home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tangan Gatal Setelah Kena Deterjen? Awas, Bisa Jadi Itu Tanda Alergi

Tangan Gatal Setelah Kena Deterjen? Awas, Bisa Jadi Itu Tanda Alergi

Banyak orang merasa kulit tangannya panas atau memerah ketika mencuci pakaian menggunakan deterjen. Bagi yang lain, gejala alergi deterjen ini dapat berlanjut menjadi ruam, gatal, bahkan luka lepuh yang perih. Simak penyebab, gejala, dan tips mengatasi alergi deterjen berikut.

Penyebab alergi deterjen

penyebab alergi detejen

Deterjen yang Anda gunakan untuk mencuci pakaian sehari-hari terbuat dari kumpulan bahan kimia. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai bahan utama deterjen itu sendiri serta pewangi, pengawet, dan pewarna.

Beberapa zat kimia yang umum terdapat pada deterjen bahkan cukup keras untuk kulit, apalagi bila Anda memiliki kulit yang sensitif. Tak jarang, kulit tangan Anda terasa panas atau memerah setelah terpapar butiran deterjen dalam waktu lama.

Secara umum, di bawah ini dua hal yang menjadi penyebabnya.

1. Reaksi alergi

Alergi merupakan reaksi berlebihan sistem imun terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada kondisi normal, sistem imun manusia bereaksi terhadap zat berbahaya. Namun, pemicu alergi biasanya berasal dari zat yang Anda temui sehari-hari.

Zat asing yang memicu reaksi ini dikenal sebagai alergen. Alergen kulit dapat berasal dari mana saja, termasuk bahan-bahan kimia dalam deterjen. Namun, Anda mungkin sulit menentukan zat yang memicunya karena komposisi deterjen sangat beragam.

Bahan-bahan dalam deterjen yang umum menyebabkan alergi antara lain:

  • pewarna,
  • pengawet,
  • paraben,
  • pelembut kain,
  • pengental dan pelarut, serta
  • paraben.

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan peradangan dan iritasi pada kulit akibat sentuhan langsung dengan zat tertentu. Ada dua macam dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan.

Pada dermatitis kontak alergi, sistem imun Anda bereaksi terhadap zat dalam deterjen karena menganggapnya sebagai bahaya. Sistem imun kemudian melepaskan sel-sel kekebalan sehingga muncullah reaksi berupa gatal, radang, dan kemerahan.

Dermatitis kontak iritan terjadi saat kulit Anda bersentuhan dengan zat yang jadi penyebab kulit iritasi. Zat ini tidak memicu alergi, tapi menyebabkan iritasi pada lapisan atas kulit. Banyak orang yang terkena “alergi” deterjen sebenarnya mengalami kondisi ini.

Gejala alergi yang disebabkan deterjen

Reaksi alergi atau iritasi biasanya langsung muncul begitu kulit bersentuhan dengan sabun cuci. Namun, ada pula orang yang baru merasakan gatal atau gejala lainnya setelah berjam-jam kemudian.

Gejala yang sering muncul antara lain:

Gejala dermatitis kontak umumnya muncul pada area kulit yang bersentuhan dengan zat penyebab iritasi. Jika pemicunya deterjen, Anda mungkin mengalami gejala pada bagian tubuh yang lain karena seluruh tubuh Anda bersentuhan dengan pakaian.

Ruam kemerahan dan rasa gatal mungkin terasa lebih parah pada bagian tubuh yang banyak berkeringat, misalnya selangkangan dan ketiak. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Anda juga mengalami gejala parah pada bagian tubuh yang lain.

Mengatasi alergi dan iritasi terhadap sabun cuci

obat-alami-alergi-kulit

Kebanyakan orang yang terkena “alergi” deterjen sebenarnya mengalami dermatitis kontak. Lapisan teratas kulit mereka mengalami iritasi setelah bersentuhan langsung dengan zat tertentu di dalam deterjen.

Di bawah ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejalanya.

  • Mengompres kulit dengan lap yang telah direndam air dingin. Kompres dingin dapat meredakan peradangan dan nyeri pada kulit yang teriritasi.
  • Berendam dalam campuran air dingin dan oatmeal untuk mandi. Oatmeal mengandung zat anti-radang yang bermanfaat untuk kulit.
  • Meminum obat antihistamin. Antihistamin merupakan obat alergi yang bekerja dengan menghambat pembentukan zat kimia bernama histamin.
  • Mengoleskan krim mengandung steroid. Krim ini ampuh mengatasi peradangan dan gatal, tapi gunakan obat ini dengan resep dokter saja, serta jangan gunakan dalam jangka panjang atau secara berlebihan.
  • Mengoleskan losion pereda gatal, misalnya losion calamine.

Deterjen merupakan produk yang hampir tidak bisa lepas dari rutinitas harian. Bagi orang dengan alergi atau punya kulit sensitif, pemakaian deterjen bisa menjadi hal yang merepotkan karena mereka harus sering mengalami ruam dan gatal.

Jika kulit Anda sensitif terhadap deterjen atau produk kebersihan sejenisnya, cobalah menggunakan produk tanpa tambahan pewarna dan pewangi. Pasalnya, kedua bahan inilah yang paling sering menyebabkan gatal dan peradangan.

Namun, bila gejala terus berlanjut atau bertambah parah, cobalah berkonsultasi kepada dokter spesialis kulit. Dokter dapat membantu Anda menentukan penyebab dan solusinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Contact dermatitis. (2020). Retrieved 19 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742

Is Laundry Detergent Causing Your Child’s Skin Rash?. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/is-laundry-detergent-causing-your-childs-skin-rash/

Skin Allergy. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://acaai.org/allergies/types/skin-allergies

How to Identify and Treat a Laundry Detergent Rash. (2019). Retrieved 19 March 2021, from https://www.healthline.com/health/rashes-from-detergent 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 19/04/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x