saya kaget "ya Alloh" Gitu ucap ayah. Tapi yang saya heran, padahal diluar kamar mandi itu ada sandal saya yang saya taruh diatas keset. Kebetulan juga jika hendak ke kamar mandi itu harus sedikit naik, jadi jika mau ke kamar mandi pasti harus menginjak keset dahulu. Apa mungkin ayah saya tida sengaja dan tidak melihat sandal saya? Dan itu lumayan sering terjadi. Dan kamar mandi itu jika tidak ada orangnya tidak pernah ditutup, seharusnya ayah saya mikir dong kalo ditutup pasti ada orangnya. Ibu saya pun seperti itu, karena 2 hari sekali saya luluran jadi ketika lihat kamar mandi ditutup dan tidak melihat saya di depan TV. Ibuk saya pasti memanggil saya untuk memastikan bahwa di kamar mandi ada orang. Yang memperkuat pikiran yg tidak baik terhadap ayah saya adalah ketika dulu mungkin sekitar 2 tahun lalu, saya memakai daster yang tidak ada lengannya. Kebetulan di kamar mandi itu ada katak, saya teriak tuh panggil ayah saya. Saya keluar dari kamar mandi dan ayah saya masuk ke kamar mandi buat nagkap hewan tersebut. Setelahnya keluar dari kamar mandi, tidak sengaja saya melihat(mohon maaf) alatnya berdiri. Semenjak itu saya sudah tidak berani memakai baju yg tidak berlengan. Dan setelah kejadian kemaren, saya kesal sama ayah saya. Walaupun mungkin beliau tidak sengaja, tapi saya merasa bahwa saya dilecehkan. Jadi ketika beliau ngomong saya ga berani terlalu respon, dan ketika ada beliau saya selalu menghindar. Tapi dalam pikiran saya, ga mungkin beliau berani seperti itu kan beliau juga ayah kandungku sendiri. Tapi saya sendiri juga takut dg berita ayah memperkosa anaknya sendiri. Apakah aku harus bilang ke ibu? Tapi ibu sering anggap semua hal tentang saya adalah hal sepele, ibu saya yakin bahwa saya bisa mengatasi semua. Tapi sayangnya saya adalah orang yang tidak bisa berpura-pura baik terhadap apapun yg telah dilakukan orang. Saya akan cut off orang tsb jika membuat saya tidak nyaman:(

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
8
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Sering munculnya pikiran bercabang dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi bisa saja menyebabkan hadirnya perasaan cemas yang berlebihan. Pada dasarnya, perasaan cemas sangat wajar dialami oleh setiap individu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap sesuatu. Namun, apabila perasaan cemas berlangsung secara berlebihan, terus-menerus, dan tanpa alasan yang kuat, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu segera meminta bantuan professional jika sudah tidak dapat diatasi secara mandiri.


Dalam diri individu terjadi proses mental yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, perilaku, dan sensasi tubuh/ fisik. Dengan anda mengelola pikiran yang menyebabkan munculnya kecemasan, secara tidak langsung juga akan meminimalisir keluhan lainnya yang anda alami.


Adapun yang dapat anda lakukan, yaitu relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selanjutnya menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.

Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya memahami bahwa Anda memiliki beberapa kekhawatiran dan perasaan yang tidak nyaman terkait interaksi dengan ayah Anda. Namun, sebagai AI, saya tidak dapat memberikan diagnosis atau saran yang tepat dalam situasi ini. Saya sangat menganjurkan Anda untuk mencari bantuan dari seorang profesional, seperti psikolog atau konselor, yang dapat membantu Anda memahami dan mengatasi perasaan Anda dengan lebih baik.:

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk berbicara dengan ibu Anda tentang kekhawatiran Anda. Meskipun Anda merasa bahwa ibu Anda mungkin tidak menganggap serius masalah ini, tetapi berbagi perasaan Anda dengan orang terdekat dapat memberikan dukungan dan pemahaman.

Ingatlah bahwa setiap situasi dan hubungan keluarga unik, dan penting untuk mendapatkan bantuan dari sumber yang tepat. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional untuk membantu Anda mengatasi perasaan dan kekhawatiran Anda.

1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan