Pertanyaan

Dok,saya mau cerita tentang diri say, begini saya dari dulu tidak suka kumpul banyak org, klw disekitar saya rame org kadang kepala saya langsung pusing maka dari itu saya lebih banyak menyendiri, klw sekitar saya berisikpun saya pusing, ditambah emosi saya gampang meledak2...


Saya dulu pernah mengalami pelecehan sexual tapi sampe sekarang g ada yang tau klw saya pernah mengalami hal itu, saya tidak tau apa mungkin sikap sayA yang g mw ketemu banyak org itu ada kaitannya dengan hal itu?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
5
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Kejadian tidak menyenangkan yang pernah anda alami bisa saja menyebabkan terjadinya trauma psikologis. Adapun reaksi emosi yang ditampilkan setiap individu terhadap kejadian traumatis berbeda-beda, seperti munculnya rasa cemas berlebihan, sedih, takut, marah, benci, dan sebagainya. Selain itu, kondisi fisik dan psikologis bukan hal yang dapat dipisahkan sehingga ketika teringat akan kejadian tersebut akan memunculkan perubahan pada sensasi fisik.

Dengan menyadari kondisi anda saat ini, berarti secara tidak langsung anda menyadari pula kebutuhan akan bantuan tenaga profesional. Ketika pikiran akan kejadian traumatis tersebut muncul, maka akan memicu juga munculnya reaksi emosi negatif tersebut sehingga membuat anda merasa tidak nyaman. Pada saat kondisi tersebut terjadi, anda dapat melakukan relaksasi pernapasan sehingga menjadi lebih rileks, tenang dan dapat berpikir jernih kembali. Anda juga dapat mengalihkan pikiran tersbut kepada hal-hal positif yang anda senangi. Selain itu, sebaiknya anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri, karena adanya proses penerimaan dapat membantu anda lebih mudah untuk pulih dari kejadian traumatis. Anda juga dapat mencoba mengembangkan kemampuan memaafkan terhadap diri sendiri, lingkungan dan orang lain yang menyebabkan anda mengalami kejadian traumatis tersebut.

Untuk info lebih lanjut mengenai trauma psikologis dapat dibaca pada artikel berikut: https://hellosehat.com/mental/gangguan-kecemasan/trauma/


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan sebaik mungkin berdasarkan informasi yang Anda berikan.:

Pertama-tama, penting untuk diingat bahwa saya adalah AI dan tidak memiliki kemampuan untuk memberikan diagnosis atau saran medis yang akurat. Namun, saya dapat memberikan beberapa informasi umum yang mungkin berguna.

Pada dasarnya, setiap individu memiliki preferensi dan toleransi yang berbeda terhadap interaksi sosial. Beberapa orang lebih suka menyendiri dan merasa tidak nyaman ketika berada di sekitar banyak orang atau dalam situasi yang berisik. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kepribadian, pengalaman masa lalu, atau bahkan kondisi kesehatan mental.

Anda menyebutkan bahwa Anda pernah mengalami pelecehan seksual, dan Anda bertanya apakah sikap Anda yang tidak ingin bertemu banyak orang memiliki kaitan dengan pengalaman tersebut. Pengalaman traumatis seperti pelecehan seksual dapat mempengaruhi kesejahteraan mental seseorang dan memicu respons yang berbeda pada setiap individu. Beberapa orang mungkin mengembangkan kecenderungan untuk menghindari situasi sosial atau merasa cemas dan mudah marah setelah mengalami trauma seperti itu.

Jika Anda merasa bahwa pengalaman pelecehan seksual tersebut mempengaruhi kesejahteraan mental dan hubungan sosial Anda, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantu Anda memahami dan mengatasi dampak trauma yang Anda alami, serta memberikan strategi untuk mengelola kecemasan dan emosi yang muncul.

Ingatlah bahwa setiap individu unik, dan apa yang Anda alami mungkin berbeda dengan orang lain. Penting untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan mendiskusikan masalah Anda dengan profesional yang berkualifikasi.

Saya harap informasi ini dapat memberikan sedikit pemahaman. Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental untuk mendapatkan penilaian yang akurat dan saran yang sesuai dengan situasi Anda.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan