Apakah ini trauma?

2005 dibulan yang sama ketika saya lahir, orang tua saya cerai dan saya ikut ibu saya dengan kakak saya. 3 tahun kemudian mereka rujuk karena alasan demi "anak". Namun mereka cerai kembali tahun 2017. Ayah saya jarang pulang kerumah karena ada rumah dinas, dan ibu saya wanita mandiri. Saat kecil 99% waktu saya hanya untuk ibu dan keluarga ibu saya sehingga saya di doktrin bahwa ayah saya adalah orang jahat. Ayah saya memang kasar dan keras saat itu, beliau juga hanya memberikan sedikit uang ke ibu saya, bahkan uang jajan saya SD hanya 2k (rata-rata 5k keatas) dan SMP saya hanya 3k (rata-rata 10k-25k) padahal ayah saya orang BUMN dengan pendapatan diatas UMR. Sejak SD saya merasa bahwa saya Bisexual hingga saat ini dan berfikir saya tidak akan menikah dan tidak ingin memiliki anak. Pikiran itu sudah berjalan 6 tahun lamanya. Semakin saya dewasa, semakin besar keinginan saya untuk tidak menikah, tapi disisi lain saya masih ingin merasakan cinta seperti remaja pada umumnya. Kata teman-teman saya, saya kurang kasih sayang ketika kecil karena sering ditinggal sendirian sejak SD dan kurang diperhatikan. Dan saya agak setuju dengan itu. Saat SMA saya bertemu seseorang yang sangat saya sukai, sehingga saya memutuskan untuk menjadikan dia pacar saya (sesama jenis). Akhirnya kita satu kosan (saya merantau, pindah satu kamar dengan dia). Dia benar-benar membuat saya seperti anak kecil yang sedang dimanja. Kasih sayang yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya dari kedua orang tua saya. Perhatian yang dia lakukan setiap hari. Membagi makanan, waktu, dan uangnya kepada saya. Cinta yang dia berikan benar-benar besar bagi saya yang kurang diperhatikan. Namun jalan 10 bulan, dia memutuskan saya. Saya sakit selama 2 minggu dan seperti orang tidak tahu arah karena kehilangan dia. Meskipun kami tetap satu kamar, tapi seperti ada tembok besar menghalangi dan sikap dia berubah 180°. Sayapun mencoba mengikhlaskan dan terus berpura-pura sebagai sahabat terbaiknya sampai saat ini. Saya masih suka dengannya dan sadar kalau kita tidak bisa bersama lagi. Walaupun saya pernah merasakan kasih sayang seperti itu oleh pacar, tapi masih tidak ada keinginan untuk menikah. Saya tidak siap dengan konsekuensi dan tanggung jawabnya. Saya takut memiliki anak dan dia merasakan gelapnya dunia.

Suka
Bagikan
Simpan
Komentar
8
2

2 komentar

Halo, terima kasih atas pertanyaan anda


Kami dapat memahami kebingungan dan rasa kesepian yang anda alami, serta kami juga mengapresiasi keberanian anda untuk bercerita dan mencari bantuan profesional.


Banyak faktor yang memicu anda mengalami kondisi seperti saat ini. Salah satunya karena adanya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi sehingga akan mencari cara untuk mengisi kekosongan tersebut, yang tanpa disadari akan menggantungkan diri pada orang lain.


Bagaimanapun kondisi anda, anda tetap berharga. Anda hanya perlu fokus mengembangkan potensi yang anda miliki agar menjadi versi terbaik dari diri anda. Tumbuhkan cinta untuk diri anda sendiri, dengan mengenali kebutuhan anda dan melakukan aktivitas produktif yang membuat anda merasa berharga. Mintalah dukungan dari kerabat terdekat agar anda tidak merasa sendiri dan terasingkan.


Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog agar membantu anda menguraikan permasalahan satu persatu dan mendapatkan intervensi yang tepat

2 tahun yang lalu
Suka
Balas

Hai Sobat Sehat, pertanyaan Anda telah kami terima. Kami akan membantu memberikan penjelasan secara umum terlebih dulu, sebelum pakar kami memberikan respons ya.


Dari cerita yang Anda bagikan, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional Anda. Namun, sebagai asisten AI, saya tidak dapat memberikan diagnosis atau memberikan penilaian yang akurat secara medis. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi Anda, disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater.:

Mereka akan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengalaman Anda dan membantu Anda memahami apakah ada trauma yang terkait dengan pengalaman masa kecil Anda. Mereka juga dapat membantu Anda mengatasi perasaan dan pikiran yang Anda alami saat ini, seperti ketidaknyamanan terhadap pernikahan dan keinginan untuk tidak memiliki anak.

Selain itu, penting juga untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat, seperti teman atau keluarga, yang dapat mendengarkan dan memberikan dukungan emosional. Terapi atau konseling juga dapat membantu Anda dalam mengatasi perasaan dan pikiran yang Anda alami.

Ingatlah bahwa setiap individu memiliki perjalanan emosional yang unik, dan penting untuk memberikan diri Anda waktu dan ruang untuk memahami dan mengatasi perasaan Anda sendiri.

2 tahun yang lalu
Suka
masukan
warningDisclaimer: Informasi yang disampaikan di atas adalah informasi umum, bukan pengganti saran medis resmi dari dokter atau pakar.
Related content
Temukan komunitas Anda
Jelajahi berbagai jenis komunitas yang ada dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan yang Anda hadapi.
Iklan
Iklan