Hallo dokDok, saya merasa tertekan, minder n kadang² suka nangis
Hallo dok
Dok, saya merasa tertekan, minder n kadang² suka nangis sendiri karena sering dibentak², dimarahi dan disalah²kan oleh ibu dan adik² saya. Bahkan selokan mampetpun saya yg kena marah. Setiap hari dari pagi sampai malam mau tidur ada saja hal² yg dituduhkan dan selalu membentak² saya.
Bahkan semua sodara dan teman yang saya datangi pasti ibu saya datangi juga untuk cross check apa yg saya lakukan dan katakan, saya sampai malu dok sama tante dan teman² saya. Padahal saya ga nakal dan ga pernah aneh².
Dulu pernah mau dijodohkan sama laki² ASN tapi saya tolak karena laki² tersebut masih beristri. Hal tersebut selalu diungkit² dan dicerita²kan ke orang lain dengan memanipulasi cerita seolah² saya menolak perjodohan dengan ASN tersebut. Saya punya pacar sendiri tapi ibu tidak suka karena dia bukan ASN. Kaya ga penting bagi saya yg penting dia bekerja, bertangung jawab, bisa menerima saya dan mau bertumbuh bersama dalam suka dan duka. Intinya saya tidak mau dijodohkan dan sejak saat itu setiap hari saya dimarahi n dibentak² smp minder dan tertekan sampai saya resign dr tmpt kerja, tapi tinggal dirumah juga tambah mengerikan karena tiap hari dibentak² dan dimarahi. Please bantuin saya agar tidak minder dan tertekan lagi dok, thank you so much 🙏🏻🙏🏻
























Halo Kari, terima kasih atas pertanyaan anda
Kami bisa merasakan beratnya tekanan yang anda alami ketika sering dibentak, disalahkan, dan cerita pribadi disebarkan. Wajar sekali jika hal itu membuat anda merasa minder, tertekan, bahkan sampai menangis sendiri. Situasi ini memang melelahkan secara emosi.
Penting untuk diketahui bahwa perasaan sedih, kecewa, dan tertekan yang muncul adalah respon alami terhadap perlakuan yang tidak adil. Anda berhak untuk dihargai dan diperlakukan dengan penuh hormat. Untuk membantu diri anda tetap kuat, ada beberapa langkah kecil yang bisa dicoba, yaitu menjaga ruang aman pribadi yang dapat dilakukan melalui menulis (jurnaling) ataupun melakukan aktivitas yang membuat anda tenang. Anda juga dapat mencari dukungan dari luar lingkungan keluarga, seperti teman, keluarga lain, atau komunitas yang bisa mendengarkan anda tanpa menghakimi. selanjutnya, Berlatih mengelola emosi saat dibentak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan coba tarik napas dalam, beri jeda sebelum merespons. Ini bukan untuk membenarkan sikap orang lain, tapi agar anda tetap menjaga kendali atas diri sendiri. Anda tetap berhak memegang kendali pilihan hidup, termasuk soal pasangan, pekerjaan, dan masa depan.
Kalau tekanan yang dirasakan semakin berat hingga memengaruhi kesehatan mental atau muncul pikiran untuk menyakiti diri, sangat penting untuk segera mencari bantuan profesional (psikolog/ psikiater) secara langsung agar anda tidak menanggung beban ini sendirian.