Mau nanya dok

Dok kenapa semenjak saya di diagnosa terkena gerd anxiety saya jadi paranoid Tan mencari2 apa penyebab saya kok bisa kena gerd malah bikin saya ketakutan dok

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
4
2

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda


Sebaik diskusikan bersama psikiater/ psikolog yang menangani anda mengenai kondisi yang anda alami beserta faktor pemicunya.


Adapun yang dapat anda lakukan secara mandiri, yaitu lakukan relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selanjutnya menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.


Dengan mempertahankan kebiasaan merespon sesuatu dengan berpikir ketakutan akan hal yang belum terjadi, maka kebiasaan tersebut akan bertahan dan intensitasnya bisa saja meningkat sehingga mempengaruhi konsentrasi, performa dan kondisi fisik anda, serta kehidupan sehari-hari anda lainnya. Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda dengan sebaik mungkin.:

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar, dan gangguan pencernaan lainnya. Anxiety (kecemasan) adalah kondisi mental yang ditandai dengan perasaan cemas yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

Ketika Anda didiagnosis dengan GERD dan kecemasan, mungkin ada beberapa faktor yang membuat Anda merasa paranoid dan mencari penyebab yang mungkin menyebabkan kondisi tersebut. Beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi perasaan Anda adalah:

  1. Informasi yang Anda temukan: Ketika mencari informasi tentang GERD dan kecemasan, Anda mungkin menemukan berbagai informasi yang dapat membuat Anda khawatir. Penting untuk memperoleh informasi dari sumber yang terpercaya dan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk memahami kondisi Anda dengan lebih baik.

  2. Pengalaman pribadi: Jika Anda memiliki gejala yang tidak biasa sebelumnya atau pernah mengalami masalah pencernaan yang serupa, hal ini mungkin membuat Anda lebih khawatir tentang kondisi Anda saat ini.

  3. Efek psikologis: Kecemasan dapat mempengaruhi pikiran dan emosi seseorang, sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap perasaan paranoid dan takut. Kondisi fisik seperti GERD juga dapat mempengaruhi kesejahteraan mental Anda.

Penting untuk diingat bahwa GERD dan kecemasan adalah kondisi yang dapat diobati dan dikelola dengan baik. Jika Anda merasa khawatir atau paranoid, penting untuk berbicara dengan dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang kondisi Anda, memberikan saran pengobatan yang sesuai, dan membantu mengatasi kecemasan yang Anda rasakan.

Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengelola kecemasan dan mengurangi gejala GERD, antara lain:

  1. Mengelola stres: Temukan cara-cara yang efektif untuk mengelola stres, seperti olahraga, meditasi, atau terapi relaksasi.

  2. Menghindari pemicu GERD: Hindari makanan atau minuman yang dapat memicu gejala GERD, seperti makanan pedas, berlemak, atau berkafein.

  3. Mengatur pola makan: Makan dalam porsi kecil dan sering, hindari makan terlalu cepat, dan jangan makan sebelum tidur.

  4. Menghindari kebiasaan buruk: Hindari merokok dan mengonsumsi alkohol, karena kedua hal ini dapat memperburuk gejala GERD.

  5. Menggunakan obat-obatan: Dokter Anda mungkin meresepkan obat-obatan untuk mengurangi gejala GERD dan kecemasan. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh dokter.

Jika Anda masih merasa khawatir atau memiliki pertanyaan lebih lanjut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter akan dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci dan membantu Anda mengelola kondisi Anda dengan lebih baik.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan