home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Cara Mengobati Miom yang Direkomendasikan Dokter

6 Cara Mengobati Miom yang Direkomendasikan Dokter

Meskipun tidak berpotensi kanker, miom bisa menimbulkan gejala yang membuat sebagian besar wanita tidak nyaman bahkan juga hingga anemia karena kehilangan banyak darah selama menstruasi. Bila Anda memiliki kondisi ini, ada beberapa cara mengobati miom yang mungkin dianjurkan dokter. Berikut ulasan lengkapnya.

Sekilas mengenai miom

Miom adalah tumor jinak yang terdiri dari otot polos myometrium. Pertumbuhan sel-sel otot yang berada di dalam rahim tersebut tidak normal, membentuk kumparan, dan akan menggumpal menyerupai bola.

Kondisi ini bisa menimbulkan gejala maupun tidak; dan akan menyusut dengan sendirinya setelah menopause atau setelah kehamilan. Beberapa gejala yang muncul meliputi perdarahan deras saat menstruasi, haid lebih dari seminggu, sembelit, nyeri pada pinggul, punggung, dan kaki.

Walaupun tidak akan menjadi kanker, Anda tetap harus rutin memantau pertumbuhan miom. Terutama saat gejala yang dirasakan sangat parah dan mengganggu.

Cara mengobati miom yang direkomendasikan oleh dokter

Apakah miom perlu diatasi? Pertumbuhan miom kadang tidak disadari oleh beberapa wanita. Sebab kondisi ini kadang tidak menimbulkan gejala apa pun. Pada kasus ini, miom mungkin tidak perlu diobati apa-apa.

Sebaliknya, jika miom menimbulkan rasa sakit dan berisiko menyebabkan komplikasi, berarti miom perlu diobati. Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa cara mengobati miom, baik untuk mengurangi gejala maupun mencegah miom tumbuh lebih besar.

1. Minum ibuprofen

Untuk mengurangi rasa nyeri baik itu di kaki, punggung, maupun di pinggul, dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Namun, pastikan Anda mengikuti petunjuk dan aturan minum obat. Sebab obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.

2. Menjalani terapi hormon

Jika ibuprofen tidak berpengaruh, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mempertimbangkan mengikuti terapi hormon. Dokter tetap meresepkan pil KB, untuk mengontrol pendarahan hebat dan mencegah anemia, meski obat tersebut tidak akan memengaruhi ukuran miom.

Selain pil KB, GNRH (Gonadotropin Releasing Hormone) dapat diberikan pada pasien miom untuk mengecilkan miom dan mengurangi pendarahan hebat. Tapi obat hormon ini tidak boleh digunakan lebih dari 6 bulan karena akan meningkatkan osteoporosis.

Begitu juga dengan SERM (obat modulator reseptor estrogen selektif) yang akan mengecilkan ukuran miom. Namun, penggunaan obat ini belum diketahui lebih jauh apakah efektif atau tidak sebagai cara mengobati miom.

3. Embolisasi fibroid

Embolisasi fibroid adalah metode mengecilkan miom dengan menyuntikkan polivinil alkohol (PVA) lewat arteri. Obat ini akan memblokir suplai darah ke miom sehingga ukurannya lambat laun akan menyusut.

Ini bukan operasi, tapi mengharuskan pasien untuk rawat inap. Setelah penyuntikkan, pasien kemungkinan akan mengalami gejala mual, muntah, sakit, dan tubuh lemas dalam beberapa hari pertama.

4. Operasi miomektomi

Langkah ini tidak menggunakan obat, tapi melalui prosedur pembedahan untuk menghilangkan miom. Caranya dengan membedah perut dengan menggunakan histeroskop atau laparoskop untuk mengangkat miom tanpa harus membuat sayatan besar pada perut pasien.

Miomektomi akan sangat direkomendasikan untuk dilakukan jika pasein memiliki rencana untuk hamil. Sayangnya, operasi ini akan menyebabkan jaringan parut sehingga meningkatkan risiko tidak subur. Setelah prosedur ini, miom mungkin bisa tumbuh kembali jika tidak diangkat secara keseluruhan.

5. Operasi histerektomi

Sama seperti miomektomi, histerekomi juga merupakan prosedur bedah. Bedanya, histerektomi akan mengangkat rahim seluruhnya sehingga miom tidak akan terbentuk lagi.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan membuat sayatan besar di perut atau dengan laparoskopi. Metode pengobatan ini biasanya akan direkomendasikan bagi wanita yang tidak ingin lagi memiliki anak.

6. Menjalani endometrial ablation

Prosedur ini dapat menghancurkan lapisan rahim untuk mengurangi perdarahan akibat adanya miom. Caranya, alat khusus yang memiliki arus listrik atau energi gelombang mikro akan dimasukkan ke dalam rahim. Setelah lapisan pertumbuhan abnormal rahim dihancurkan, maka aliran darah hebat yang keluar selama menstruasi dapat diatasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Uterine fibroids. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288. Diakses pada 10 Agustus 2018.

No “best” treatment for common uterine fibroids. https://www.health.harvard.edu/blog/no-best-treatment-for-common-uterine-fibroids-201504237918. Diakses pada 10 Agustus 2018.

What Are the Treatments for Uterine Fibroids? https://www.webmd.com/women/uterine-fibroids/understanding-uterine-fibroids-treatment#1. Diakses pada 10 Agustus 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 31/08/2018
x