Menghilangkan trauma anak usia 4.5th
dok saya seorang ibu yg gak bisa kontrol emosi ke siapa pun bahkan ke anak sya sering marah bahkan mukul. Sekarang anak sy jadi emosian suka marah teriak² kadang cengeng.. Apakah keadaan anak sy itu bisa di rubah/ di sembuhkan.
Badan anak sy dari umur 3 tahun sampai sekarang kurus gak gemuk² apa itu salabh satu penyebab nya krna anak sy merasa trauma.. Ke dokter apa saya bisa berkonsultasi dok..
Mohon di jwb
























Halo, terima kasih atas pertanyaan anda
Untuk mengetahui kondisi anak, sebaiknya dikonsultasikan langsung ke profesional (psikolog anak) agar ditemukan diagnosa dan intervensi yang sesuai.
Perlu diketahui bahwa anak sangat mudah meniru perilaku orang di sekitarnya, sehingga cara yang anda gunakan untuk mengekspresikan emosoi yang dirasakan bisa saja ditiru oleh anak. Oleh karena itu, sebaiknya dimulai dengan mengelola emosi diri sendiri terlebih dahulu. Jika anda sudah bisa lebih tenang dalam menyikapi sesuatu, maka dalam menghadapi anak juga tidak reaktif.
Beberapa cara yang dapat anda lakukan sendiri yaitu, anda tidak perlu malu atau sungkan menceritakan kondisi yang anda alami kepada pasangan. Dengan memendam masalah anda sendiri, hanya membuat anda semakin tidak dapat berperan secara optimal. Anda juga tidak perlu ragu untuk meminta bantuan pasangan ketika anda membutuhkan waktu istirahat, karena proses pengasuhan adalah tanggung jawab anda bersama pasangan. Dengan beristirahat, anda lebih rileks, dan dapat berkonsentrasi menjalani peran sebagai ibu. Anda juga dapat melakukan relaksasi pernapasan sambil mendengarkan musik relaksasi. Selain itu, sebaiknya anda tetap terkoneksi dengan lingkungan di sekitar, terutama dengan para ibu untuk membahas terkait parenting sehingga anda tidak merasa sendiri. Luangkan pula waktu untuk “me time”, quality time berdua pasangan, atau liburan bersama keluarga kecil anda.
Untuk mengendalikan marah anda agar tidak meledak-ledak yaitu, melakukan relaksasi pernapasan sampai anda merasa tenang dan rileks. Dengan kondisi tenang, anda dapat berpikir lebih jernih untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda merespon dengan marah yang meledak-ledak. Selain itu, anda juga dapat berhitung mundur dan melakukan self-talk untuk mencoba tetap tenang dalam merespon. Anda dapat menuliskan situasi yang memicu emosi marah anda pada jurnal harian secara berkala, sehingga anda dalam melihat secara objektif apakah hal tersebut perlu direspon dengan marah yang berlebihan atau tidak.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar segera tertangani dengan tepat.