Cemas dan takut
Hii dok, selamat siang, saya anisa berumur 21 tahun, awalnya saya kena penyakit lambung Sudah beberapa bulan ini saya jadi sering merasakan takut dan cemas akan kematian dan hal lainya sehingga mengganggu aktivitas saya, sehingga membuat saya sering sakit entah itu lambung,sesak nafas,keringat dingin, dan lemas, ini sangat mengganggu keseharian saya bagaimana cara saya mengatasinya ya dok??
























Halo Sri Siswanto, terima kasih untuk pertanyaannya.
Perlu diketahui bahwa munculnya pikiran takut akan kematian secara berlebihan, dengan intensitas kemunculannya sering dan tidak dapat dikendalikan sehingga mengganggu fungsi anda dalam menjalani keseharian merupakan salah satu gejala/ tanda yang perlu disadari untuk segera memeriksakan diri ke professional. Terdapat banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan asesmen/ pemeriksaan mendalam mengenai kondisi individu, dan tidak dianjurkan untuk melakukan self diagnose (mendiagnosa diri sendiri).
Dalam diri individu terjadi proses mental yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, perilaku, dan sensasi tubuh/ fisik. Dengan demikian, anda perlu memperbanyak waktu berdialog dengan diri sendiri sehingga mengenali pemicu dan situasi yang menyebabkan emosi cemas/ takut berlebihan tersebut muncul, serta kenali juga pikiran yang hadir saat itu. Terkadang pikiran kita memikirkan berbagai hal yang seolah-olah yang dialami lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi.
Dengan mengenali situasi/ kondisi pemicunya, maka anda menjadi lebih mudah untuk mengantisipasi kondisi tersebut, misalnya melakukan relaksasi pernapasan (fokus pada napas masuk dan napas keluar) saat anda merasakan hal tersebut sampai anda merasa tenang dan rileks kembali, serta membantu anda untuk kembali ke kondisi “here and now”. Tanyakan pula pada diri anda, apakah kecemasan tersebut benar nyata sesuai fakta yang
terjadi atau hanya subjektifnya anda saja. Dengan demikian anda dapat menemukan alternatif pikiran baru yang lebih rasional dan adaptif, sehingga dapat mengurangi intensitas cemas yang berlebihan. Segera memeriksakan diri secara langsung ke psikolog/ psikiater jika keluhan berlanjut atau bertambah parah, agar mendapatkan gambaran komprehensif mengenai kondisi anda dan langkah selanjutnya yang dapat dilakukan.
Semoga membantu ya
Hai Sobat Sehat,
Halo Anisa, maaf atas kondisi yang sedang kamu alami. Gejala yang kamu sebutkan seperti takut, cemas, sakit lambung, sesak nafas, keringat dingin, dan lemas bisa menjadi tanda adanya gangguan kecemasan yang mempengaruhi keseharianmu.:Untuk mengatasi kecemasan yang kamu alami, ada beberapa langkah yang bisa kamu coba:
Cari dukungan sosial: Berbicaralah dengan orang-orang terdekatmu seperti keluarga atau teman-teman. Mereka bisa memberikan dukungan emosional dan membantu mengurangi kecemasanmu.
Olahraga secara teratur: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berlari, atau berenang dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan suasana hati.
Latihan pernapasan: Teknik pernapasan dalam dan perlahan dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi kecemasan.
Hindari pemicu kecemasan: Jika ada situasi atau hal-hal tertentu yang memicu kecemasanmu, cobalah untuk menghindarinya atau mencari cara untuk menghadapinya dengan lebih baik.
Kelola stres: Temukan cara-cara untuk mengelola stres seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi yang kamu sukai.
Konsultasikan dengan profesional: Jika kecemasanmu terus berlanjut dan mengganggu keseharianmu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat.
Selain itu, penting juga untuk menjaga pola makan yang sehat, menghindari makanan yang memicu sakit lambung, dan mengatur waktu istirahat yang cukup. Jika gejala yang kamu alami semakin parah atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Semoga informasi ini membantu, dan jika kamu memiliki pertanyaan lain, silakan tanyakan.
Related content