Memilih pembalut yang tepat bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga keamanan. Pasalnya, beberapa produk pembalut mengandung bahan berbahaya yang bisa mengancam kesehatan. Berikut ini ciri pembalut berbahaya dan tips memilih yang aman.
Memilih pembalut yang tepat bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga keamanan. Pasalnya, beberapa produk pembalut mengandung bahan berbahaya yang bisa mengancam kesehatan. Berikut ini ciri pembalut berbahaya dan tips memilih yang aman.

Pembalut menjadi kebutuhan penting setiap wanita. Namun, tidak semua jenis pembalut yang dijual di pasaran aman untuk digunakan.
Beberapa pembalut yang dijual bebas ternyata bisa mengandung bahan kimia berbahaya dan terbuat dari kualitas material yang buruk sehingga bisa memicu iritasi atau gangguan kesehatan serius.
Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri pembalut yang berbahaya supaya Anda bisa lebih waspada sebelum membelinya. Simak tanda-tanda pembalut yang berbahaya berikut ini.
Ciri pembalut berbahaya dapat diketahui dari kemasannya. Hindari membeli produk pembalut jika kemasannya robek atau kotor karena pembalut berisiko terkontaminasi oleh bakteri atau jamur.
Pembalut yang berbahaya juga biasanya memiliki bau kimia atau parfum yang tajam. Hal ini bisa menjadi tanda adanya penggunaan pewangi buatan.
Penggunaan bahan pewangi dapat mengganggu pH vagina dan keseimbangan bakteri di organ intim sehingga memicu iritasi atau infeksi.
Perhatikan juga warnanya, jangan beli jika warna pembalut kekuningan atau terdapat noda. Ini bisa mengindikasi bahwa bahan yang digunakan berkualitas rendah atau terkontaminasi.
Selain dari bentuk fisiknya, ciri-ciri pembalut yang berbahaya juga dapat diketahui dari materialnya.
Jika serat pembalut mudah lepas atau rontok, tandanya pembalut tersebut berbahaya dan tidak layak digunakan. Pembalut yang aman biasanya terbuat dari serat kapas yang lembut.
Namun, beberapa bahan pembalut juga ada yang terbuat dari serat kayu yang diberikan tambahan pemutih seperti klorin agar warna pembalut menjadi putih bersih.
Penggunaan bahan pemutih pada pembalut ini berbahaya dan bisa memicu iritasi pada area kewanitaan.
Mengutip studi dalam International Journal of Obstetrics and Gynaecology, produk tampon, pantyliner dan pembalut dapat mengandung berbagai bahan kimia berbahaya seperti phthalate, paraben, dioxin, dan volatile organic compound.
Bahan pembalut berbahaya tersebut dapat masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan bahaya jangka panjang.
Misalnya, bahan kimia seperti phthalate, penon, dan paraben diketahui dapat mengganggu sistem endokrin yang berperan mengatur hormon dalam tubuh.
Paparan berlebihan dari senyawa dioxin yang sering digunakan sebagai bahan pemutih pada pembalut juga dikaitkan dengan risiko kanker, gangguan hormon, dan risiko endometriosis.
Ciri-ciri pembalut berbahaya selanjutnya juga dapat diketahui dari efek yang ditimbulkan setelah pemakaian.
Berikut ini beberapa efek atau gejala yang mungkin muncul akibat penggunaan pembalut yang tidak aman.
Gejala-gejala ini mungkin muncul akibat paparan bahan kimia berbahaya atau penggunaan bahan pembalut yang tidak higienis dan berkualitas

Agar terhindar dari produk pembalut yang berbahaya, Anda tentunya perlu tahu bagaimana cara memilih produk pembalut yang aman. Nah, berikut ini tipsnya.
Gunakan pembalut sesuai dengan kebutuhan. Jangan gunakan pembalut terlalu lama. Idealnya, ganti pembalut setiap 4 – 6 jam sekali untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
Jika muncul gejala tertentu setelah penggunaan pembalut, segera hentikan penggunaanya atau diskusikan lebih lanjut dengan dokter.
Kesimpulan
Inilah ciri-ciri pembalut berbahaya yang perlu dihindari.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Marroquin, J., Kiomourtzoglou, M. A., Scranton, A., & Pollack, A. Z. (2024). Chemicals in menstrual products: a systematic review. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 131(5), 655-664.
Mirzaie, A., Brandão, M., & Zarrabi, H. (2025). Toward eco-friendly menstrual products: a comparative life cycle assessment of sanitary pads made from bamboo pulp vs. a conventional one. Environmental Science and Pollution Research, 32(14), 9050-9067.
Versi Terbaru
16/07/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro