backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

11 Gejala Miom pada Rahim yang Harus Anda Waspadai

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 20/03/2023

11 Gejala Miom pada Rahim yang Harus Anda Waspadai

Meski merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker atau ganas, tetap saja Anda perlu mewaspadai adanya ciri-ciri miom di dalam tubuh. Artikel ini akan membantu Anda mengenali apa saja gejala miom yang mungkin terjadi.

Apa saja gejala miom pada wanita?

kelainan rahim

Miom dikenal juga dengan nama mioma, fibroid rahim, atau leiomioma.

Miom berasal dari sel otot yang mulai tumbuh secara abnormal pada dinding rahim. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Beberapa wanita pernah mengalami miom dalam hidup mereka. Akan tetapi, terkadang kondisi ini tidak disadari oleh banyak penderita karena tidak muncul gejala yang jelas.

Sementara jika ada gejala miom yang mungkin muncul, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. 

Berikut ini beberapa tanda-tanda miom yang mungkin dialami oleh wanita.

1. Masa haid yang lebih lama

Fibroid rahim dapat menyebabkan wanita mengalami menstruasi yang lebih lama dari biasanya.

Masa menstruasi dapat disebut terlalu panjang jika terjadi lebih dari 7—8 hari.

2. Darah menstruasi dalam jumlah banyak

Darah yang keluar saat haid juga bisa berjumlah lebih banyak.

Ini ditandai dengan pembalut atau tampon yang sangat cepat penuh, misalnya hingga perlu diganti setiap jam.

Pada kondisi lain, ada juga darah yang bocor keluar dari tampon atau pembalut sehingga menimbulkan noda pada pakaian.

Terkadang, darah yang keluar dapat berupa gumpalan darah yang terlihat lebih besar dari ukuran koin atau sekitar 2,5 cm.

3. Perdarahan di luar masa haid 

Tumor di rahim juga bisa ditandai dengan terjadinya perdarahan di luar siklus haid normal.

Perdarahan ini dapat terjadi berdekatan setelah menstruasi sebelumnya atau sebelum jadwal haid berikutnya.

4. Keputihan kronis 

Selain perdarahan di luar jadwal menstruasi, gejala miom juga bisa berupa keputihan yang terjadi terus-menerus atau kronis.

Ini karena tumor dapat meningkatkan jumlah cairan keputihan di dalam vagina.

Keputihan ini umumnya memiliki tekstur yang cair, tetapi dapat terlihat sedikit berwarna merah muda atau pink jika disertai perdarahan.

5. Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah

Saat menstruasi, cukup banyak wanita yang mengalami rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung bawah.

Namun, pada beberapa wanita, kondisi ini bisa menandakan adanya miom di dalam rahim. Bahkan, nyeri juga bisa timbul saat sedang tidak menstruasi.

Kondisi ini juga bisa membuat perut bagian bawah terasa seperti penuh. Nyeri ini juga disebut tekanan panggul jika tumor berukuran sebesar jeruk Bali atau bahkan lebih besar.

6. Rasa tidak nyaman saat berhubungan intim

Rasa tidak nyaman atau bahkan sakit juga bisa terjadi saat sedang berhubungan intim jika terdapat miom di rahim.

Pada kondisi ini, rasa tidak nyaman dapat terasa di sekitar bagian dalam alat kelamin.

7. Sering atau sulit buang air kecil

gejala diabetes insipidus

Tumor di dalam rahim bisa menimbulkan tekanan pada kandung kemih.

Pada beberapa penderita, ini bisa membuat kandung kemih terasa lebih cepat penuh, sehingga menyebabkan lebih sering ingin buang air kecil.

Namun pada penderita lainnya, tekanan tumor pada kandung kemih justru membuat sulit buang air kecil.

8. Mengalami sembelit 

Selain menekan kandung kemih, miom juga bisa menyumbat sistem pencernaan. Akibatnya, dapat terjadi gejala miom berupa sembelit alias susah buang air besar

9. Masalah kehamilan atau kesuburan 

Miom juga bisa ditandai dengan terjadinya keguguran, kemandulan, atau masalah pada masa kehamilan.

Jika tumor berukuran cukup besar, ini bisa menghalangi sel telur yang telah dibuahi oleh sperma untuk bisa melekat di dalam rahim.

Tumor ini juga bisa menyumbat tuba falopi dan menyebabkan sel telur tidak dapat masuk ke dalam rahim sehingga kehamilan tidak dapat terjadi.

Masalah pada kehamilan dan persalinan pada ibu hamil dengan miom

Jika dapat terjadi kehamilan, ibu hamil yang memiliki miom umumnya berisiko lebih besar mengalami gangguan kehamilan dan persalinan, di antaranya sebagai berikut.
  • Risiko terjadinya persalinan caesar 6 kali lebih besar.
  • Posisi bayi sungsang.
  • Persalinan gagal dilakukan.
  • Plasenta pecah sebelum persalinan dan berisiko menyebabkan bayi kekurangan oksigen.
  • Kelahiran prematur.
  • Perdarahan hebat setelah persalinan.
  • Keguguran.
Meski begitu, ciri-ciri miom berupa masalah kehamilan dan kesuburan ini sangat jarang terjadi.

10. Mengalami anemia

Anemia dapat menjadi gejala miom kerana perdarahan yang dialami saat haid atau di luar jadwal haid.

Jika perdarahan terjadi cukup banyak, tubuh bisa kekurangan sel darah merah dan mengalami anemia.

11. Perut terlihat membesar

Penelitian menujukan ukuran dan jumah fibroid dapat berbeda-beda pada masing-masing wanita.

Jika tumor di dalam rahim sudah tumbuh hingga mencapai ukuran sebesar jeruk Bali atau bahkan lebih, perut juga dapat terlihat membesar seperti sedang hamil.

Kapan harus ke dokter?

Miom umumnya bukan merupakan kondisi yang serius dan tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga tidak perlu dilakukan pengobatan miom.

Namun, pada beberapa wanita, gejala miom dapat terjadi cukup parah hingga mengganggu aktivitas atau bahkan mengancam jiwa.

Dilansir dari Mayo Clinic, pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan jika timbul gejala miom berikut ini.

  • Nyeri panggul yang tidak kunjung sembuh.
  • Menstruasi yang berat, terlalu lama, atau menimbulkan nyeri.
  • Perdarahan atau flek di luar jadwal menstruasi.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Anemia.

Segera cari pertolongan medis jika terjadi perdarahan hebat atau nyeri panggul yang menusuk dan terjadi secara tiba-tiba.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 20/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan