Kesehatan mental

Dok. Saya 27 tahun sudah menikah dan punya anak 1. Saya mudah sekali menangis ketika dibentak sama suami. Dan selalu menangis jika suami saya cuek padahal saya ga ngerti salah saya apa. Terkadang suami tiba tiba pasang muka kusut tanpa saya tahu apa yang terjadi. Saya tanya diem aja, saya minta maaf kalo memang saya salah malah diem aja. Kejadiannya selalu berulang. Kadang baikan. Kadang seperti itu lagi. Itu jadi kecemasan saya sendiri yg akhirnya saya nangis sampe nangis berteriak kencang. Saya bingung dengan apa yg saya alami dok

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
15
1
2

2 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Setiap pasangan mengharapkan hubungan yang sehat, harmonis dan bahagia. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sebuah hubungan tidak terlepas dari adanya konflik. Terjadinya konflik adalah hal yang wajar terjadi, tetapi apabila konflik tersebut terjadi berkepanjangan, maka perlu mengambil jarak sejenak terhadap masalah dan emosi yang dirasakan masing-masing sehingga dapat melihat permasalahan tersebut secara objektif.


Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang dialami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi tersebut dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Permasalahan yang didiamkan dan dipendam oleh masing-masing, hanya akan menjadi pembahasan berulang di kemudian hari dan bisa saja meledak sewaktu-waktu bagaikan “bom waktu”. Ada baiknya anda dan pasangan meluangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati agar menemukan solusi terbaik bersama (misalnya liburan bersama ke tempat favorit, makan malam berdua, moment pillow talk, dsb). Ketika berkomunikasi menggunakan “I message”, artinya lebih fokus menyampaikan “saya merasa hubungan kita terasa hambar, boleh gak kita ngobrol sambil mengingat perjuangan yang udah kita lewati?” bukan “kamu itu selalu menyalahkan dan tidak mau mengalah…..”.

Kemudian anda dan pasangan dapat saling mengenali bahasa cinta masing-masing, serta melakukan ritual yang menjadi kesepakatan bersama misalnya memeluk dan mengucapkan kata cinta sebelum dan bangun tidur, sebelum dan berangkat kerja, dll. Selain itu, perlu dibahas juga terkait hubungan seksual dalam pernikahan anda. Perlu juga merencanakan mencoba hal-hal baru bersama agar semakin terasa keintimannya.

Jangan ragu untuk melakukan memeriksakan diri anda atau konseling bersama pasangan ke psikolog jika

keluhan berlanjut atau bertambah parah.

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Dari apa yang Anda ceritakan, tampaknya Anda mengalami masalah emosional dan kecemasan yang mempengaruhi kesehatan mental Anda. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah dalam hubungan dengan suami, perasaan tidak dihargai, dan ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari.:

Saya sarankan Anda untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, untuk membantu Anda mengatasi masalah ini. Mereka dapat membantu Anda memahami perasaan Anda, memberikan dukungan emosional, dan memberikan saran tentang cara mengatasi masalah yang Anda hadapi.

Selain itu, penting bagi Anda untuk berbicara dengan suami Anda tentang perasaan Anda dan mencoba mencari solusi bersama. Komunikasi yang terbuka dan jujur ​​dapat membantu memperbaiki hubungan Anda dan mengurangi ketidakpastian yang Anda rasakan.

Terakhir, jangan ragu untuk mencari dukungan dari keluarga dan teman-teman terdekat Anda. Mereka dapat memberikan dukungan emosional dan membantu Anda melewati masa sulit ini. Semoga Anda segera merasa lebih baik dan mendapatkan bantuan yang Anda butuhkan.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
1
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan