Kenali Gejala Miom Pada Rahim yang Harus Anda Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Meskipun miom adalah tumor jinak yang tidak bersifat kanker atau ganas, tetap saja Anda perlu mewaspadainya. Artikel ini akan membantu Anda mengenali apa saja gejala miom yang mungkin terjadi.

Apa itu miom?

Miom adalah pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Miom dikenal juga dengan nama mioma, fibroid rahim, atau leiomioma. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Apa saja gejala miom yang mungkin terdeteksi?

Sebagian wanita pernah mengalami miom dalam hidup mereka. Namun terkadang kondisi ini tidak diketahui oleh banyak wanita, karena tidak muncul gejala yang jelas. Jika ada, gejala miom yang mungkin muncul adalah:

  • Masa menstruasi lebih panjang dari biasanya.
  • Darah menstruasi dalam jumlah banyak.
  • Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.
  • Rasa tidak nyaman, bahkan sakit, saat berhubungan seksual.
  • Sering buang air kecil.
  • Mengalami sembelit alias susah buang air besar.
  • Keguguran, mengalami kemandulan, atau bermasalah pada masa kehamilan (sangat jarang terjadi).

Apa penyebab munculnya miom?

Hingga kini, penyebab miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium).

Biasanya miom muncul pada usia sekitar 16-50 tahun, saat kadar estrogen dalam diri wanita sedang tinggi-tingginya. Setelah mengalami menopause, miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita memiliki miom pada usia yang sama, yaitu di antara usia 30-50 tahun.

Miom lebih sering muncul pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas. Dengan meningkatnya berat tubuh, hormon estrogen di dalam tubuh juga akan meningkat.

Selain itu, faktor keturunan juga berperan dalam kasus miom. Wanita yang ibu atau saudara perempuannya pernah mengalami miom, akan cenderung mengalami miom juga. Mengetahui gejala miom adalah langkah awal untuk mencegah komplikasi penyakit ini.

Beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko munculnya miom adalah menstruasi yang dimulai terlalu dini, banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Risiko seorang wanita mengalami miom akan menurun setelah melahirkan anak. Risiko itu akan semakin kecil jika memiliki lebih banyak anak.

Bagaimana biasanya miom terdeteksi?

Miom terkadang didiagnosis secara tidak disengaja ketika Anda melakukan pemeriksaan ginekologi, melakukan tes, atau pencitraan tertentu. Hal ini terjadi karena miom sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. 

Jika Anda mengalami beberapa gejala miom dan berlangsung cukup lama, segera cari tahu penyebabnya. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memastikan diagnosisnya atau mencari tahu penyebab kemunculan gejala yang Anda alami.

Bagaimana cara mengobati miom?

Miom yang tidak memunculkan gejala tertentu, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Biasanya setelah masa menopause, miom jenis ini akan menyusut atau bahkan menghilang sendiri tanpa menjalani pengobatan. 

Pengobatan hanya akan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala. Pengobatan ini berfungsi meringankan gejala yang muncul. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak memiliki dampak yang efektif, pelaksanaan prosedur operasi perlu dilakukan.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Haid

Supaya haid Anda lancar dan berjalan tanpa keluhan yang berarti, ada baiknya Anda ketahui dulu makanan saat haid yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 16 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Kesehatan Wanita, Menstruasi 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Benar Wanita Tidak Boleh Makan Timun Saat Sedang Haid?

Apakah Anda sering mendengar mitos tentang tidak boleh makan timun saat haid? Memang apa efek yang mungkin terjadi? Simak penjelasan ilmiahnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pelancar haid

6 Obat Pelancar Haid untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
setelah kuret

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit dismenore

Dismenore

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit