Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Toxic Shock Syndrome

Apa itu toxic shock syndrome?|Apa saja gejala toxic shock syndrome?|Apa penyebab toxic shock syndrome?|Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami kondisi ini?|Diagnosis dan pengobatan toxic shock syndrome|Bagaimana cara mencegah kondisi ini?
Toxic Shock Syndrome

Apa itu toxic shock syndrome?

Toxic shock syndrome adalah komplikasi langka yang berasal dari infeksi bakteri jenis tertentu.

Penyebab sindrom ini sering kali berupa racun dari bakteri Staphylococcus aureus, namun terkadang juga dari bakteri streptococcus grup A.

Sindrom ini sering dihubungkan dengan pemakaian tampon atau pembalut selama siklus menstruasi berlangsung.

Toxic shock syndrome adalah kondisi yang dapat memburuk dengan sangat cepat dan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan segera.

Namun, apabila diagnosis dan pengobatan dilakukan secepat mungkin, pasien memiliki peluang lebih besar untuk sembuh.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Menurut laman pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC), angka kejadian rata-rata kondisi ini adalah 0,07 dari 100.000 orang per tahun.

Baik pria maupun wanita dapat menderita toxic shock syndrome karena luka atau infeksi pada kulit, paru-paru, tenggorokan atau tulang.

Wanita lebih berisiko terinfeksi selama menstruasi. Anda bisa membatasi penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja gejala toxic shock syndrome?

Gejala toxic shock syndrome dapat beragam pada setiap pasien. Namun, biasanya gejala akan muncul secara mendadak.

Berikut adalah tanda-tanda yang sering kali muncul dalam kondisi ini:

  • Demam mendadak (hingga 39 derajat Celsius)
  • Tekanan darah rendah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kesadaran terganggu
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Ruam kulit
  • Kemerahan pada mata, mulut, dan tenggorokan
  • Kejang

Gejala awal biasanya ditandai dengan demam, menggigil, nyeri otot, dan muntah. Dalam waktu 24-48 jam berikutnya, tekanan darah dapat menurun dengan drastis.

Jika pasien sudah memasuki tahap yang lebih parah, akan muncul gejala-gejala lainnya seperti:

  • Detak jantung lebih cepat (takikardia)
  • Napas semakin cepat (takipnea)
  • Kegagalan fungsi organ, misalnya sulit buang air kecil akibat gagal ginjal

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penting untuk diingat bahwa sindrom ini dapat mengancam nyawa akibat keracunan darah. Hubungi dokter jika:

  • Terdapat gejala toxic shock syndrome yang berkembang sangat cepat dan dapat mematikan jika tidak mendapatkan perawatan secepatnya
  • Demam atau ruam, khususnya selama menstruasi, penggunaan tampon, atau baru-baru ini menjalani operasi

Setiap pasien mungkin akan mengalami gejala yang bervariasi. Konsultasikan ke dokter untuk tahu pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Apa penyebab toxic shock syndrome?

Penyebabnya yang paling umum adalah bakteri Staphylococcus aureus. Dalam beberapa kasus, bakteri Streptococcus pyogenes juga bisa menyebabkan sindrom ini.

Pada sindrom yang disebabkan bakteri Staphylococcus, biasanya kondisi ini terkait dengan:

  • Pemakaian tampon atau pembalut
  • Kontrasepsi spons
  • Kontrasepsi diafragma

Sementara itu, sindrom akibat penularan infeksi bakteri Streptococcus biasanya terjadi akibat:

  • Kulit yang terluka karena operasi
  • Luka ringan seperti tergores, gesekan, bisul, cacar air, dan sebagainya

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami kondisi ini?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami toxic shock syndrome, yaitu:

  • Luka gores atau luka bakar
  • Operasi terbaru
  • Menggunakan spons, diafragma, atau tampon penyerap
  • Infeksi virus, seperti flu atau cacar air

Diagnosis dan pengobatan toxic shock syndrome

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Dokter akan mendiagnosis penyakit berdasarkan riwayat, gejala, pemeriksaan fisik dan tes darah.

Namun, sebenarnya tidak ada satu tes khusus yang mampu mendiagnosis sindrom ini secara spesifik.

Tim medis perlu memeriksa sampel darah dan urine untuk menemukan adanya infeksi bakteri.

Ada kemungkinan tim medis juga perlu mengambil sampel cairan dari vagina, leher rahim, dan tenggorokan untuk menganalisis keberadaan bakteri.

Karena sindrom ini dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, dokter akan melakukan tes lain seperti CT scan, rontgen, atau pengambilan cairan serebrospinal untuk menemukan sejauh mana penyakit menyebar.

Apa saja pengobatan untuk toxic shock syndrome?

Jika Anda terdiagnosis mengidap kondisi ini, biasanya dokter akan segera meminta Anda dirawat inap di rumah sakit.

Anda akan diinfus dan diberikan obat-obatan antibiotik untuk mengatasi infeksi.

Pengobatan lainnya juga mungkin diperlukan jika sindrom sudah memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti:

  • Obat imunoglobulin
  • Pemberian oksigen untuk membantu pernapasan
  • Obat pengendali tekanan darah
  • Prosedur cuci darah untuk kasus gagal ginjal
  • Pembedahan atau operasi untuk mengangkat jaringan mati yang telah terinfeksi

Ingatlah bahwa sindrom ini dapat terjadi lagi sewaktu-waktu. Pasien yang sudah pernah terinfeksi bisa terkena lagi di lain hari.

Bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Gaya hidup dan perawatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengurangi risiko Anda untuk terkena toxic shock syndrome:

  • Ganti tampon atau pembalut sesering mungkin.
  • Cuci tangan hingga bersih sebelum memasang tampon atau pembalut. Bakteri ditemukan di dalam kulit, terutama tangan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Toxic shock syndrome – Mayo Clinic. (2020). Retrieved July 9, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxic-shock-syndrome/symptoms-causes/syc-20355384 

Toxic shock syndrome – NHS. (2019). Retrieved July 9, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/toxic-shock-syndrome/ 

Toxic shock syndrome (TSS) – BetterHealth Channel. (2014). Retrieved July 9, 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/toxic-shock-syndrome-tss 

Escoto, MA. (2019). Toxic Shock Syndrome – Nemours Children’s Health. Retrieved July 9, 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/tss.html 

Toxic Shock Syndrome (TSS) – Johns Hopkins Medicine. (2021). Retrieved July 9, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/toxic-shock-syndrome-tss 

Mitchell, M. A., Bisch, S., Arntfield, S., & Hosseini-Moghaddam, S. M. (2015). A confirmed case of toxic shock syndrome associated with the use of a menstrual cup. The Canadian journal of infectious diseases & medical microbiology = Journal canadien des maladies infectieuses et de la microbiologie medicale, 26(4), 218–220. https://doi.org/10.1155/2015/560959

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 09/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.