Gangguan kecemasan
Maaf dok sy ingin bertanya, sy sering searching di youtube mengenai cara mengatasi kecemasan atau cara mengelola pemikiran. Dy selalu pantengin channelnya dr andri psikosomatik, di salah satu videonya kemarin beliau menjelaskan bahwa menyederhanakan kehidupan juga salah satu cara agar amygdala kita tidak terlalu aktif dan fisik kita jadi jauh lebih baik. Sy mulai berfikir dan mencerna maksd dr dokter andri, sy memang orangnya punya banyak kemaun dan terkesan boros, selalu menuntut kakak sy yg menafkahi sy selama ini. Apakah itu salah satu faktor penyebab kecemasan sy? Dan sekarang sy ingin bekerja di bali, selain agar bisa keluar dari lingkungan yang menurut sy toxic, sy juga ingin punya penghasilan sendiri, tidak membebani kakak sy lagi dan ingin membeli apa yg sy mau. Sy punya alasan untuk itu, karena dulu sy setelah lulus SMA dan ketika orang tua sy bercerai sy harus kerja, bisa dibilang sbg tulang punggung keluarga, belum lagi harus bayar kos, bayar listrik, makan utk sehari hari, saat itu kakak sy terpaksa putus kuliah dan kerja di tempat fotocopy yg gajinya sedikit, hanya utk memenuhi kebutuhan pribadi dia saja, sedangkan kakak sy yg paling besar, kerja jd sekuriti dengan gaji pas2an, dlm keadaan sudah beristri dan beranak, belum lagi harus setor motor. Jadi sy merasa selama ini sy bekerja tp tidak pernah memkirikan diri sendiri, jika mau membeli sesuatu kebutuhan pribadi, sy harus kubur dalam2 karena tanggungan yg banyak. Dan sekarang sy ingin kerja dan merasakan bagaimana sy bisa membeli apa yg sy mau tanpa ada tanggungan lagi, apakah itu salah dokter?
























Halo, terima kasih atas pertanyaan anda
Perlu diketahui untuk mengetahui kondisi mental seseorang diperlukan pemeriksaan mendalam oleh profesional. Tentu saja kondisi yang terjadi saat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pemicu yang perlu diuraikan satu persatu.
Terkait kecemasan yang anda alami dapat anda lakukan, yaitu lakukan relaksasi pernapasan saat ketidaknyamanan tersebut muncul (fokus pada napas masuk dan napas keluar), sehingga anda lebih rileks dan tenang dalam menyikapi yang anda alami. Selanjutnya menuliskan seluruh isi pikiran anda pada kertas secara berkala tanpa terkecuali. Kegiatan ini dikenal dengan istilah jurnaling, di mana dapat dilakukan setiap hari sehingga pikiran tidak hanya menumpuk dalam diri anda. Lalu anda juga dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kembali pikiran yang sering muncul dengan menanyakan ke diri anda mengenai pikiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan didukung oleh fakta sehingga perlu dipikirkan secara berlebihan atau hanya kekhawatiran tanpa alasan yang jelas?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber pikiran anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.
Dengan mempertahankan kebiasaan merespon sesuatu dengan berpikir ketakutan akan hal yang belum terjadi, maka kebiasaan tersebut akan bertahan dan intensitasnya bisa saja meningkat sehingga mempengaruhi konsentrasi, performa dan kondisi fisik anda, serta kehidupan sehari-hari anda lainnya. Selain itu, anda tetap terkoneksi dengan sekitar agar tidak merasa sendiri. Kembangkan pula komunikasi terbuka dengan saudara anda agar menemukan solusi bersama.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar tertangani dengan tepat.