Kepercayaan
Halo dok, gimana ya cara mengatasi masalah yang cemburuan protektif pada pasangan akibat dia sering chat an dengan mantannya, namun ketika disinggung dia malah toxic dan merasa tersakiti, hal apa yang harus dilakukan?
Halo dok, gimana ya cara mengatasi masalah yang cemburuan protektif pada pasangan akibat dia sering chat an dengan mantannya, namun ketika disinggung dia malah toxic dan merasa tersakiti, hal apa yang harus dilakukan?
1 komentar
Terbaru

Anda sekarang bisa mulai memposting cerita dan komentar.
Dapatkan saran dari dokter, pakar, dan duta komunitas.
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain yang mungkin membutuhkan.
Terus aktif dan jadilah Duta Komunitas dengan mengumpulkan poin
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya akan mencoba memberikan saran mengenai masalah yang Anda hadapi. Ketika pasangan Anda sering berkomunikasi dengan mantannya dan hal ini membuat Anda merasa cemburu dan protektif, ada beberapa langkah yang bisa Anda coba:Komunikasikan perasaan Anda: Bicarakan dengan pasangan Anda mengenai perasaan cemburu dan protektif yang Anda alami. Jelaskan dengan jujur bagaimana hal ini mempengaruhi Anda dan hubungan Anda. Penting untuk berbicara dengan tenang dan terbuka, tanpa menuduh atau menyalahkan pasangan.
Tetapkan batasan yang jelas: Bersama-sama, buatlah kesepakatan mengenai batasan dalam berkomunikasi dengan mantan. Misalnya, Anda bisa menyepakati bahwa pasangan hanya berkomunikasi dengan mantannya jika ada keperluan yang penting, dan tidak melakukan obrolan yang bersifat pribadi atau intim.
Bangun kepercayaan: Kepercayaan adalah kunci dalam hubungan yang sehat. Bicarakan dengan pasangan mengenai bagaimana Anda bisa membangun kepercayaan satu sama lain. Mungkin ada langkah-langkah yang bisa diambil, seperti transparansi dalam komunikasi atau menghindari situasi yang memicu rasa cemburu.
Cari dukungan: Jika masalah ini terus berlanjut dan sulit untuk diatasi sendiri, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau bahkan seorang profesional seperti psikolog. Mereka dapat memberikan perspektif dan saran yang objektif untuk membantu Anda mengatasi masalah ini.
Evaluasi hubungan Anda: Jika pasangan Anda terus merasa tersakiti dan bersikeras bahwa Anda yang toxic, penting untuk mempertimbangkan apakah hubungan ini sehat dan memenuhi kebutuhan Anda. Jika masalah ini terus berlanjut dan tidak ada perubahan positif, mungkin perlu dipertimbangkan untuk mengambil langkah yang lebih drastis, seperti mengakhiri hubungan.
Ingatlah bahwa setiap hubungan memiliki dinamika yang berbeda, dan solusi yang tepat mungkin berbeda untuk setiap pasangan. Penting untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan pasangan Anda, dan mencari solusi yang paling cocok untuk Anda berdua.
Related content