kesehatan mental
halo dok saya perempuan umur saya baru menginjak 17 th dan saya sedari kecil umur 2/3 th sudah ditinggal kan oleh ayah saya (karena cerai) dan saya ikut ibu. semenjak ibu saya menikah lagi waktu saya umur 7th saya ingat sekali apa yang di lakukan oleh ibu saya terhadap saya dia sering memukul dan maki’ saya dan itu membuat saya tidak percaya diri. saya sering tidak pd karena ibu saya selalu bilang kalo saya kaya maaf (monyet) dan selalu di bilang ini dan itu padahal sebelum ibu saya menikah ibu saya baikkk sekali terhadap saya. nah semenjak kelas 3 smp saya berkepikiran ingin nyerah karena saya capek selalu di rendah kan dan selalu di pukul ibu saya walaupun hal terkecil selalu di buat masalah besar di mata ibu saya. terus juga kakak/adik saya yang salah tetapi ibu saya tidak marah malah saya yang jadi pukulan nya untuk meluapkan emosi. disini saya jadi keras kepala dan sulit kontrol emosi dok saya juga sering main tangan terhadap adik saya walaupun dia jailin tetapi saya akan marah besar terhadap adik saya. cara mengatasi tidak berpikiran untuk nyerah dan cara kontrol emosi gimana ya dok apa saya harus melakukan kegiatan lain? spt eksul di luar sekolah?
























Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.
Ketika berbicara mengenai kesehatan mental, maka tidak terlepas dari kondisi lingkungan di mana seseorang berada. Diri pribadi seseorang dan lingkungan akan saling terikat dan saling mempengaruhi. Perlu disadari bahwa bagaimana pun kondisi lingkungan, maka akan mempengaruhi kondisi mental kita. Apabila seseorang berada pada lingkungan yang mendukung, maka orang tersebut relatif lebih nyaman dalam menjalani keseharian. Sebaliknya, apabila seseorang berada pada lingkungan yang kurang sehat, maka orang tersebut cenderung merasa tidak nyaman, mudah frustasi, bahkan stres, dan menimbulkan dampak buruk lainnya. Dengan demikian, diperlukan evaluasi dan introspeksi diri terhadap kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar.
Apapun kondisi anda saat ini, anda tetap berharga dengan segala kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Anda hanya perlu fokus pada diri anda, mengenali dan mengeksplor kelebihan anda, dan menerima kekurangan menjadi bagian dari diri anda, serta memahami kebutuhan diri anda sendiri. Dengan demikian, anda dapat menjadi versi terbaik dari diri anda, dan juga bisa berguna untuk orang di sekitar anda. Anda juga dapat menuliskan minimal 3 hal yang dapat disyukuri setiap hari (tidak harus hal yang besar, tetapi hal kecil juga termasuk), sehingga dapat membantu anda untuk lebih memaknai hidup. Anda dapat menggunakan energi yang anda miliki untuk mengendalikan hal yang dapat dikontrol, seperti mengendalikan respon (pikiran, perasaan, perilaku, dan sebagainya) terhadap stimulus/ kondisi yang tidak menyenangkan yang anda peroleh dari lingkungan.
Adapun terkait kondisi yang anda alami, anda dapat memulai dengan mendiskusikan hal ini bersama orang tua dengan komunikasi hangat dan terbuka agar saling memahami kondisi, harapan, dan pandangan masing-masing.
Dengan menyadari kondisi diri anda saat ini merupakan langkah awal yang baik untuk dilakukan. Anda dapat mengidentifikasi permasalahan anda melalui menulis jurnal harian secara berkala sehingga anda lebih mengenali diri anda dan permasalahan yang dialami, serta sebagai media katarsis. Anda juga dapat menemukan aktivitas produktif dan menyenangkan yang dapat mengalihkan pikiran negative anda. Kemudian anda dapat mengaplikasikan pola hidup sehat, misalnya berolahraga, mengatur pola tidur, konsumsi makanan bergizi, dan sebagainya. Jika dirasa belum maksimal, anda tidak perlu ragu mencari bantuan professional (psikolog) sehingga kondisi anda segera tertangani dengan tepat. Semoga membantu ya
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya memahami bahwa situasi yang Anda alami dengan ibu Anda telah memberikan dampak negatif pada kesehatan mental dan emosi Anda.:Penting untuk diingat bahwa saya adalah asisten AI dan bukan seorang dokter atau psikolog. Namun, saya dapat memberikan beberapa saran umum yang mungkin membantu Anda dalam mengatasi situasi ini.
Cari dukungan: Penting untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat, seperti teman, anggota keluarga lainnya, atau guru di sekolah. Berbicaralah dengan mereka tentang apa yang Anda alami dan bagaimana hal itu mempengaruhi Anda. Mereka mungkin dapat memberikan dukungan emosional dan saran yang berguna.
Konsultasikan dengan profesional: Pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang profesional, seperti psikolog atau konselor. Mereka dapat membantu Anda dalam mengatasi trauma masa lalu, mengelola emosi, dan membangun kepercayaan diri yang lebih baik.
Temukan kegiatan yang menyenangkan: Melakukan kegiatan yang Anda nikmati dapat membantu mengalihkan perhatian dari stres dan meningkatkan suasana hati. Eksul di luar sekolah atau terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang Anda minati dapat membantu Anda merasa lebih baik dan mengurangi tingkat stres.
Latih keterampilan pengendalian emosi: Mengembangkan keterampilan pengendalian emosi dapat membantu Anda mengelola emosi dengan lebih baik. Anda dapat mencoba teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga. Juga, belajarlah untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif menjadi positif.
Jaga kesehatan fisik: Kesehatan fisik yang baik dapat berdampak positif pada kesehatan mental. Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan lakukan olahraga secara teratur.
Ingatlah bahwa setiap individu memiliki perjalanan yang unik dalam pemulihan dan mengatasi trauma. Jika Anda merasa kesulitan mengatasi masalah ini sendiri, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari profesional yang berkualifikasi.
Saya harap saran ini dapat membantu Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan tambahan, jangan ragu untuk bertanya.
Related content