home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal 5 Penyebab Kram, Kebas, dan Kesemutan Pada Wanita

Mengenal 5 Penyebab Kram, Kebas, dan Kesemutan Pada Wanita

Gejala 3K yaitu kram, kebas, dan kesemutan bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Akan tetapi, ada hal-hal khusus yang biasanya hanya dilakukan atau dialami wanita yang dapat memicu kram, kebas, dan kesemutan. Cari tahu apa saja penyebab kram, kebas, dan kesemutan pada wanita dalam ulasan ini.

Penyebab gejala 3K: kram, kebas, dan kesemutan pada wanita

Banyak hal yang dapat menyebabkan kram, kebas, dan kesemutan tapi tidak disadari oleh kaum wanita. Hal-hal ini umumnya adalah kebiasaan atau kondisi kesehatan tertentu yang terjadi pada wanita. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pakai high heels

bahaya high heels

Tidak semua sepatu hak tinggi nyaman digunakan. Justru, sebagian besar sepatu hak tinggi memaksa kaki berada pada posisi yang tidak nyaman selagi mengenakannya, seperti membuat kaki Anda bertumpu pada jari-jemari kaki. Padahal, jari-jemari kaki manusia tidak dirancang untuk menahan beban tubuh dalam waktu lama.

Selain itu, menggunakan sepatu hak tinggi memaksa otot pada area betis bekerja lebih keras saat Anda berdiri dan berjalan menggunakan sepatu hak tinggi. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada area betis sehingga tendon tumit menjadi kaku. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi penyebab kram otot dan kebas pada wanita di area kaki.

Karena itulah wanita yang harus pakai high heels setiap hari untuk bekerja dari pagi hingga petang atau malam lebih rentan terkena kram otot dan rasa kebas.

2. Membawa tas di satu sisi pundak

tas kerja wanita penyebab nyeri
Sumber: Fast Company

Kebutuhan wanita yang beraneka ragam terkadang memaksa Anda untuk membawa banyak barang di dalam tas sehingga tas Anda terasa berat. Sementara, model tas wanita yang banyak beredar di pasaran memaksa Anda untuk menopang tas hanya dengan satu sisi pundak saja.

Baik tas tangan, tas bahu, maupun tas selempang membuat Anda meletakkan beban tas pada satu sisi bahu saja. Padahal, terlalu banyak tekanan bagi otot trapezius bahu dapat menyebabkan sakit kepala akibat otot yang tegang. Tekanan tersebut juga bisa jadi penyebab kram yang menjalar hingga ke belakang leher dan kepala pada wanita.

3. Bersih-bersih rumah

cara membersihkan sofa

Membersihkan rumah adalah kegiatan yang membuat badan aktif bergerak. Bahkan, kegiatan ini hampir sama dengan berolahraga karena Anda akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berjongkok untuk membereskan cucian atau menyikat lantai kamar mandi, membungkuk untuk mengepel atau menyetrika, hingga berdiri membersihkan langit-langit.

Hal ini nyatanya dapat menjadi penyebab kram pada wanita. Sebab, terlalu aktif bergerak dapat membuat Anda merasa kelelahan. Hal ini bisa berujung pada kondisi-kondisi seperti dehidrasi, otot terasa tegang akibat bergerak terus, bahkan kesemutan pada kaki karena banyak berjongkok. Kondisi-kondisi itulah yang dapat menyebabkan kram pada otot wanita.

4. Hamil

hamil trimester ketiga

Ibu hamil termasuk kalangan yang paling sering merasakan kram otot atau kesemutan. Biasanya, ibu hamil merasakannya di area kaki akibat beban tubuhnya yang semakin berat. Tetapi ternyata kram atau kesemutan pada ibu hamil juga bisa disebabkan karena kurangnya berolahraga atau melemaskan otot-otot serta kurangnya mineral pada tubuh seperti natrium, kalsium, dan magnesium.

5. Menopause

sudah menopause bisa hamil lagi

Menopause, yaitu berakhirnya siklus menstruasi pada wanita secara alami, ternyata berpotensi menjadi penyebab lain dari kram, kebas, dan kesemutan pada wanita. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Neurological Science, menopause adalah salah satu kondisi yang dapat memicu carpal tunnel syndrome (CTS). CTS yaitu penyakit yang menyerang tangan dan pergelangan tangan.

