Kesehatan Mental

Bagaimana cara mengatasi pasangan (wanita) yang cemburu buta. Prasangka terhadap pasangannya sangat buruk, seolah-olah pasangannya akan selingkuh dll. Kemudian sikapnya yg bisa berubah dalam hitungan detik, dengan hal kecil bisa sangat bahagia, begitupun dengan hal yang sepele bisa sangat sakit hati, sangat mudah tersinggung, menangis dan emosinya juga sangat meledak- ledak.

Mhon solusinya.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
8
2

2 komentar

Halo Bambang, terima kasih untuk pertanyaan anda.


Cemburu merupakan emosi alamiah manusia, sehingga sangat wajar jika merasa cemburu terhadap pasangan yang terlihat seakan-akan lebih peduli terhadap orang lain. Namun, apabila rasa cemburu tersebut sudah diluar batas wajar, disertai dengan pikiran-pikiran irasional dan terlalu dibesar-besarkan, maka perlu diwaspadai karena bisa saja justru malah membuat hubungan menjadi renggang karena pasangan merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut.


Perlu disadari bahwa terdapat perbedaan antara cinta dan obsesi, yaitu perasaan cinta akan membuat seseorang lebih tenang dalam menjalani hubungan karena dilandasi komitmen dan rasa percaya untuk tumbuh bersama, sedangkan obsesi hanya berfokus pada rasa memiliki saja. Oleh karena itu, untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang anda alami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja.

Menghadapi pasangan seperti yang anda ceritakan memiliki tantangan tersendiri. Sebaiknya anda tetap tenang dan tidak mudah terpancing karena hanya akan semakin memperburuk keadaan. Anda dapat menggunakan energi yang anda miliki untuk mengontrol hal yang dapat anda kendalikan (misalnya respon anda terhadap pasangan), daripada fokus pada hal yang tidak dapat anda kendalikan (misalnya perilaku pasangan). Anda juga memiliki hak untuk menetapkan batasan toleransi atas sikap pasangan anda. Jika memang diperlukan untuk mengambil jarak sejenak, maka hal tersebut boleh untuk dilakukan. Setiap keputusan yang anda ambil, sebaiknya diputuskan dalam kondisi yang tenang dan pikiran yang jernih. Selain itu, anda juga dapat mencari waktu yang tepat untuk membicarakan permasalahan anda dengan pasangan, kemudian bersama-sama mencari solusi yang terbaik.

Semoga membantu ya.


Jangan ragu untuk memeriksakan pasangan anda atau melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog agar tertangani dengan tepat.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Saya akan mencoba memberikan beberapa saran untuk mengatasi pasangan yang mengalami cemburu buta dan memiliki sikap yang tidak stabil secara emosional. Namun, penting untuk diingat bahwa saran ini hanya bersifat umum dan tidak menggantikan saran dari profesional kesehatan mental. Jika masalah ini berlanjut atau semakin parah, disarankan untuk mencari bantuan dari psikolog atau terapis yang berpengalaman.:
  1. Komunikasi Terbuka: Penting untuk memiliki komunikasi yang jujur dan terbuka dengan pasangan Anda. Cobalah untuk mendengarkan dengan empati dan mencoba memahami perasaan dan kekhawatiran mereka. Jelaskan bahwa kepercayaan dan komunikasi yang baik adalah dasar dari hubungan yang sehat.

  2. Berikan Reassurance: Berikan pasangan Anda kepastian bahwa Anda setia dan berkomitmen pada hubungan ini. Berikan bukti nyata bahwa Anda dapat dipercaya dan bahwa Anda tidak akan melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kecemburuan mereka.

  3. Batasi Interaksi dengan Sumber Kecemburuan: Jika ada orang atau situasi tertentu yang memicu kecemburuan pasangan Anda, cobalah untuk membatasi interaksi dengan mereka. Diskusikan dengan pasangan Anda tentang batasan yang dapat membantu mengurangi kecemasan mereka.

  4. Dorong Pasangan untuk Mencari Bantuan Profesional: Jika kecemburuan dan perubahan emosi pasangan Anda terus berlanjut dan mempengaruhi kesehatan hubungan, dorong mereka untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Psikolog atau terapis dapat membantu pasangan Anda mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah yang mendasari kecemburuan buta dan perubahan emosi yang ekstrem.

  5. Latihan Relaksasi dan Pengelolaan Stres: Ajak pasangan Anda untuk melakukan latihan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau yoga. Ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.

  6. Jaga Kesehatan Mental Anda Sendiri: Penting untuk menjaga kesehatan mental Anda sendiri dalam hubungan ini. Jika pasangan Anda memiliki kecenderungan cemburu buta dan perubahan emosi yang ekstrem, dapat mempengaruhi kesejahteraan Anda juga. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional jika Anda merasa terbebani.

Ingatlah bahwa setiap individu dan hubungan unik, jadi penting untuk menyesuaikan saran ini dengan kebutuhan dan situasi Anda sendiri. Jika masalah ini terus berlanjut atau semakin parah, sebaiknya mencari bantuan dari profesional kesehatan mental yang berpengalaman.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan