Mengenal Vaginal Cuff, Prosedur Menjahit Vagina Kembali Setelah Histerektomi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Histerektomi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim dan leher rahim, yang biasa dilakukan untuk mengobati endometrisis, kanker, atau prolaps uteri (turun peranakan). Biasanya, tindakan medis akan berlanjut setelah histerektomi dilakukan, yaitu menerapkan vaginal cuff. Lantas, apa sebenarnya vaginal cuff itu? Mengapa dilakukan setelah histerektomi? Simak jawabannya di sini.

Apa itu vaginal cuff setelah histerektomi?

Vaginal cuff adalah bagian atas vagina yang membuka ke dalam peritoneum (lapisan dinding rongga perut) dan dijahit menutup setelah pengangkatan rahim dan leher rahim selama histerektomi. Vaginal cuff dibuat dengan menjahitkan ujung-ujung sisi pembedahan di mana serviks melekat pada vagina.

Biasanya pembuatan vaginal cuff akan dilakukan pada histerektomi total dan radikal. Histerektomi total merupakan bentuk operasi yang paling umum dilakukan, di mana rahim dan leher rahim semuanya diangkat.

Sementara histerektomi radikal adalah pengangkatan rahim yang lebih luas lagi dibanding histerektomi total yaitu dengan menyertakan jaringan sekitarnya, termasuk tuba falopi, vagina bagian atas, ovarium, kelenjar getah bening, dan jaringan lemak.

Setelah histerektomi, bagian atas vagina yang membuka atau leher rahim akan dijahit bersama untuk menutup, inilah yang disebut prosedur vaginal cuff.

 Apa yang diharapkan dari pemulihan vaginal cuff?

Pemulihan vaginal cuff biasanya membutuhkan waktu setidaknya delapan minggu, atau terkadang bisa lebih lama.

Selama waktu pemulihan, Anda akan melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter Anda. Dokter akan memantau kemajuan kondisi Anda dan merekomendasikan langkah-langkah untuk mempercepat pemulihan.

Dokter mungkin akan meresepkan krim estrogen vagina jika Anda memasuki masa postmenopouse untuk membantu mendorong penyembuhan jaringan yang lebih cepat.

Selama 8-12 minggu pertama setelah operasi, Anda harus menjauhkan diri dari apa pun yang akan memberi tekanan pada sayatan vaginal cuff, seperti:

  • Tidak melakukan hubungan seksual sementara.
  • Menjaga gerakan usus yang sehat.
  • Mengendalikan batuk yang kronis.
  • Banyak istirahat
  • Hindari mengangkat beban yang berat.
  • Menahan diri dari aktivitas berat apa pun, terutama jika memberi tekanan pada perut bawah Anda, atau daerah panggul.

Dengan melakukan hal tersebut, akan membuat vaginal cuff menjadi lebih kuat. Ini juga akan membantu Anda menghindari robeknya area di mana ujung-ujung vagina Anda dijahit bersama.

Apakah vaginal cuff setelah histerektomi bisa robek?

Ada kemungkinan vaginal cuff robek, meski begitu hal ini jarang terjadi.

Hal ini terjadi jika sayatan yang digunakan untuk membuat vaginal cuff terbuka dan menyebabkan ujung-ujung jahitan terpisah. Robekan yang terjadi bisa sebagian dan juga menyeluruh.

Jika robekan besar atau ada komplikasi tambahan, ini bisa mengakibatkan keluarnya isi usus. Ketika hal ini terjadi, usus mulai mendorong keluar rongga pelvis melalui luka robekan ke dalam rongga vagina.

Robekan vaginal cuff terjadi kurang dari satu persen wanita yang menjalani histerektomi. Wanita yang melakukan histerektomi laparoskopi atau robotik total, biasanya berisiko lebih besar dibandingkan dengan yang menjalani histerektomi vagina atau abdominal.

Hal ini mungkin karena jenis teknik penjahitan atau pemotongan yang digunakan dalam setiap operasi.

Bagaimana mengatasi vaginal cuff yang robek?

Mengatasi robeknya vaginal cuff dilakukan dengan pembedahan. Jika Anda memiliki robekan sebagian atau parsial tanpa komplikasi, operasi dapat dilakukan melalui vagina (transvaginal).

Beberapa komplikasi mungkin memerlukan pembedahan laparoskopi, seperti:

Seseorang yang membutuhkan pembedahan ini, biasanya diberikan terapi antibiotik intravena untuk mengobati atau mencegah infeksi.

Jika Anda mengalami komplikasi yang memengaruhi kemampuan usus untuk berfungsi dengan baik, Anda akan tetap berada di rumah sakit sampai fungsi usus Anda kembali normal.

Waktu penyembuhan Anda setelah histerektomi total atau radikal akan setidaknya dua hingga tiga bulan. Selama waktu ini, dokter Anda akan menekankan perlunya menghindari hubungan seksual. Anda harus berhati-hati untuk menghindari tekanan atau tekanan pada luka baru. Anda harus menghindari aktivitas apa pun, seperti mengangkat benda berat, yang melakukannya.

Jika Anda mengalami komplikasi yang memengaruhi kemampuan usus untuk berfungsi dengan baik, Anda disarankan untuk tetap dirawat di rumah sakit sampai fungsi usus Anda kembali normal.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Penyakit Rahim, Tak Harus Dengan Operasi

Tidak semua penyakit rahim harus berujung pada histerektomi atau operasi angkat rahim. Hal ini dapat diobati dengan jenis operasi lain yang lebih mudah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit

Apakah Operasi Angkat Rahim Bisa Sebabkan Menopause Dini?

Selain genetik, beberapa wanita yang pernah melakukan operasi angkat rahim memiliki risiko besar mengalami menopasue dini. Penasaran? berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 10 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Membandingkan 2 Jenis Operasi Endometriosis: Laparoskopi dan Angkat Rahim

Menjalani operasi endometriosis adalah tindakan medis pilihan paling akhir yang ditempuh oleh penderitanya. Seperti apa prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 12 April 2018 . Waktu baca 6 menit

Vaginoplasty Vs. Labiaplasty: Mana yang Bisa Mengembalikan Kepuasan Seks?

Vaginoplasty dan labiaplasty merupakan kedua operasi vagina yang berbeda. Mana yang bisa mengembalian kepuasan seks Anda lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 13 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping histerektomi

6 Efek Samping yang Muncul Setelah Operasi Angkat Rahim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28 April 2019 . Waktu baca 4 menit
sebelum operasi angkat rahim

Daftar Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menjalani Operasi Angkat Rahim

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2019 . Waktu baca 5 menit
setelah operasi angkat rahim

Masih Mungkinkah Terserang Kanker Ovarium Meski Sudah Operasi Angkat Rahim?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
setelah operasi angkat rahim

Perdarahan Setelah Operasi Angkat Rahim, Wajar Apa Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2018 . Waktu baca 3 menit