Menjelang lamaran
Dok kesiapan apa yg harus saya siapkan untuk kejenjang yg lebih serius yaitu lamaran, pasangan saya lebih banyak waktu sama temannya, dia jg sering sedih ditinggal ibunya. Yang harus saya lakukan apa d0k? Saya takut dok kalo dia lagi depresi mikirin ibunya dia mudah main tangan dan emosional tingkat tinggi. Saya harus gimana dok sebagai pasangan, apa sy mundur apa membatalkan lamaran atau gimana dok🙏🏻
























Halo Ahmad Zuna, terima kasih untuk pertanyaannya.
Kami dapat mengerti keraguan, kekhawatiran dan kondisi anda. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi karena memutuskan untuk menikah sekali seumur hidup adalah harapan semua orang, sehingga bisa saja muncul pikiran tertentu dan kekhawatiran tersendiri. Namun, kondisi ini jangan dibiarkan berlarut dan perlu dikomunikasikan dengan pasangan sehingga menemukan solusi terbaik bersama. Terkadang pikiran otomatis muncul seolah-olah memikirkan sesuatu yang jauh lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi.
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang memiliki karakter kepribadian yang unik, termasuk anda dan pasangan. Apabila anda memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya, maka diperlukan penerimaan, begitupun sebaliknya pasangan terhadap anda. Anda dan pasangan perlu lebih mengenali dan memahami karakter masing-masing. Tentunya proses pengenalan ini tidak hanya terjadi diawal pernikahan, tetapi berlangsung selama menjalani pernikahan tersebut karena pada dasarnya pernikahan adalah proses belajar.
Perlu disadari bahwa dalam membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang dialami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi serta dapat saling menghargai, dan saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi yang demikian, secara tidak langsung dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.
Selain itu, perlu disadari juga bahwa cinta merupakan salah satu emosi positif yang memunculkan perasaan bahagia, menghargai, serta adanya keinginan untuk tumbuh berproses bersama. Selain itu, perasaan cinta akan membuat seseorang lebih tenang dalam menjalani hubungan karena dilandasi komitmen dan rasa percaya. Dengan gambaran terkait cinta dapat membantu anda untuk mengevaluasi diri dan perasaan anda saat ini untuk memutuskan menjalin relasi. Anda sebaiknya meluangkan waktu lebih banyak untuk berdialog dengan diri sendiri, sambil mengingat kembali tujuan anda dalam menjalin hubungan.
Jangan ragu untuk melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika diperlukan.
Semoga proses menuju lamaran/ pernikahan anda dan pasangan diberi kelancaran dan selamat berbahagia