🔥 Diskusi Menarik

Bagaimana solusinya(?)

Halo. Saya A, usia 23thn.Saya ingin bercerita, juga mungkin ada solusinya. Saya perempuan yg bisa dibilang tulang punggung keluarga jg. Saya pemalu, takut, cemas kalau ketemu org baru atau bahkan saudara2 sendiri. Gatau knp kayak takut aja gtu. Saya lebih suka sendiri dikamar, dibanding kumpul2. Saya terbiasa memendam apa yg saya rasa/alami. Saya tdk terbuka, bahkan dgn orgtua/keluarga. Ya bisa dibilng saya gapunya teman. Saya hanya punya pasangan. Pasangan saya sering memberitahu saya, untuk merubah sifat saya yg kalo ada apa2 hanya diam aja. Tetapi setiap saya ingin mencoba mengungkapkan apa yg saya rasa, itu slalu gabisa. Kayak ketahan aja gtu, padahal dipikiran udah lancar bgt, eh pas mau ngomong langsung atau ngetik di hp, gabisa. Gatau ini knp? Ya akhirnya slalu diam lagi. Sama org2 jg gtu, mau ngobrol banyak, eh ujungnya malah diam lagi. Saya jg sering nangis tiba2. Saya gampang marah, tapi saya gabisa ungkapin apa yg membuat saya marah. Overthinking tiap hari. Dan telapak tangan/ jari2 saya sering gemeter, kayak tremor tiba2 gtu. Itu knp ya? Saya harus gmn untuk mengatasi itu semua?

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
15
1
1

1 komentar

Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.


Perasaan cemas, takut, atau khawatir sangat wajar dialami oleh setiap individu yang berada pada lingkungan baru, apalagi jika hal tersebut merupakan pengalaman pertama atau yang ingin berinteraksi dengan orang yang baru ditemui. Namun, perlu disadari bahwa dengan adanya perasaan tersebut membuat seseorang menjadi memiliki persiapan sebelum memasuki lingkungan tersebut agar lebih mudah adaptasi atau berinteraksi dengan sekitar. Akan tetapi, jika kondisi ini sangat mengganggu,, maka segera untuk mencari bantuan dari professional agar segera tertangani dengan tepat.


Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menghadapi rasa cemas tersebut yaitu, anda dapat melakukan relaksasi pernapasan saat perasaan cemas anda muncul (fokus pada napas masuk dan keluar) sehingga anda merasa tenang dan rileks kembali. Anda juga dapat menyiapkan air minum yang membantu anda lebih tenang. Selain itu, anda dapat melatih dan membiasakan diri untuk beradaptasi di lingkungan tersebut, atau berlatih dengan intens untuk memulai pembicaraan dengan orang yang baru ditemui. Semakin sering anda berlatih maka semakin membantu anda untuk terbiasa melakukannya. Anda juga dapat sering berlatih di depan cermin, atau sambil merekam diri anda sehingga dapat dievaluasi kembali untuk memaksimalkan hal yang belum sesuai. Anda juga bisa menuliskan kekhawatiran anda di kertas, lalu anda dapat menanyakan kembali ke diri anda mengenai kekhawatiran tersebut “apakah hal yang dikhawatirkan merupakan fakta yang akan terjadi atau hanya asumsi anda saja?”, sehingga anda dapat melihat secara objektif sumber kecemasan anda. Jangan lupa untuk melatih diri berpikir positif dan lebih rasional.


Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar segera tertangani secara tepat.


1 tahun yang lalu
Suka
Balas
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan