Apakah rumah tangga ku sehat?
Halo dok saya berumah tangga sudah 9 tahun, mempunyai 2 anak. awalnya saya ga kepoo tentang mantan pacarnya, tapi setelah anak umur 3 setengah tahun, suami ketahuan berhubungan sama mantan pacarnya yg 2 tahun lebih tua. Awalnya ketahuan karna suami memakai handpone milik saya membuka apk Facebook, di sana mereka komen komenan ber 3 berbicara tentang cinta lama bersemi kembali. Entah kenapa saya ingin mencari tahu tentang nomer si mantan. Setelah saya mendapatkan nomer tersebut saya chat memakai WA dengan profil suami, isinya panggilan aa ke suami saya, ternyata mereka teleponan d belakang saya, si cewe mengaku masih sayang sama suami saya, padahal si cewek alias mantan tersebut sudah punya suami. Disana saya hampir pisah sama suami. Karna mereka mengakui masih mempunyai rasa. Bertahun tahun berlalu. Suami pindah kerja, dengan putus kontak sama mantan. Di pabrik yg sekarang saya menemukan 1 kejanggalan pada 1 wanita (bagian ceker) , awalnya chat biasa, tapi mengapa hanya sama 1 orang cewek yg dia chat, padahal ada bbrapa cewek di pabriknya, lama kelamaan mereka chat saling melempar foto masing2, si cewek foto suami d kirim ke suami, bgtu pun sebaliknya, dan saya menemukan 1 fto ber 2 mereka dengan tersenyum. Apakah saya salah jika saya khawatir berlebihan? Posisi suami supir pabrik, suka nganter boss. Atau antar yg mau ke bank. Suatu hari suami lembur antar anak kantor liburan ke Bandung 2 hari. Suami bilang tidak termasuk sama si cewek itu (bagian ceker) , ternyata disana ada si cewek itu. Apakah salah jika saya marah karna merasa di bohongi. Dan pada akhirnya saya sering merasa ingin marah, nangis, dan jika saya sendiri kadang mikir apakah saya di inginkan? Apakah saya harus pergi? Ingin teriak.. Pokoknya ga karuan.. Di samping itu saya sering dapat tekanan dri orang tua, suami harusnya begini begitu, sama anak ga boleh begini begitu, tiap bulan harus nabung dan lain sebagainya.. Bahkan nyapu ngepel pun d komplen. Keuangan d komplen segala2nya.. Rasanya putek saya dok apa lagi ketika ada masalah sama suami, ibu komplen ini dan itu.. Ingin rasanya teriak dan pergi sejauh mungkin.. Bahkan saat hatiku sudah ga kuat menahan beban di pikiranku, kadang nulis di buku semua yg kurasakan.. Sampe saat saya membacanya kembali isinya tentang ingin mengakhiri hidup.. Entah apa yg kupikirkan..
























Halo, terima kasih untuk pertanyaannya.
Kami bisa mengerti kondisi dan kekhawatiran anda, serta mengapresiasi upaya anda dalam mempertahankan hubungan.
Untuk membina hubungan sehat dan membangun cinta diperlukan pula membangun pola komunikasi yang sehat dan terbuka. Anda dan pasangan perlu saling mengkomunikasikan kondisi yang anda alami, sehingga dapat saling memahami pula. Selain itu, upayakan untuk dapat saling mendengarkan tanpa menghakimi. Anda dan pasangan juga dapat saling menghargai, serta saling mendukung menjadi versi terbaik diri masing-masing. Hal tersebut penting untuk diperhatikan karena membina hubungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya di salah satu pihak saja. Dengan pola komunikasi tersebut, maka dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berlarut-larut.
Menghadapi hubungan seperti yang anda ceritakan tentu memiliki tantangan tersendiri dan sudah mulai menunjukkan hubungan yang kurang sehat. Sebaiknya anda tetap tenang dan tidak mudah terpancing karena hanya akan semakin memperburuk keadaan. Anda dapat menggunakan energi yang anda miliki untuk mengontrol hal yang dapat anda kendalikan (misalnya respon anda terhadap pasangan), daripada fokus pada hal yang tidak dapat anda kendalikan (misalnya perilaku pasangan). Anda juga memiliki hak untuk menetapkan batasan toleransi atas sikap pasangan anda dan berhak mengambil keputusan demi kebaikan diri anda sendiri. Dalam pengambilan keputusan sebaiknya dilakukan dalam kondisi pikiran yang tenang. Jika memang diperlukan untuk mengambil jarak sejenak, maka hal tersebut boleh untuk dilakukan tetapi tetap dikomunikasikan dengan pasangan. Selain itu, anda juga dapat mencari waktu yang tepat untuk membicarakan permasalahan anda dengan pasangan, kemudian bersama-sama mencari solusi yang terbaik.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri anda atau melakukan konseling bersama pasangan ke psikolog jika keluhan berlanjut atau bertambah parah agar segera tertangani.
Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.
Saya memahami bahwa Anda sedang mengalami situasi yang sulit dalam rumah tangga Anda. Saya akan mencoba memberikan beberapa saran berdasarkan informasi yang Anda berikan, namun penting untuk diingat bahwa saya hanya seorang AI dan tidak dapat memberikan diagnosis atau solusi yang pasti. Saya sangat mendorong Anda untuk mencari bantuan dari seorang profesional seperti psikolog atau konselor pernikahan yang dapat memberikan dukungan dan panduan yang lebih spesifik.:Dari apa yang Anda ceritakan, tampaknya Anda telah mengalami beberapa kejadian yang menimbulkan ketidakpercayaan dalam hubungan Anda dengan suami Anda. Ketidakpercayaan dan rasa sakit yang Anda rasakan adalah perasaan yang wajar dalam situasi seperti ini. Namun, penting untuk berkomunikasi dengan suami Anda secara terbuka dan jujur tentang perasaan Anda. Cobalah untuk mendiskusikan kekhawatiran Anda dan mencari pemahaman bersama tentang apa yang terjadi dalam hubungan Anda.
Selain itu, penting juga untuk mencari bantuan profesional dalam mengatasi masalah ini. Seorang terapis pernikahan atau konselor dapat membantu Anda dan suami Anda untuk memahami dan mengatasi masalah yang mungkin ada dalam hubungan Anda. Mereka dapat memberikan alat komunikasi yang efektif, membantu membangun kepercayaan kembali, dan memberikan panduan dalam menghadapi situasi yang sulit.
Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan mental Anda sendiri. Jika Anda merasa tertekan, cemas, atau memiliki pikiran yang mengkhawatirkan, penting untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat Anda atau mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Mereka dapat membantu Anda dalam mengelola emosi dan memberikan strategi untuk mengatasi stres.
Terakhir, penting untuk mengingat bahwa keputusan tentang apakah Anda harus tetap dalam hubungan atau tidak adalah keputusan yang sangat pribadi. Hanya Anda yang dapat menentukan apa yang terbaik untuk diri Anda sendiri dan keluarga Anda. Namun, penting untuk mempertimbangkan kebahagiaan dan kesejahteraan Anda sendiri dalam mengambil keputusan tersebut.
Saya mendorong Anda untuk mencari bantuan profesional dan berbicara dengan orang-orang terdekat Anda untuk mendapatkan dukungan dan panduan dalam menghadapi situasi ini. Semoga Anda dapat menemukan jalan yang terbaik bagi Anda dan keluarga Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bantuan tambahan, jangan ragu untuk bertanya.
Related content