Penyakit ini terjadi karena adanya tekanan pada saraf yang terletak pada pergelangan tangan. Kondisi ini menyebabkan pergelangan tangan merasakan kesemutan, kebas, dan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.

Menopause diduga mampu menjadi penyebab CTS akibat penurunan hormon estrogen pada wanita. Dalam beberapa penelitian, penurunan estrogen terbukti memiliki pengaruh terhadap kesehatan saraf. Oleh sebab itu, menopause juga berpeluang menyebabkan kram, kebas, dan kesemutan pada wanita.

Mengatasi masalah kram, kebas, dan kesemutan pada wanita

Jika sudah merasakan kram dan kebas pada tubuh, Anda jadi malas menggerakkan tubuh hingga aktivitas Anda akhirnya terhambat. Padahal, tentu banyak hal yang harus Anda kerjakan dan tidak bisa ditinggalkan. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Minum obat pereda kram, kebas, dan kesemutan

Mengonsumsi obat pereda kram, kebas, dan kesemutan dapat menjadi solusi terbaik untuk mengatasi keluhan yang berkaitan dengan kesehatan saraf.

Obat pereda kram, kebas, dan kesemutan dapat membantu mengatasi masalah saraf karena kandungan ibuprofen di dalamnya. Pilih obat pereda kram, kebas, dan kesemutan yang mengandung vitamin neurotropik B1, B6, dan B12. Jenis-jenis vitamin tersebut dapat membantu memelihara kesehatan saraf.

Dengan begitu, Anda dapat mengatasi penyebab kram, kebas, dan kesemutan pada wanita secara menyeluruh. Anda pun bisa melakukan rutinitas Anda dengan baik tanpa hambatan.

2. Meregangkan otot

Cobalah untuk meregangkan otot-otot yang terasa kram dan kebas. Jika kram terasa pada bagian betis, Anda bisa melakukan gerakan seperti duduk sembari meluruskan kaki. Lalu tarik jari kaki Anda ke arah lutut untuk meregangkannya. Atau cobalah berjalan beberapa langkah sambil berjinjit.

Gerakan tersebut dapat membantu Anda meregangkan otot betis dan mencegah kram di kemudian hari jika Anda bisa melakukannya secara rutin. Kira-kira sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari.

3. Kompres

Anda bisa mengompres bagian tubuh yang terasa kram, kebas, dan kesemutan dengan handuk yang telah dibasahi dengan air hangat. Selain itu, Anda juga bisa mandi air hangat agar otot-otot pada tubuh Anda menjadi lebih rileks.

Tidak hanya dengan air hangat, kompres dingin sembari memijat bagian tubuh yang terasa kaku juga dapat membantu mengurangi rasa kram, kebas, dan kesemutan.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Muscle Cramps During Pregnancy: Symptoms, Causes & More. Retrieved from https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/muscle-cramps-during-pregnancy/

Muscle Spasms, Cramps, and Charley Horse: Causes and Treatments. Retrieved from https://www.webmd.com/pain-management/muscle-spasms-cramps-charley-horse

Clayton, J. 5 Unhealthy Handbag Habits | Everyday Health. Retrieved from https://www.everydayhealth.com/pain-management-pictures/unhealthy-handbag-habits.aspx

Pain From Wearing High Heels. (2017). Retrieved from https://www.resurgens.com/news/pain-from-wearing-high-heels

Muscle cramp – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/muscle-cramp/diagnosis-treatment/drc-20350825

Nordqvist, C. (2019). Leg cramps: Causes, treatment, and prevention. Retrieved from https://www.medicalnewstoday.com/articles/180160.php

Carpal tunnel syndrome – Symptoms and causes. Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603

Kaplan, Y., Kurt, S., & Karaer, H. (2008). Carpal tunnel syndrome in postmenopausal women. Journal Of The Neurological Sciences270(1-2), 77-81. doi: 10.1016/j.jns.2008.02.003

McEwen, B., & Alves, S. (1999). Estrogen Actions in the Central Nervous System. Endocrine Reviews, 20(3), 279-307. doi:10.1210/edrv.20.3.0365

Adriana MaggiPaolo CianaSilvia Belcredito, and Elisabetta Vegeto (2004). Estrogens in the Nervous System: Mechanisms and Nonreproductive Functions. Annual Review of Physiology, 66:1, 291-313
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 04/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x