Narcissist Personality Desorder

Salam..

Setelah menjalani 23 tahun pernikahan

(Sya wanitamenikah 2000) dan mendapati pasangan melakukan 2x selingkuh besar (yg pertama tahun 2010, yg kedua 2021), saya baru mendapati info ttg NPD (Narcissist Personality Desorder) . Ternyata pasangan saya selama ini mempunyai semua ciri ciri NPD. Setelah ketahuan ttg ketidaksetiaannya akhir tahun 2022, saya juga mendapati kecanduannya akan pornografi tidak berkurang.

Saya didiagnosa kanker payudara 2019, menjalani mastektomi payudara Kiri di tahun 2020. Menjalani radiasi n kemo selesai di awal 2021. Kehidupan sex kami tertahan 1,5 tahun, selama saya menjalani proses pengobatan n pemulihan. Ternyata Pak Suami menjalani kehidupan fantasi di twitter n berkenalan dgn para pemberi jasa konten pornografi.

Pertanyaan saya, saya sendiri mengalami guncangan kembali, terbangun dada berdebar berkeringat. Trauma berada di luar rumah krena ketakutan dibandingkan dgn wanita lain. Apakah saya harus menemui psikiater?

Kesediaan pasangan saya utk sembuh tdk muncul dr dirinya. Sekedar tau dia NPD. Saya yg selalu berinisiatif utk memperbaiki hubungan kami. Saya yg mencari konseling online utk relasi kami. Semua cara komunikasi saya coba, namun hanya dlm tataran bicara, tdk ad tindakan yg sungguh utk berubah. Bagaimana solusinya?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
9
4

4 komentar

Kami sangat mengapresiasi dan salut dengan upaya anda mempertahankan hubungan. Namun, perlu disadari bahwa berumah tangga adalah tanggung jawab suami dan istri sehingga dibutuhkan kesadaran dan kerjasama dari kedua pihak

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda


Kami turut prihatin atas apa yang anda alami. Tentu sebaiknya anda mendapatkan pendampingan secara psikologis juga (bisa dengan psikolog). Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi psikologis anda juga dapat mempengaruhi kondisi fisik yang anda alami saat ini

Semoga membantu ya

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

salam..

saya ingin bertanya gmn caranya mempercayai seseorang dan merelakan orang tersebut walau kita sudah berjuang untuk orang tersebut? saya lelah harus mengalami ini semua dan saya ingin tau gimana caranya kita tidak cepat jatuh cinta pada orang yang salah dan cara mencintai diri sendiri? saya sudah mengikuti kelas therapy tetapi ganguan bipolar dan depresi saya tak kunjung sembuh bagaimana ya dok?

2 tahun yang lalu
Suka
Balas
@ardhani medhistira

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda

Kami dapat mengerti perasaan yang anda alami. Dalam menjalani sebuah hubungan, terkadang sulit membedakan antara cinta dan obsesi. Namun, pada kenyataannya kedua hal tersebut sangat berbeda. Cinta merupakan salah satu emosi positif yang memunculkan perasaan bahagia, menghargai, serta adanya keinginan untuk tumbuh berproses bersama. Sedangkan obsesi adalah emosi negatif yang mementingkan kepuasan akan keinginan dan ego semata. Selain itu, terdapat perbedaan antara cinta dan obsesi, yaitu perasaan cinta akan membuat seseorang lebih tenang dalam menjalani hubungan karena dilandasi komitmen dan rasa percaya untuk tumbuh bersama, sedangkan obsesi hanya berfokus pada rasa memiliki saja.


Dengan beberapa gambaran perbedaan antara cinta dan obsesi di atas, dapat membantu anda untuk mengevaluasi diri dan perasaan anda saat ini untuk memutuskan menjalin relasi. Anda sebaiknya meluangkan waktu lebih banyak untuk berdialog dengan diri sendiri, sambil mengingat kembali tujuan anda dalam menjalin hubungan.

Selain itu, anda juga perlu mengembangkan sikap memaafkan dan berterima kasih bagi diri sendiri dan sekitar. Anda telah berupaya menjadi yang terbaik. Anda tidak perlu malu untuk menceritakan permasalahan anda kepada orang terdekat yang anda percaya agar tidak merasa sendirian dan terasingkan.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan