Hallo dok maaf ikutan cari solusi maaf sebelumnya saya punya Kebiasaan2 buruk misal saya sudah mengunci pintu
Hallo dok maaf ikutan cari solusi kenapa saya mempunyai Kebiasaan2 buruk misalnya saya sudah mengunci pintu mematikan kompor tapi setelah nya saya cek terus berulang kali apakah pintu udh dikunci sama kompor udh dimatikan belum pdahal aslinya sudah tapi saya punya pikiran terus untuk mengeceknya..sama kenapa saya kalau menaruh brang atau sesuatu itu suka saya ulangi berkali2 sama nganggukin kepala menurutku kalau nganggukin kepala itu belum pas , saya naruhnya brg juga belum pas kenapa saya mempunyai sifat seperti itu dok pdhal sebelum2nya ga pernah ya baru akhir2 ini
Minta solusinya ya dok gimana cara menghindari Kebiasaan2 buruk ini
























Halo Setyawati, terima kasih untuk pertanyaannya.
Menjaga kerapian, kebersihan, ketepatan, dan keteraturan merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam mengerjakan sesuatu agar hasilnya lebih maksimal. Namun, apabila dilakukan secara berlebihan, maka perilaku tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus karena akan mengganggu aktivitas sehari-hari, serta membuat seseorang menjadi mudah cemas dan tidak nyaman apabila tidak melakukannya.
Ada kemungkinan hal yang diceritakan mengarah pada OCD. Perlu diketahui OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran kuat dan memaksa untuk harus melakukannya secara berulang-ulang dan sedetail mungkin, apabila seseorang tersebut tidak melakukannya maka akan merasa cemas. Seseorang dengan OCD akan menampilkan gejala yang berbeda. Seseorang memiliki ketakutan/ kekhawatiran tertentu sehingga sering mengulang perilakunya. Dampak lainnya, seseorang sulit berkonsentrasi karena pikirannya dipenuhi kekhawatiran yang diciptakan sendiri. Untuk mengetahui kondisi anda yang sebenarnya sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh oleh professional, dan tidak dianjurkan untuk melakukan self diagnose.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan yaitu, anda perlu mengenali situasi dan kondisi yang membuat anda merasa cemas, serta efek yang turut hadir pada diri anda, sehingga anda menjadi lebih mudah untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Kemudian anda dapat melakukan relaksasi pernapasan saat perasaan cemas anda muncul sehingga anda merasa tenang dan rileks kembali. Anda juga bisa menuliskan kekhawatiran anda di kertas, lalu anda dapat menanyakan kembali ke diri anda mengenai kekhawatiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber kecemasan anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional. Anda dapat meminta dukungan dari kerabat yang anda percaya, agar mampu membantu mengevaluasi pikiran anda yang muncul. Terkadang pikiran kita memikirkan berbagai hal yang seolah-olah yang dialami lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang Anda sebutkan, seperti sering mengecek pintu yang sudah dikunci atau barang yang sudah diletakkan, bisa menjadi tanda dari gangguan obsesif-kompulsif (OCD). OCD adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan adanya obsesi (pikiran yang berulang dan mengganggu) dan kompulsi (tindakan berulang yang dilakukan untuk meredakan obsesi).:Untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk ini, ada beberapa langkah yang bisa Anda coba:
Pahami kebiasaan buruk Anda: Coba perhatikan pola pikir dan perasaan yang muncul sebelum Anda melakukan tindakan tersebut. Apakah ada kecemasan atau ketidakpastian yang mendorong Anda untuk melakukan pengecekan berulang-ulang?
Identifikasi pemicu: Cari tahu apa yang memicu kebiasaan buruk Anda. Apakah ada situasi atau perasaan tertentu yang membuat Anda merasa perlu melakukan pengecekan berulang-ulang?
Gantikan kebiasaan buruk dengan kebiasaan yang lebih sehat: Setelah Anda mengidentifikasi pemicu, cobalah untuk menggantikan kebiasaan buruk dengan kebiasaan yang lebih sehat. Misalnya, jika Anda merasa perlu mengecek pintu berulang kali, cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda dengan melakukan aktivitas lain yang lebih positif.
Atasi kecemasan atau ketidakpastian: Jika kebiasaan buruk Anda terkait dengan kecemasan atau ketidakpastian, penting untuk mengatasi masalah tersebut. Anda bisa mencari bantuan dari psikolog atau psikiater untuk membantu Anda mengelola kecemasan atau ketidakpastian yang mungkin menjadi pemicu kebiasaan buruk Anda.
Latihan relaksasi: Latihan relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres yang mungkin memicu kebiasaan buruk Anda.
Dukungan sosial: Dapatkan dukungan dari keluarga, teman, atau kelompok dukungan yang bisa membantu Anda mengatasi kebiasaan buruk. Berbicaralah dengan orang-orang terdekat Anda tentang keinginan Anda untuk mengubah kebiasaan buruk dan mintalah dukungan mereka.
Konsultasikan dengan profesional: Jika kebiasaan buruk Anda terus mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, penting untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater. Mereka dapat membantu Anda dalam proses mengatasi kebiasaan buruk dan memberikan strategi yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan Anda.
Ingatlah bahwa mengubah kebiasaan tidaklah mudah dan membutuhkan waktu dan kesabaran. Tetaplah konsisten dan berkomitmen untuk mengatasi kebiasaan buruk Anda. Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk mencari bantuan dari profesional yang berkualitas. Semoga berhasil!
Related content