home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Area Vagina Terasa Nyeri? Awas, Bisa Jadi Gejala Vulvar Vestibulitis!

Area Vagina Terasa Nyeri? Awas, Bisa Jadi Gejala Vulvar Vestibulitis!

Vulvar vestibulitis adalah kondisi yang menyebabkan kemerahan dan nyeri pada vestibulum (lubang vagina). Kondisi ini bisa terjadi pada semua bagian tubuh yang terdapat bulu atau rambut. Namun, yang paling sering terjadi ada di bagian vulva (bagian luar vagina) atau permukaan vagina dan rongga hidung.

Agar tahu lebih lengkap seputar vulvar vestibulitis, simak ulasan berikut, ya!

Vulvar vestibulitis pada vagina

penyebab vagina hitam

Vestibulitis yang terjadi pada vulva bisa menyerang wanita dari segala usia. Kondisi ini sering disebut sebagai sindrom vestibulitis vulva, salah satu tipe vulvodynia.

Mengutip dari DermNet NZ, vestibulitis vulva adalah istilah untuk nyeri berulang yang terasa di bibir vagina bagian depan.

Kondisi ini kerap memicu dispareunia, yakni nyeri saat mencoba penetrasi berhubungan seksual.

Vestibulitis vulva atau vulvar vestibulitis bisa terjadi bersamaan dengan vaginismus, kondisi otot vagina yang tegang.

Jenis vestibulitis pada vagina

Sindrom ini dapat terjadi baik pada wanita yang aktif secara seksual dan tidak.

Kondisi kemerahan dan nyeri pada lubang vagina ada dua jenis, berikut penjelasannya.

1. Vulvodynia generalisata

Kondisi ini merupakan rasa nyeri yang ada di berbagai area vulva pada waktu yang berbeda.

Nyeri ini bisa muncul sering atau sesekali saja, berbeda-beda kondisinya pada setiap orang.

Terkadang, nyeri di bagian vagina ini bisa terpicu saat Anda menyentuh vagina. Namun, terkadang tanpa sentuhan pun vagina Anda bisa terasa sakit.

2. Vulvodynia lokal

Ini adalah kondisi nyeri di satu area vulva.

Vulvodynia lokal sering muncul rasa perih dan nyerinya kadang muncul kalau vagina tertekan atau tersentuh.

Biasanya, jenis vulvar vestibulitis ini muncul saat Anda berhubungan intim atau duduk terlalu lama.

Penyebab vulvar vestibulitis pada vagina

penyebab vagina hitam

Dokter atau ahli belum menemukan penyebab vulvodynia ini secara pasti.

Belum ada bukti yang menyatakan bahwa kondisi nyeri pada vagina ini terjadi karena infeksi atau penyakit menular seksual.

Akan tetapi, mengutip dari DermNet NZ, ada kemungkinan penyebab dari vestibulitis vagina karena hal ini:

Cara mengatasi vulvar vestibulitis

Umumnya, wanita yang mengalami vestibulodynia sudah merasakan penyakit ini selama berbulan-bulan atau hitungan tahun.

Kondisi tersebut membuat Anda membutuhkan waktu perawatan yang cukup lama. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penyakit ini.

  • Salep atau krim mengandung lignokain agar lebih nyaman saat berhubungan seksual atau tidur.
  • Fisioterapi dengan latihan dasar panggul untuk relaksasi otot.
  • Suntikan kortikosteroid di titik nyeri selama 4 minggu oleh dokter anestesi.
  • Minum obat antidepresan (amitriptyline, nortriptyline, doxepin) dosis kecil 5-10 mg 2 jam sebelum tidur.

Pada kasus yang sangat jarang, dokter mungkin melakukan pembedahan.

Namun, ada kemungkinan operasi berisiko memperburuk gejala sehingga jarang dokter lakukan.

Vestibulitis juga bisa menyerang rongga hidung!

cara mengatasi lubang hidung kering

Selain di area vulva vagina, vestibulitis juga bisa terjadi pada rongga hidung, baik pada wanita maupun pria.

Ya, jadi bukan hanya vulvar vestibulitis, tetapi ada juga vestibulitis rongga hidung.

Pengobatan kondisi ini lebih mudah, tetapi bisa terjadi peradangan di rongga hidung sehingga menyebabkan komplikasi serius.

Gejala vestibulitis rongga hidung

Tanda dan gejala dari kondisi ini tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Akan tetapi, gejala umum dari vestibulitis hidung adalah:

  • kemerahan dan bengkak pada lubang hidung,
  • tumbuh benjolan seperti jerawat dalam hidung,
  • muncul benjolan kecil di sekitar bulu hidung,
  • pengerasan kulit, dan
  • tumbuh bisul.

Penyebab vestibulitis rongga hidung

Penyebab nasal vestibulitis adalah infeksi dari bakteri Staphylococcus. Infeksi bakteri ini bisa timbul akibat dari kebiasaan buruk, seperti:

Selain kebiasaan buruk, penyakit ini juga bisa terjadi karena beberapa infeksi, seperti:

  • herpes zoster,
  • pilek terus menerus karena alergi atau infeksi virus,
  • infeksi saluran pernapasan atas.

Penelitian dari Supportive Care In Cancer menemukan bahwa orang yang sedang mengonsumsi obat terapi kanker berisiko terkena vestibulitis hidung.

Cara mengobatinya vestibulitis hidung

Pengobatan dan perawatan kondisi ini tergantung pada seberapa parah infeksinya.

Pada kasus yang ringan, dokter biasanya meresepkan salep antibiotik berbentuk krim bernama bacitracin.

Penggunaan obat ini sangat mudah, Anda bisa mengoleskan ke rongga hidung selama 14 hari.

Namun, untuk komplikasi yang parah, vestibulitis hidung bisa menyebabkan bisul. Bila mengalami hal ini, dokter akan meresepkan antibiotik oral seperti mupirocin.

Anda juga perlu mengompres bisul dengan air hangat secara rutin, minimal 3 kali sehari selama 15-20 menit.

Mengompres bertujuan untuk membantu mengeringkan bisul. Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin perlu melakukan pembedahan.

Baik vulvar vestibulitis maupun vestibulitis rongga hidung sama-sama bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan mengganggu.

Jangan tunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter bila gejala vulvar vestibulitis maupun vestibulitis rongga hidung sampai menghambat aktivitas sehari-hari, ya!

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

Vestibulodynia | DermNet NZ. (2021). Retrieved 6 October 2021, from https://dermnetnz.org/topics/vestibulodynia

Vulvar vestibulitis – UNC Department of Obstetrics & Gynecology. (2021). Retrieved 6 October 2021, from https://www.med.unc.edu/obgyn/migs/our-services/vulvar-vestibulitis/

Black, A., Singh, A., & Downey, G. (2015). Vestibulitis: a medic’s struggle with vulval pain from the other side of the curtain. British Journal Of General Practice, 65(638), 474-474. doi: 10.3399/bjgp15x686581

Ruiz, J., Belum, V., Boers-Doets, C., Kamboj, M., Babady, N., & Tang, Y. et al. (2015). Nasal vestibulitis due to targeted therapies in cancer patients. Supportive Care In Cancer, 23(8), 2391-2398. doi: 10.1007/s00520-014-2580-x

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 15/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita