home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makanan yang Baik Dikonsumsi dan yang Perlu Dihindari oleh Penderita Miom

Makanan yang Baik Dikonsumsi dan yang Perlu Dihindari oleh Penderita Miom

Jika mengidap mioma, selain mengonsumsi obat-obatan dari dokter, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang bagus untuk kesehatan. Beberapa makanan secara klinis dapat membantu mengecilkan ukuran miom bahkan sampai menghilangkannya.

Makanan yang dapat membantu mengecilkan miom

Miom adalah sejenis tumor jinak yang terdapat dalam organ reproduksi wanita seperti di rahim atau indung telur.

Meskipun jenis tumor ini tidak berisiko kanker, tapi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada wanita seperti nyeri hebat saat haid, pendarahan serta komplikasi kehamilan.

Sebenarnya miom adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada wanita di usia subur. Untuk mengobati miom, dokter akan meresepkan sejumlah obat-obatan hormonal ataupun melakukan operasi pengangkatan.

Namun, kebanyakan miom dapat hilang dengan sendirinya jika keseimbangan hormonal Anda terjaga.

Selain mengonsumsi obat-obatan, berikut ini sejumlah rekomendasi makanan untuk mengecilkan miom yang baik Anda dikonsumsi.

1. Buah dan sayur

Melansir The Journal of Obstetrics and Gynaecology Research, sebuah studi yang dilakukan di Nanjing, Cina, menunjukkan bahwa diet dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur efektif untuk menurunkan risiko mioma uteri.

Ini karena buah dan sayur kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat memperparah kondisi tumor.

2. Sayuran persilangan

Sebenarnya semua jenis sayuran hijau baik untuk Anda konsumsi, tetapi jenis sayuran persilangan lebih direkomendasikan sebagai makanan untuk mengecilkan miom. Contohnya seperti pokcoy, brokoli, kubis, kembang kol, lobak merah, lobak putih, bayam, dan kale.

3. Buah-buahan kaya kalium

Adapun jenis buah untuk menghilangkan miom adalah yang banyak mengandung kalium seperti pisang, alpukat, kurma, sitrus lemon, dan tomat.

kelebihan vitamin C

4. Teh hijau

Melansir jurnal Dove Press, konsumsi teh hijau secara rutin dapat meredakan gejala-gejala mioma uteri dan mengecilkan ukurannya. Ini karena kandungan epigallocatechin gallate pada ekstrak teh hijau yang dapat digunakan sebagai terapi untuk mengobati miom.

5. Susu tinggi kalsium

Susu kaya akan kalsium, magnesium, dan fosfor. Zat-zat ini terbukti efektif untuk mengatasi miom pada tubuh. Untuk itu, cobalah rutin minum susu tinggi kalsium setiap hari.

6. Makanan kaya vitamin D

Selain kalsium, studi dari jurnal Epidemiology menyebutkan adanya hubungan antara vitamin D dengan penurunan risiko mioma uteri.

Makanan kaya vitamin D yang dapat Anda konsumsi untuk mengecilkan miom seperti ikan salmon, bayam dan kale.

7. Kacang lentil

Lentil adalah kacang-kacangan yang diperoleh dari biji tumbuhan seperti kacang polong, kacang hijau, kacang merah.

Melansir International Journal of Molecular Science, lentil mengandung polifenol dan zat anti-inflamasi yang dapat mencegah perkembangan sel tumor sert kanker.

8. Pasta atau sereal dari gandum utuh

Untuk mengecilkan miom, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang rendah gula dan bebas gluten seperti pasta dan sereal yang terbuat dari gandum utuh.

Melansir The American Journal of Clinical Nutrition, studi pada 21 ribu lebih wanita menopause menunjukkan bahwa diet rendah gula efektif untuk menurunkan risiko miom atau fibroid.

Makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita miom

makanan dan minuman yang bikin cepat tua

Selain mengonsumsi makanan untuk mengecilkannya, Anda juga perlu tahu pantangan makanan penderita miom. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Kedelai dan olahannya seperti tempe, tahu, susu kedelai dan lain-lain karena banyak mengandung fitoestrogen yang memicu pertumbuhan miom.
  • Makanan yang mengandung gula karena memicu peningkatan kadar gula darah yang dapat memperparah miom.
  • Makanan yang terlalu asin karena dapat memicu tekanan darah tinggi yang buruk untuk penderita miom.

Intinya, konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang untuk bantu mengecilkan miom dan membuat tubuh sehat serta bugar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Shen, Y., Wu, Y., Lu, Q., & Ren, M. (2015). Vegetarian diet and reduced uterine fibroids risk: A case-control study in Nanjing, China. Journal Of Obstetrics And Gynaecology Research, 42(1), 87-94. doi: 10.1111/jog.12834

Al-Hendy, A., Roshdy, Rajaratnam, Maitra, Sabry, M., & Ait Allah. (2013). Treatment of symptomatic uterine fibroids with green tea extract: a pilot randomized controlled clinical study. International Journal Of Women’s Health, 477. doi: 10.2147/ijwh.s41021

Dalton-Brewer, N. (2016). The Role of Complementary and Alternative Medicine for the Management of Fibroids and Associated Symptomatology. Current Obstetrics And Gynecology Reports, 5(2), 110-118. doi: 10.1007/s13669-016-0156-0

Chiaffarino, F., Cipriani, S., Ricci, E., La Vecchia, C., Chiantera, V., Bulfoni, A., & Parazzini, F. (2017). Alcohol consumption and risk of uterine myoma: A systematic review and meta analysis. PLOS ONE, 12(11), e0188355. doi: 10.1371/journal.pone.0188355

Baird, D., Hill, M., Schectman, J., & Hollis, B. (2013). Vitamin D and the Risk of Uterine Fibroids. Epidemiology, 24(3), 447-453. doi: 10.1097/ede.0b013e31828acca0

Al-Hendy, A., & Badr, M. (2014). Can Vitamin D Reduce the Risk of Uterine Fibroids?. Women’s Health, 10(4), 353-358. doi: 10.2217/whe.14.24

Chiaffarino, F., Cipriani, S., Ricci, E., La Vecchia, C., Chiantera, V., Bulfoni, A., & Parazzini, F. (2017). Alcohol consumption and risk of uterine myoma: A systematic review and meta analysis. PLOS ONE, 12(11), e0188355. doi: 10.1371/journal.pone.0188355

Food Data Cental. Retrieved 9 May 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/175168/nutrients

vegetables?, vegetables?, & people?. (2012). Cruciferous Vegetables and Cancer Prevention. Retrieved 9 May 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cruciferous-vegetables-fact-sheet

Ganesan, K., & Xu, B. (2017). Polyphenol-Rich Lentils and Their Health Promoting Effects. International Journal Of Molecular Sciences, 18(11), 2390. doi: 10.3390/ijms18112390

Radin, R., Palmer, J., Rosenberg, L., Kumanyika, S., & Wise, L. (2010). Dietary glycemic index and load in relation to risk of uterine leiomyomata in the Black Women’s Health Study. The American Journal Of Clinical Nutrition, 91(5), 1281-1288. doi: 10.3945/ajcn.2009.28698

Foto Penulis
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani pada 3 minggu lalu
x