home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pijat Refleksi Banyak Manfaatnya, Tapi Tak Semua Orang Boleh Dipijat

Pijat Refleksi Banyak Manfaatnya, Tapi Tak Semua Orang Boleh Dipijat

Pijat refleksi bisa dijadikan pilihan untuk memanjakan diri di sela-sela kesibukan Anda. Berbeda dengan pijat atau urut biasa, pijat refleksi lebih fokus pada titik-titik yang ada di tubuh, terutama pada kaki dan tangan. Titik-titik tubuh tersebut terhubung langsung dengan saraf-saraf organ, sehingga ketika dipijat akan mempengaruhi fungsi organ.

Ada yang bilang pijat refleksi mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Tetapi, sebagian lain mengatakan melakukan pijat ini ada risikonya. Lalu apa saja manfaat dan risiko jika melakukan pijat ini?

Manfaat pijat refleksi bagi kesehatan

Walaupun belum terlalu banyak, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa pijat refleksi baik dilakukan dan mempunyai manfaat bagi tubuh. Berikut adalah manfaatnya:

1. Mengurangi tingkat kegelisahan

Sebuah penelitian yang melibatkan kelompok perempuan yang memasuki masa premenopause (yang mempunyai tingkat stres dan depresi yang cukup tinggi) menunjukkan bahwa pijat refleksi dapat membantu kondisi psikologis yang terganggu. Hal ini juga dibuktikan dalam penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2015. Dalam penelitian tersebut pasien yang mendapat pijat refleksi sebelum melakukan operasi varises vena dilaporkan cenderung memiliki kecemasan dan rasa sakit yang rendah selama operasi hingga perawatan berlangsung.

2. Membantu pengobatan kanker

Titik-titik yang ditekan ketika melakukan pijat refleksi mempengaruhi kerja organ atau kelenjar yang ada di dalam tubuh. Hal ini terbukti cukup membantu pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker. Pijat refleksi yang dilakukan pada pasien kanker dapat meningkatkan nafsu makan, mencegah berbagai gangguan pencernaan, mencegah kelelahan dan gangguan tidur, serta menjaga suasana hati.

Sebuah penelitian yang memberikan pijat refleksi pada 87 pasien kanker, menunjukkan adanya peningkatan 100% terhadap kualitas hidup pasien tersebut. Sedangkan studi lain juga menyebutkan bahwa pasien yang melakukan pijat ini cenderung mengalami rasa sakit dan nyeri yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak.

3. Melancarkan peredaran darah

Salah satu titik di telapak kaki berhubungan langsung dengan jantung dan pembuluh darah di tubuh, sehingga saat dilakukan pijat refleksi akan mempengaruhi fungsi jantung. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa melakukan refleksi dapat meningkatkan kesehatan jantung. Hal ini disebabkan oleh dampak dari tekanan yang diterima saat refleksiologi sama dengan refleks baroreseptor yang ditimbulkan tubuh untuk mengontrol fungsi jantung.

4. Berdampak baik bagi penderita diabetes mellitus tipe 2

Studi yang dilakukan pada tahun 2014 lalu, meneliti hubungan antara pemberian reflexology dengan gejala dan tanda yang dialami oleh para penderita diabetes. Dari penelitian ini diketahui bahwa penderita diabetes yang rutin pijat refleksi memiliki kadar gula darah yang terkontrol serta mengalami gejala dan komplikasi yang lebih sedikit.

5. Meredakan sakit kepala

Sebanyak 220 pasien yang sering mengalami sakit kepala diberikan terapi refleksi selama enam bulan. Kemudian dalam 3 bulan menjalani terapi, 81% pasien mengaku bahwa gejala sakit kepala yang mereka sering alami berkurang dan 19% dari mereka yang selalu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit mengungkapkan telah menghentikan penggunaan obat tersebut.

Lalu, siapa saja yang tidak boleh dipijat refleksi?

Sebenarnya terapi refleksi sangat aman untuk dilakukan dan tidak ada dampak yang buruk bagi kesehatan. Namun ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat Anda tidak boleh melakukan pijat refleksi, yaitu:

  • Cedera kaki. Tentu saja saat mengalami cedera, luka, asam urat, atau peradangan di bagian kaki maka sebaiknya Anda tidak melakukan terapi refleksi. Terapi yang Anda lakukan hanya akan membuat cedera Anda bertambah parah.
  • Kehamilan. Terapi refleksi lebih baik dihindari oleh wanita yang sedang hamil, terutama ketika kehamilan masih berada di trimester pertama. Tekanan yang diterima pada telapak kaki akan merangsang kontraksi pada ibu hamil.
  • Memiliki masalah pembekuan darah. Terapi refleksiologi bisa meningkatkan sirkulasi yang kemudian berpotensi mengakibatkan gumpalan darah di daerah jantung dan otak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Reflexology (2016) Are there times when I Shouldn’t have Reflexology? | taking charge of your health & wellbeing. Available at: https://www.takingcharge.csh.umn.edu/explore-healing-practices/reflexology/are-there-times-when-i-shouldn-t-have-reflexology  (Accessed: 24 February 2017).
Taking Charge. (2016) What does the research say about Reflexology? | taking charge of your health & wellbeing. Available at: https://www.takingcharge.csh.umn.edu/explore-healing-practices/reflexology/what-does-research-say-about-refloxology  (Accessed: 24 February 2017).
Covelli, G. (2015) Benefits of foot Reflexology. Available at: http://www.livestrong.com/article/25602-benefits-foot-reflexology/  (Accessed: 24 February 2017).

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 26/12/2020
x