backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup Sampai Perlu Ganti Baru?

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 29/03/2021

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup Sampai Perlu Ganti Baru?

Menggunakan menstrual cup sebagai alternatif pembalut sekali pakai memang bisa menghemat biaya dan ramah lingkungan. Pasalnya, alat penampung darah ini bisa Anda gunakan dalam jangka panjang. Namun, berapa lama masa pakai menstrual cup? Kapan waktu yang tepat untuk mengganti menstrual cup dengan yang baru?

Masa pakai menstrual cup

Menstrual cup merupakan alat berbentuk corong yang wanita gunakan saat haid atau menstruasi

Alat ini berukuran kecil dan umumnya terbuat dari silikon atau karet lateks serta bersifat fleksibel. 

Tidak seperti pembalut atau tampon, menstrual cup bekerja dengan menampung dan mengumpulkan darah langsung di dalam vagina.

Salah satu kelebihan menstrual cup adalah umurnya yang panjang, tidak seperti pembalut atau tampon yang sekali pakai.

Menstrual cup bisa Anda bersihkan dan gunakan kembali pada waktu berikutnya. Oleh karena itu, menstrual cup lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.

Lalu, berapa lama masa pakai menstrual cup? Mengutip dari NPR, umur pemakaian menstrual cup sekitar 6 bulan – 10 tahun.

Setiap periode menstruasi, Anda bisa menggunakannya sampai 12 jam. Namun, beberapa merk merekomendasikan untuk mengganti menstrual cup setidaknya satu atau dua tahun sekali.

Selain memperhatikan masa pakai, penting juga untuk memperhatikan kondisi menstrual cup yang Anda pakai.

Perhatikan cara membersihkan menstrual cup agar kualitas karet dan kebersihannya terjaga.

Bila menstrual cup tampak rusak atau terdapat lubang pada permukaannya, ada baiknya Anda segera menggantinya dengan yang baru.

Cara memakai menstrual cup sedikit berbeda dengan pembalut. Oleh karena itu, Anda perlu memilih menstrual cup yang tepat dan nyaman untuk Anda dengan membeli beberapa produk di awal mencobanya.

Ada baiknya sesuaikan dengan kenyamanan Anda dan tidak terlalu terpaku pada tren yang kini sedang populer.

Dampak pemakaian menstrual cup yang tidak tepat

The Lancet Public Health menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan menstrual cup aman dan bisa mencegah kebocoran selama menstruasi. 

Meski begitu, penggunaan menstrual cup yang tidak tepat dapat memberikan efek samping bagi pemakainya. 

Berikut dampak yang mungkin terjadi bila menggunakan menstrual cup secara tidak tepat.

Iritasi

Iritasi pada vagina dapat terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya, yaitu tidak melumasi menstrual cup terlebih dahulu dengan air atau pelumas.

Kondisi tersebut membuat Anda merasa sedikit perih dan tidak nyaman saat memasukkan menstrual cup

Iritasi juga dapat terjadi ketika menstrual cup yang digunakan tidak sesuai ukuran atau tidak dibersihkan dengan benar sebelum digunakan.

Infeksi

Infeksi pada vagina bisa terjadi ketika tangan tidak bersih saat memasukkan menstrual cup.

Bakteri yang ada di tangan Anda dapat berpindah ke menstrual cup sehingga menginfeksi vagina. 

Oleh karena itu, penting untuk membersihkan tangan dan menstrual cup dengan air mengalir dan sabun antibakteri sebelum memakainya.

Akan lebih baik bila merebusnya dengan air hangat dan keringkan dengan cara dianginkan sampai kering sendiri.

Toxic shock syndrome atau TSS

Toxic Shock Syndrome (TSS) merupakan komplikasi karena infeksi bakteri Staphylococcus dan Streptococcus. 

Mengutip dari Consumer Reports, TSS dapat terjadi bila ada goresan di dalam vagina akibat penggunaan tampon atau menstrual cup dan kemudian terinfeksi bakteri.

Bakteri tersebut bisa memicu peradangan, demam, tekanan darah rendah, ruam, dan pada kasus yang sangat parah bisa menyebabkan kegagalan organ.

Meski jarang terjadi dan masa pakai menstrual cup cukup lama, Anda tetap perlu menjaga kebersihan tangan dan alat ini untuk mencegah terjadinya TSS.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 29/03/2021

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan