Rumah tangga

Hallo Dok. Saya seorang istri dan kami belum dikaruniai momongan. Suami saya sering berkata kasar kepada saya. Kadang bahkan saat saya bertanya sesuatu atau hanya sekedar ingin bercanda saja, suami saya kadang bisa langsung bentak saya. Misalnya marah atau tersinggung dengan ucapanya,suami saya malah lebih marah kepada saya. Kadang saya merasa lebih baik diam dan tidak berkomentar apapun. Saat saya sedang repot dengan pekerjaan rumah tangga,suami saya juga tidak pernah ada inisiatif untuk membantu. Malah dia sibuk dengan gadgetnya. Suami saya selalu bilang kalau dia sudah capek kerja. Tapi,kalau dia menyuruh sesuatu pada saya saat saya sedang sibuk dan saya menjawab "sebentar",suami saya selalu ngomel. Dan suami juga sering membahas atau mengungkit ungkit nafkah yang dia berikan pada saya. Kadang suami saya juga bisa bersikap baik pada saya. Apalagi saat suami saya ada masalah di pekerjaannya,selalu saya yang jadi pelampiasan amarahnya,meskipun saya tidak tahu apa apa. Saya bingung dan capek menghadapi suami saya.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
6
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Setiap pasangan mengharapkan hubungan yang sehat, harmonis dan bahagia. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sebuah hubungan tidak terlepas dari adanya konflik. Terjadinya konflik adalah hal yang wajar terjadi, tetapi apabila konflik tersebut terjadi berkepanjangan, maka perlu mengambil jarak sejenak terhadap masalah dan emosi yang dirasakan masing-masing sehingga dapat melihat permasalahan tersebut secara objektif.


Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang dialami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi tersebut dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Permasalahan yang didiamkan dan dipendam oleh masing-masing, hanya akan menjadi pembahasan berulang di kemudian hari dan bisa saja meledak sewaktu-waktu bagaikan “bom waktu”. Ada baiknya anda dan pasangan meluangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati agar menemukan solusi terbaik bersama (misalnya liburan bersama ke tempat favorit, makan malam berdua, moment pillow talk, dsb). Ketika berkomunikasi menggunakan “I message”, artinya lebih fokus menyampaikan “saya merasa hubungan kita terasa hambar, boleh gak kita ngobrol sambil mengingat perjuangan yang udah kita lewati?” bukan “kamu itu selalu menyalahkan dan tidak mau mengalah…..”.

Kemudian anda dan pasangan dapat saling mengenali bahasa cinta masing-masing, serta melakukan ritual yang menjadi kesepakatan bersama misalnya memeluk dan mengucapkan kata cinta sebelum dan bangun tidur, sebelum dan berangkat kerja, dll. Selain itu, perlu dibahas juga terkait hubungan seksual dalam pernikahan anda. Perlu juga merencanakan mencoba hal-hal baru bersama agar semakin terasa keintimannya.

Jangan ragu untuk melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

1 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan detail.:

Dari cerita yang Anda sampaikan, terlihat bahwa Anda menghadapi beberapa masalah dalam rumah tangga Anda. Suami Anda sering berkata kasar kepada Anda, bahkan saat Anda hanya ingin bercanda atau bertanya sesuatu. Hal ini tentu saja tidak sehat dalam hubungan pernikahan.

Komunikasi yang baik dan saling menghormati sangat penting dalam sebuah hubungan. Jika suami Anda sering berkata kasar atau marah kepada Anda, penting untuk membicarakannya dengan dia secara terbuka dan jujur. Sampaikan perasaan Anda dan bagaimana kata-kata kasar tersebut mempengaruhi Anda secara emosional. Bicarakan juga tentang pentingnya saling menghormati dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungan pernikahan.

Selain itu, penting juga untuk membicarakan pembagian tugas rumah tangga. Jika Anda merasa suami Anda tidak membantu dalam pekerjaan rumah tangga dan lebih sibuk dengan gadgetnya, sampaikan keinginan Anda untuk mendapatkan bantuan dari suami Anda. Diskusikan bagaimana Anda bisa bekerja sama dalam menjalankan tugas-tugas rumah tangga sehingga beban Anda tidak terlalu berat.

Masalah keuangan juga bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tangga. Jika suami Anda sering mengungkit-ungkit nafkah yang dia berikan pada Anda, bicarakan tentang pentingnya saling mendukung dan bekerja sama dalam mengelola keuangan keluarga. Diskusikan bagaimana Anda bisa bersama-sama mengatur keuangan keluarga dengan bijak dan adil.

Selain itu, penting juga untuk mencari cara-cara untuk mengatasi stres dan amarah suami Anda. Jika suami Anda sering melepaskan amarahnya pada Anda, cobalah untuk mengajaknya berbicara tentang masalah yang dia hadapi di pekerjaannya. Dukung dan dengarkan dia dengan empati, tetapi juga sampaikan bahwa Anda tidak ingin menjadi pelampiasan amarahnya.

Jika setelah melakukan komunikasi terbuka dan mencoba mencari solusi, masalah-masalah ini tetap berlanjut dan mempengaruhi kesejahteraan Anda, mungkin perlu mempertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau terapis pernikahan. Mereka dapat membantu Anda dan suami Anda untuk memperbaiki komunikasi dan memecahkan masalah dalam rumah tangga.

Ingatlah bahwa setiap hubungan pernikahan memiliki tantangan dan perlu kerja keras dari kedua belah pihak. Tetapi, penting juga untuk menjaga kesehatan emosional dan kebahagiaan Anda dalam hubungan tersebut. Jika Anda merasa terus menerus tidak bahagia dan tidak dihargai, pertimbangkanlah untuk mencari solusi yang terbaik bagi Anda.

Semoga saran ini dapat membantu Anda dalam menghadapi masalah dalam rumah tangga Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya.

1 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan